Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 29. kapten Basket


__ADS_3

Klara dan Luna masuk ke dalam toilet seperti mencari sesuatu kemudian keluar dengan menggeleng kepalanya dengan pelan.


"Di mana Dia..? aku penasaran dengan anak baru yang menjadi bahan topik pagi ini..? apa benar dia lebih cantik dari ku..?"


"Tidak mungkin lah, karena kau tidak ada tandingannya." hibur klara, Dia tidak mau mood Nita berubah menjadi buruk, kalau itu terjadi maka klara dan Luna yang akan menjadi pelampiasannya.


"ehm...me.. menurut ku, kalau anak-anak bilang dia cantik pasti bener-bener cantik, aduh aku jadi ingin menjadi temennya." Seru Luna sambil melompat-lompat.


"Luna...!!" teriak Nita dan Klara secara bersama. Karena gemas Klara menginjak kaki temannya itu, membuat Luna meringis menahan sakit.


"Aduh...kenapa punya teman yang satunya kurang." Seru Nita sambil membuang nafas kasar.


sebelum meninggalkan Almira dan seyna yang masih berdiri di depan toilet, Nita menghampiri dan mengelus pipi Almira.


"Hallo...almira sayang, nanti sebelum pulang sekolah kita bermain-main seperti biasa ya.."


Setelah Nita dan gengnya pergi, Almira menatap tajam dan tersenyum tipis.


"oke...aku akan menemanimu bermain-main sebentar, karena Almira yang sekarang bukanlah Almira yang dulu yang mudah kamu tindas dan bully." Batin Almira.


Tret....tret.....tret...


Alarm sekolah berbunyi, tanda kelas akan di mulai dalam Belajar. semua siswa menatap ke arah Seyna karena baru pertama kali melihat wajahnya di kelas.


"kenalkan ini adalah Seyna, dia akan sekolah di sini. Dia masih sepupu dari Almira." Bu intan menjelaskan status Seyna. Semua anak berkenalan dengannya kecuali Nita dan gengnya.


"Lihat..si udik punya sepupu, pulang sekolah kita akan bermain-main dengan mereka bagaimana..? pasti serukan..?" Nita begitu berantusias.


prok...prok...prok..


Luna tiba-tiba bertepuk tangan, semua arah mata tertuju padanya.


"Asik..kata Nita nanti pulang sekolah akan bermain dengan Almira dan seyna. Ayo siapa yang mau ikut, angkat tangan."


"hu....hu....hu....hu...." Suara teriakan dari seluruh siswa tertuju ke pada Luna.

__ADS_1


 Tanpa rasa bersalah sama sekali, Luna tertawa dan bertepuk tangan lagi. Nita dan klara menyembunyikan kepalanya di atas meja di tutupi dengan buku.


"Nit..kayaknya kita harus mencari pengganti Luna, bisa-bisa geng ternama kita hancur karena Luna bikin ulah. Malu-maluin aja.."


"hiks..iya, aku juga bingung. kenapa dulu bisa memilih Luna masuk ke geng kita."


****


Hari ini pelajaran olahraga, semua siswa sudah bersiap di lapangan basket. Nita dan gengnya selalu tampil ke depan. Sesuai dengan kesepakatan minggu lalu, hari ini adalah pemilihan kapten basket putri. semua anak di uji satu-satu.


permainan basket Almira tidak kalah dengan Nita, tapi temen-temen selalu memandang Almira sebelah mata karena penampilan nya yang terlalu culun. Guru olahraga memberikan hasil keputusannya tentang siapa yang akan menjadi kapten basket putri.


Nita dengan percaya diri, maju ke depan dan melambaikan tangan kepada para siswa, semua teman cowok satu kelasnya berteriak memanggil namanya.


"Nita...Nita...Nita...Nita..."


Tak heran bila mereka semua mengelu-elukan nama Nita, karena terkenal dengan kecantikan dan kepopuleran nya di sekolah.


"Dan kapten basket putri tahun ini jatuh kepada......Almira."


Sorakan yang tadi terdengar, tiba-tiba langsung diam dan tidak ada suaranya. Tidak ada yang menyangka kalau gadis culun plus udik menjadi kapten basket putri.


prok...prok...prok..


