
Outdir, piter dan para kurcaci yang lainnya sudah berada di depan mulut Goa, dan siap-siap untuk masuk.
Gelap, sunyi dan hening itu yang mereka rasakan hanya terdengar suara nafas dan kaki mereka. salah satu dari kurcaci menyalakan sebuah obor agar penglihatan mereka lebih jelas.
cici...cici...cicit.....
suara kelelawar dari dalam goa mengejutkan mereka, puluhan kelelawar terbang keluar dari dalam goa saat melihat sebuah obor mendekati mereka. piter dan para kurcaci langsung menunduk saat hewan bersayap itu terbang di atas kepala mereka.
"huff...bikin kaget saja." gumam piter dengan nada yang kesal. Mereka melanjutkan perjalanan nya kembali, tak lama kemudian sebuah patung Naga berukuran besar ada di dalam tengah-tengah goa.
"Ini tujuan kita, siapkan semuanya...kita akan melakukan ritual segera jangan membuang-buang waktu. karena malam ini tepat bulan purnama."
Piter memegang patung Naga dengan ukuran besar itu, sambil mengelilingi nya. sedangkan para kurcaci menyiapkan alat-alat untuk melakukan ritual nanti malam tepat bulan purnama muncul.
Persiapan sudah seratus persen sempurna, para kurcaci membuat api unggun di dekat patung hewan besar itu, mereka memutari api unggun sambil membacakan sebuah mantra. Hentakan kaki dan suara mantra terdengar jelas di telinga piter.
kini giliran piter yang memimpin upacara, dia berada di depan patung, mengambil sebuah pisau dan memberikan sedikit darahnya untuk di teteskan di patung itu, tepat saat bulan purnama penuh berada di atas kepala patung Naga. Tetesan darah itu secara ajaib terserap oleh patung Naga, ada pergerakan sedikit dari patung. untuk pertama kali mata patung berubah menjadi merah menyala.
secara perlahan tapi pasti, patung Naga berubah menjadi Naga asli, terlihat dari badannya yang Hitam dan ada sedikit sisik di bagian tubuhnya. Piter mundur ke belakang, Naga itu hendak menyemburkan api tapi di tahan oleh outdir.
"Hai Naga hitam, kamilah yang membangkitkan mu, sekarang orang yang ada tepat di hadapanmu adalah tuanmu. Karena darahnya telah membuatmu hidup kembali."
Naga hitam melihat ke arah piter, dia menghembuskan Nafasnya, terasa begitu panas Naga itu di badan piter.
"Perkataanmu adalah perintah untukku tuanku." Kata Naga itu dengan suara yang berat dan menggelegar.
Piter masih terpaku dengan hewan besar itu, outdir segera menyadarkan lamunan Piter.
"ehm...oh iya..iya... aku ingin meratakan sekolah sihir putih dan menghabisi mereka semua."
"Itu soal mudah Tuanku.."
__ADS_1
****
kurcaci dan piter kembali lagi ke Tengah hutan tepat di mana para kurcaci tinggal. Agar tidak ada yang curiga maka Naga hitam tetap tinggal di dalam Goa.
"Bagaimana Naga itu bisa menjadi patung...?" tanya piter penuh dengan tanda tanya.
"Dulu dia telah membuat keonaran dan membakar desa-desa, membuat para warga desa sangat kesal, karena anak, istri mereka menjadi korban atas ulah Naga hitam. Hingga suatu hari muncullah seorang Kakek entah berasal dari mana kakek itu, hingga bisa mengalahkan dan mengunci naga Hitam."
"siapa kakek itu..? dan di mana sekarang...?"
"aku juga tidak tau, setelah peristiwa itu. kakek itu hilang begitu saja."
****
Piter dan outdir kembali ke sekolah penyihir mereka mulai melakukan teror di sekolah dengan cara meracuni semua burung hantu yang ada di sekolah. semua burung itu langsung mati, akibat racun racikan buatan outdir.
