Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 18. Dua Menjadi Satu


__ADS_3

"Guru Li..." Almira berlari memeluk pria berbadan gendut itu. Almira sudah menganggap Guru Li seperti orang tuanya.


"Ayo masuk, apa ada yang mengikuti kalian..?"


"Semuanya aman."


seperti biasa, sebelum masuk ke rumahnya Guru Li melihat ke kanan dan ke kiri berharap tidak ada orang yang melihat keberadaan Almira.


"Sebenarnya apa yang terjadi..?"


"penguasaan kegelapan, sudah mencium keberadaan mu. Tapi mereka belum tau siapa keturunan dari Alkila. kalau mereka sampai tau, maka kau dalam bahaya. Sekarang aku harus melatih mu dengan sungguh-sungguh."


Almira hanya diam saja, Guru Li membuka sebuah ruang rahasia yang berada tepat di bawah lantai kamarnya kemudian mereka masuk ke dalam..Ruangan di bawah tanah itu terasa gelap karena cahaya dari luar tidak bisa masuk ke dalam, oksigen pun minim di ruangan itu. Guru Li menyalakan sebuah obor di tangannya kemudian mereka berjalan lurus kedepan, hampir tiga puluh menit mereka berjalan, sampai akhirnya seperti ada sebuah cahaya yang terang di depan. Mereka sampai di sebuah mulut gua. terlihat Hamparan tanah yang luas serta banyak di tumbuhi pohon-pohon pinus.


Almira sangat terpesona dengan keindahan yang nampak di depannya.


"ayo...jangan buang-buang waktu lagi." Seru Guru Li. mereka akan berlatih di sini, karena penguasa kegelapan tidak akan mencium keberadaan mereka saat ini.


"apa kau sudah siap..?"


Almira menganguk dengan semangat, di keluarkan tongkat sihirnya. Tetepi Guru Li melarangnya menggunakan tongkat sihir miliknya.


"Pakai ini..." dia menyerahkan sebuah kotak hitam, gadis berambut coklat itu sudah tau isi di dalamnya.


"i...ini..."


"ya..kau harus pakai ini saat berlatih dan melawan kuasa kegelapan nantinya, karena bila menggunakan tongkat punyamu maka tidak berhasil."


Almira hendak mengambil tongkat itu, tapi tongkat sihir milik Mamanya itu seolah-olah hidup, tongkat itu seperti nya tidak mau di pegang Almira, dia selalu menghidar bahkan terbang ke sana-kemari.


"Huff... seperti nya tongkat sihir milik mama tidak mau di pegang olehku guru."


"Kau harus menggunakan hati dan perasaanmu saat dekat dengannya. apa kau mengerti..?"


Almira mencoba menangkap tongkat itu tapi tidak bisa, akhirnya di keluarkan tongkat miliknya.

__ADS_1


"bra.. alakadara.." Almira memakai tongkat sihirnya untuk menangkap tongkat sihir milik mamanya tapi usahanya seperti sia-sia belaka. Akhirnya dia menyerah, badannya terasa lelah. dia melentangkan tubuhnya dan berbaring di hamparan rumput yang hijau, angin sepoi-sepoi membawa terbang rambutnya, tiba-tiba dia memejamkan matanya dan terlelap.


"Lihatlah muridmu, malah tidur." cetus Bunny.


"Biarkan dia tidur sebentar, dia belum bisa menguasai dirinya. Makanya tongkat itu tidak mau di pegang Almira, walaupun dia anak dari pemilik tongkat sihir itu."


"Begitu kah...Dasar tongkat aneh, aaauuu..."


Tiba-tiba tongkat itu membakar ekor Bunny, membuat kelinci berbulu putih itu kesakitan di bagian ekornya.


"Hehehehe...jangan macam-macam dengan tongkat sihir milik Alkila, Walaupun dia cuma tongkat, seperti nya dia mempunyai hati juga."


Bunny terlihat kesal akan kelakuan tongkat sihir yang membakar ekornya itu. Bau gosong tercium di hidungnya.


"Buluku yang cantik hiks...hiks...awas saja kau ya, kalau ketangkap akan ku patahkan nanti." Tapi belum berhenti bicara, tongkat sihir itu seperti mengerti apa yang di bicarakan Bunny, di pukulnya pantat Bunny oleh tongkat sihir milik Alkila hingga Bunny berlari dan sembunyi di balik jubah panjang milik Guru Li.


