
suara deru mobil masuk ke dalam sebuah pekarangan rumah. Dari balkon kamar Nita sangat hafal sekali, mobil yang terparkir dekat pos satpam rumahnya. Dengan cepat Nita bergegas menuruni tangga kamarnya. Dengan sedikit berlari, terdengar bel pintu berbunyi berulang-ulang.
Bi wiwi berjalan dari dapur hendak membuka pintu, tapi di cegah.
"Biar aku saja Bi.." seru Nita dengan penuh semangat. Pintu terbuka dengan sangat lebar, di luar berdiri pria yang sangat tampan, yang di kagumi kaum hawa di sekolahnya.
"prima...? Tumben sekali ke rumahku. Ayo masuk." gadis itu menggandeng lengan prima dan menuntunnya di ruang tamu. Bi wiwi menyajikan jus jeruk dan kue bikinan nenek.
"ini kue bikinan nenekku enak banget rasanya, kau harus coba ya." di ambilnya kue brownies dan di suapkan ke mulut prima. satu gigitan kue membuat matanya terbuka lebar.
"Asli ini enak banget...pinter banget nenekmu membuat kue ini. pasti kamu juga jago membuat kue seperti nenekmu." Nita tersenyum sipu saat mendapat pujian dari pria yang sangat di Kagumi nya itu. sesekali mata prima berkeliling ke seluruh ruangan seperti mencari-cari sesuatu, membuat Nita mengerutkan dahinya.
"Ada apa..?"
"Ehm..aku sedang mencari Almira.."
"Apa Almira..?"
prima mengangguk dan tersenyum, seperti tidak merasa bersalah, membuat Nita sangat geram dan kesal, sudah dari tadi hatinya begitu senang melihat pria idamannya itu datang ke rumahnya. Ternyata bukan Nita yang di carinya tetapi Almira saudaranya. cowok di mana-mana memang tidak ada yang peka. Hancur sudah hati Nita, seperti luka yang di beri tetesan jeruk nipis, sungguh sakit sekali.
"Aku tidak tau di mana dia berada, seharusnya kalau kau mau ke sini hanya untuk menemuinya kamu katakan dari awal jangan diam saja. Buang-buang waktuku saja.."
"Maaf...bukan maksudku seperti itu Nita."
Prima hendak memakan kue brownies kembali, tapi potong kue itu di ambil kembali oleh Nita, dan di letakan di dalam piring. Dia berdiri dan membawa piring serta jus yang tadi di hidangkan pergi menuju dapur.
"Nit...kue brownies dan jusnya mau di bawa kemana...!!'
__ADS_1
"ke hati orang yang benar-benar suka kepadaku, bukan ke pada orang yang suka PHP...!!"
prima menurun kan kedua alisnya mendengar perkataan Nita, yang membuatnya semakin bingung.
" Cewek di mana-mana sama saja, susah di mengerti, mau kita salah atau bener. kaum cowok tetep salah. haduh...."
Bi wiwi yang melihat makanan dan minuman di bawa ke dapur mengira bahwa prima sudah pulang.
" pacarnya sudah pulang to non..gimana ngedate nya seru enggak non.." Bi wiwi menggoda Nita sambil tersenyum.
"pacar...pacar....apa'an...sudah di rebut sama Almira." Nita memonyongkan bibirnya sampai tiga senti, di makannya sisa kue yang ada di piring dengan kesal. Bi wiwi ingin tertawa melihat kelakuan majikannya itu, tapi di urungkan takut kena marah.
Sudah hampir tiga puluh menit tapi Almira belum menampakan batang hidungnya.
prima sudah putus asa, dia berdiri dan hendak melangkah kan kakinya keluar. Tapi terdengar suara langkah kaki dari belakang, saat menoleh terlihat Almira begitu cantik sekali dengan menggunakan kaos berwarna putih, celana jins serta sepatu kets, walaupun memakai baju yang sederhana tapi kecantikan alami di dalam dirinya masih terpancar.