"hewan ini telah mati, apa langkah kita selanjutnya.."
Mereka seperti seorang pencuri, karena melakukan dengan sangat hati-hati, piter mengambil tongkat sihirnya dan mengarahkan ke karung yang ada di depannya.
"bra..alakadabra..." Bangkai-bangkai burung hantu terbang begitu saja ke segala penjuru kelas.
"Beres..." seru piter kepada outdir. mereka tersenyum miring.
"satu....dua... tiga....."Piter dan outdir bersembunyi dekat kelas, kemudian senyum mereka mengembang saat mendengar teriakan dari dalam kelas.
Aaaaaaa..." Terdengar sebuah teriakan dari ruang kelas, semua siswa langsung berhamburan menuju ke tempat teriakan berasal. Mereka membulat kan matanya dengan sempurna mendapati ruang kelasnya di penuhi dengan bangkai burung hantu yang sangat banyak.
saat semua siswa dan para guru sibuk dengan bangkai burung hantu, Piter dan outdir pergi ke belakang taman kastil.
"Lihat...selanjutnya hewan itu...aku mau tau bila hewan-hewan itu mati. Maka tidak ada madu hahahaha." Piter menunjuk ke sarang lebah di taman, tatapannya sekarang menjadi sangat mengerikan. Sampai outdir memberikan jarak kepada piter.
__ADS_1
Dengan cepat Piter menyemprotkan cairan ke arah Lebah yang sedang sibuk mengumpulkan madu dan hinggap di bunga. Tidak butuh waktu lama, lebah-lebah itu terjatuh dan mati. Piter menyembunyikan cairan yang membunu* lebah di balik jubahnya. dengan sedikit acting, piter pura-pura berlari dan panik.
"to...tolong... lebah-lebah yang ada di taman mati semua..aku baru saja mau menyiram tanaman di belakang.." dusta piter sambil di buat-buat.
"astaga...ada apa ini..? kenapa bisa mati. kemarin lebah-lebah itu masih hidup dan baru saja menghasilkan madu. aku harus lapor ke pada tuan Rukus dan yang lainnya." siswa itu langsung berlari ke dalam kastil. piter dan outdir tersenyum sinis, sambil melihat siswa tadi dengan muka yang panik dan menghilang dari pandangan mereka.
"Luar biasa, kamu sangat hebat piter, aku yakin suatu saat kamu akan menjadi seorang pemimpin." puji outdir.
"Tentu saja...aku terlahir menjadi orang yang hebat, sayang sekali mereka semua tidak menyadari itu semua." sinis Piter, semakin dia sombong maka semakin besar aura negatif keluar dari dalam dirinya.
****
Piter dan outdir pergi dari kastil secara diam-diam mereka akan pergi ke hutan dan melancarkan aksi teror selanjutnya. Tanpa di sadari tuan Rukus melihat dua bayangan masuk ke dalam hutan. tapi tidak tau kalau itu adalah piter dan outdir.
Keduanya tertawa sangat senang melihat kepanikan siswa dan para guru di sekolah penyihir. Mereka berjalan ke goa Naga.
"Naga hitam keluarlah..!! kami membutuhkan bantuanmu..!!" teriak Piter, sosok hewan besar keluar dari goa, Mata Naga itu menyesuaikan sinar yang ada di luar, karena sudah lama sekali dia tinggal di dalam goa dan tidak pernah keluar.
"apa yang harus ku lakukan..?"
"kita akan meneror sekolah penyihir sekarang dan membuat mereka semua takut."
"Baiklah kalau itu maumu, naiklah ke punggungku." seru Naga Hitam.
"Tunggu...!! kau butuh penyamaran, pakailah jubah hitam dan topeng ini, agar orang tidak ada yang mengenalimu." outdir meemberikan kepada piter.
"ide yang bagus."
Bersambung....
(terimakasih kak sudah mampir di karyaku, jangan lupa tinggalkan like, komentar dan subscribe ya😉🥰)
__ADS_1