"Sudah hentikan.." Seru Guru Li menatap tajam ke arah tongkat sihir itu. Almira masih tidur dengan lelap dia terbawa ke dalam mimpi, dan bertemu dengan mamanya Alkila.


"Almira sayang...."


"mama..." Dia berlari dan memeluk mamanya, yang menggunakan jubah serba putih, Alkila begitu cantik sekali, rambut berwarna coklat miliknya sama dengan warna rambut Almira.


"Kamu tau... tongkat sihir mama, adalah tongkat sihir spesial. Bukan tongkat sihir yang biasa. kamu bisa memiliki nya, dengan cara kamu harus bersahabat dengannya dan menggunakan perasaan dan hatimu." Di kecupnya kening Almira, seketika itu Mamanya menghilang.


"mama.....!!!mama...!!" Teriak Almira sambil membuka matanya, nafasnya tak beraturan.


"Hanya mimpi.." gumam Almira, di lihatnya Guru Li seperti berbicara dengan tongkat sihir mamanya, sedangkan dia melihat Bunnyi bersembunyi di balik jubah milik guru Li. Almira mengerutkan keningnya kemudian mendekati Guru Li.


"Apa yang kau lakukan di sana Bunny..."


"Ti...tidak, a...aku hanya sedang kedinginan." dusta Bunny


"Benarkah..?" Almira memicingkan kedua matanya.


"Hahahaha dia takut dengan tongkat sihir mamamu, karena bulunya di bakar oleh tongkat sihir itu.."

__ADS_1


"oh..ya..." Almira sampai menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya karena masih belum bisa percaya akan apa yang di lakukan tongkat sihir itu.


"Benar kata mama.." Gumam Almira.


Guru Li masih bisa mendengar jelas apa yang di katakan Almira. Gadis berambut coklat itu, mendekati tongkat dan menatapnya dengan tajam.


"Hai tongkat sihir milik mama, aku tidak tau apa maumu, tapi apakah kau mau menjadi sahabat ku, berlatih bersamaku dan menemani hari-hari ku."


Guru Li dan Bunny hanya memperhatikan bagaimana Almira berinteraksi dengan tongkat sihir yang membuat bulu kesayangan Bunny terbakar.


Almira mengambil tongkat sihirnya, dia menyentuh tongkat sihir milik mamanya dengan tongkat sihir miliknya.


"kalau kau mau bersamaan ku, biarkan aku memilikimu sepenuhnya."


Tiba-tiba sebuah sinar putih keluar dari kedua tongkat sihir milik Almira dan mamanya, tongkat sihir itu menyatu menjadi sebuah tongkat sihir yang begitu indah berwarna putih dan terdapat ukiran gambar Naga berkepala tiga. Naga yang ada di lantai bawah kastil. Cahaya yang keluar dari tongkat sihir begitu menyilaukan membuat Almira harus menutup matanya dengan tangannya. Begitu juga dengan guru Li dan Bunny.


Guru Li menggeleng kan kepalanya karena belum percaya apa yang telah terjadi di depan matanya.


"Tongkat sihir yang terlahir kembali dengan dua kekuatan yang menjadi satu, menambah kekuatannya semakin besar dan hebat." Lirih Guru Li.


Almira melihat tongkat yang berubah warna menjadi putih itu hanya melihat dengan begitu takjub.


tok..


"aaauuu..."


keningnya di ketok oleh tongkat sihir itu, membuatnya terbangun dari lamunannya.


"Dua menjadi satu, kamu sangat cantik dan indah." lirih Almira, dia mengambil tongkat sihir itu pelan-pelan dan berhasil memegang nya.


"Aku akan menamainya dengan sebutan white...ya white..."


"Hehehe mana ada tongkat kau beri nama, sungguh aneh" ledek Bunny. tongkat sihir milik almira langsung mendekati Bunny membuat kelinci putih itu kembali bersembunyi di balik jubah Guru Li, semua tertawa melihat tingkah lucu Bunny.


"Ayo kita berlatih sekarang, aku sudah siap..!!" Teriak Almira dengan semangat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2