"Ye...al...selamat ya...!!" Seru Seyna dan Luna serempak sambil melompat-lompat. Nita menatap tajam ke arah ujung lapangan.


"ibu...yang bener saja bu, masa Almira..?"


"iya bu, masa Almira kenapa tidak Nita bu..? dia cantik, pinter, seksi, seperti putri raja."


"kalau Almira yang menjadi kapten basket. , bisa-bisa sekolah kita di bully karena punya kapten sejelek dia."


"ya...benar...benar..."


"Diaaammmm....!! ibu di sini mencari kapten basket bukan pemilihan putri atau ratu sekolah apa kalian mengerti..!!"

__ADS_1


Semua murid yang menyaksikan penentuan kapten basket, protes akan terpilihnya Almira. Seyna hendak masuk ke dalam lapangan dia tidak mau bila temannya itu menjadi bahan ejekan. tapi tangannya di cegah oleh Luna.


"Hei...mau kemana kamu..?'


"Aku akan mencari sebuah ke adilan.." suara seyna penuh dengan penekan. Luna cuma mengangkat kedua bahunya dan tersenyum. seyna mendekati Almira, dia ingin menggunakan tongkat sihirnya untuk membungkam mulut semua orang di lapangan tapi di hentikan oleh Almira dan mengingatkan untuk tidak menggunakan ilmu sihir di sembarang tempat karena akan membuat curiga orang.


"ok..aku tidak akan menggunakan sihir tapi kau harus mengikuti apa kemauanku."


"huff apa-apa sih, pasti yang enggak-enggak deh, bikin males aja." gerutu Almira, seyna membisikan sesuatu pada guru olahraganya, entah apa yang di bisikan tapi guru itu hanya menganggukkan kepalanya.


"ok...ibu akan mengikuti kemauan kalian untuk memilih kapten basket putri sesuai kriteria kalian, cantik....seksi....pinter....dan juga...... seperti putri...bagaimana..?"


"ye.....gitu dong bu dari tadi.."


"ya benar gitu dong dari tadi, jadi kita tidak usah berdebat panjang kali lebar kali tinggi hahahaha..."


Nita langsung tersenyum sipu, saat guru olahraga mencari kapten basket putri sesuai dengan kriteria yang di sebutkan tadi. Dia yakin kali ini adalah dirinya yang akan menjadi kapten basket.


****


Di sisi lain Seyna menarik Almira ke dalam toilet dan langsung mengeluarkan tongkat sihirnya, sebelum beraksi dia menutup pintu agar tidak di lihat oleh orang.


"Hei..seyna, kamu mau ngapain..?"


"Sudahlah Al...kamu diam saja dan terima beres, satu lagi aku bisa menggunakan ilmu sihir ini karena tersembunyi jadi kamu jangan banyak protes."


Almira hanya menghembuskan nafas kasar, dia kini pasrah dengan apa yang akan di lakukan temannya.


"bra..alakadabra..berubah cantik.." tongkat sihir dia arahkan ke tubuh Almira, tiba-tiba penampilan Almira kini berubah menjadi seperti yang aslinya tanpa harus berpura-pura lagi.


"seyna..kenapa di ubah seperti ini..? aku nyaman dengan penampilanku yang terlihat culun."


"stop Almira..!! kamu harus menjadi dirimu sendiri, jangan mau di tindas, di olok-olok bahkan di bully."


Almira hanya pasrah, dia berfikir benar apa yang di katakan oleh temannya itu, menjadi diri sendiri itu lebih baik, dari pada harus berpura-pura menjadi orang lain. Seyna kembali ke lapangan basket dan memberi tahukan bahwa semuanya telah siap.

__ADS_1


"Baik, akan ibu lanjutan lagi pemilihan kapten basket tahun ini, maaf tadi terjeda. sesuai dengan keputusan ibu yang tidak bisa di ganggu gugat dan kalian meminta kriteria yang sudah di sebutkan tadi maka....ibu memilih Almira...tetap menjadi kapten basket..!!"


Bersambung...


__ADS_2