"Al...tunggu..!!' seru Prima memegang tangan gadis berambut coklat itu, tapi dengan cepat boba datang dan menepis tangan prima hingga terlepas dari tangan Almira.
"Jangan pegang-pegang, Almira dalam pengawasan ku...!!" Omongan Boba penuh dengan penekanan.
"Al..sejak kapan kamu punya bodyguard...? apa setelah kamu pindah ke rumah ini, sehingga menyewa bodyguard..?"
"Bu...bukan, dia adalah Boba, ini patrun, dan jonas."
semua temannya di perkenalkan satu demi satu, Almira mengatakan bahwa teman-teman nya akan ikut bersamanya malam ini. semakin banyak orang maka akan semakin seru. tampaklah sebuah kekecewaan di raut muka prima, dia berharap hanya dia dan Almira yang melewati malam ini berdua saja tanpa gangguan dari siapapun.
****
__ADS_1
Di dunia sihir, sekolah sihir baru yang di buat oleh pak pluto dan Tuan Rukus sudah jadi. Bangunan yang begitu sederhana karena masih terbuat dari kayu. tidak semegah kastil dulu.
Hari ini mereka meresmikan sekolah penyihir baru dan penerimaan murid baru. Banyak warga di sekitar yang sangat berminat menyekolahkan anaknya. Kini guru Li membantu mengajar di sekolah sihir, karena kekurangan guru pengajar.
Sedangkan murid-murid yang dulu keluar dari sekolah penyihir akibat teror telah kembali lagi dan menimba ilmu di situ. Tuan saida yang tidak membantu sama sekali dalam mendirikan sekolah penyihir, dia tetap menjadi pengajar di sekolah yang baru. walaupun sering berdebat dengan Tuan Rukus karena tidak sepemikiran.
"Selamat datang para siswa-siswi baru di sekolah penyihir. Hari ini adalah hari yang paling bahagia dan di tunggu-tunggu. Akhirnya kita semua bisa berada di sekolah ini. walaupun ruang kelas cuma ada empat tapi semangat kalian sungguh luar biasa, semoga kelak sekolah ini berkembang menjadi sekolah penyihir yang besar."
semua yang ada di situ bertepuk tangan dan bersorak-sorai karena senang. pak Pluto mengeluarkan tongkat sihirnya, di hidupkan semua obor yang berjejer di sepanjang jalan pintu masuk. Pertanda sekolah telah resmi di buka dan siap untuk belajar.
Semua berlarian menuju ke kelas masing-masing, Tuan Rukus, pak Pluto, Tuan saida dan Guru Li masuk ke dalam kelasnya masing-masing dan mulai mengajari ilmu sihir.
****
Di dalam mobil semua hanya diam saja, prima duduk di sebelah Nita. sedangkan seyna, almira dan boba duduk di kursi tengah. jonas dan patrun mereka paling belakang sendiri.
walaupun sempat kesal, Nita memutuskan ikut rombongan Almira untuk pergi jalan-jalan, Nita tidak akan memberikan peluang sekecil apa pun untuk prima dekat dengan Almira. Di senderkannya kepala di bahu prima, membuat nita begitu senang dan bahagia.
"kacau...sungguh kacau...kenapa ngedate pertamaku dengan Almira di ikuti temen-temen nya seperti ini. sungguh gadis tidak peka, seharusnya dia tidak mengajak teman-teman nya seperti ini." gerutu prima, Almira menahan tawanya saat mendengar isi hati pria yang sedang mengemudi mobil.
"kita akan pergi kemana...?"
"Entahlah...tadinya aku hanya ingin mengajak Almira menonton di bioskop, film terbaru Minggu ini.."
"Ya sudah kita ke sana saja, aku sangat suka dengan film horor." Nita sangat antusias sekali, walaupun sebenarnya dia sangat takut tapi bila di dekat prima, rasa takutnya hilang.
Bersambung...
__ADS_1