
setelah mengatakan itu Daniella pun pergi meninggalkan mereka untuk menuju ke toilet.
Setelah selesai dari toilet Daniella pun bergegas ingin kembali,tapi tiba-tiba saja beberapa orang mencegahnya
"siapa kalian?!" tanya Daniella pada orang-orang itu
orang-orang itupun tak memperdulikan pertanyaan Daniella dan malah membius Daniella dan membawanya keluar dari restoran itu.
beberapa menit pun berlalu,Gabriel dan yang lainya pun sedikit gelisah saat Daniella belum kembali sejak tadi.
"kenapa dia belum kembali?" tanya Gabriel pada Joce dan Dirga
"kakak juga tidak tau Riel,apa kita sebaiknya cek saja kesana?" tanya Joce berpendapat
"biar aku saja kak,kalian tunggu disini" kata Gabriel kemudian
setelah mengatakan itu dia pun segera bergegas menuju ke toilet untuk mencari Daniella.
saat Gabriel ingin masuk dia lupa bahwa itu adalah toilet wanita jadi dia memanggil kembali kakaknya untuk ikut bersama nya,Dirga pun juga mengikuti mereka,
setelah Jocelyn masuk dia tak menemukan seorang pun berada di dalam toilet itu.
"bagaimana kak apa dia masih di dalam?" tanya Gabriel saat kakaknya keluar dari toilet
"tidak ada siapapun didalam Riel"kata joce khawatir
__ADS_1
"lalu dimana dia kak , bukankah tadi dia bilang mau ke toilet?"tanya Gabriel lagi
"kakak juga tidak tau Riel"kata joce lagi
"akhhh dimana sebenarnya dia" ucap Gabriel frustasi sambil mengusap kasar wajahnya
"Riel tenang ,ayo cek cctv dulu mungkin ada cctv di sekitar sini" kata Dirga menyarankan
"ya sudah ayok bang "ucap Gabriel
setelah itu mereka pun mencari manager restoran untuk melihat rekaman cctv di restoran itu, awalnya manager itu menolak karena alasan privasi restoran,tapi saat dirga mengancam nya, manager itupun ketakutan dan langsung membawa mereka ke ruangan cctv ,
setelah mereka sampai di ruangan,mereka pun lagsung di tunjukkan beberapa rekaman cctv di situ, Gabriel juga meminta agar di tunjukkan rekaman di luar toilet beberapa menit yang lalu,
saat mereka melihat rekaman itu begitu terkejut nya mereka saat tau Daniella telah di bius dan di bawa oleh beberapa orang yang tak dikenal pergi dari restoran itu.
"s*Al kita harus cari mereka segera!!" umpat Gabriel juga dengan amarahnya
"joce ,kamu pulang lah dulu biar anak buahku yang mengantar mu,aku dan Gabriel akan menyelamatkan Daniella"pesan Dirga pada Jocelyn
"tapi aku ingin ikut kalian" kata joce pada mereka
"tidak Joce ,kamu pulang saja akan bahaya jika kamu ikut" kata Dirga membujuk Jocelyn
"iya kak bang Dirga benar,kakak lebih baik tunggu dirumah saja"ucap Gabriel menambahkan
__ADS_1
"hemm baiklah kalau gitu kalian hati-hati ya jangan sampai terluka" perintah Joce pada mereka
"iya sayang "ucap Dirga pada istrinya
"baik kak" ucap Gabriel juga
setelah itu mereka pun kembali meminta rekaman cctv di parkiran restoran, setelah mereka mendapatkan plat mobil yang membawa Daniella, mereka pun segera bergegas untuk menyelidiki mobil itu, sedangkan Jocelyn sendiri sudah di jemput oleh beberapa anak buah Dirga yang akan mengantarnya untuk pulang ke rumah.
Jocelyn awalnya sedikit cemas tapi saat dirga meyakinkan nya bahwa mereka akan baik-baik saja ,Joce pun akhirnya menurut dan membiarkan mereka untuk pergi menyelamatkan Daniella.
Gabriel dan Dirga pun bersama-sama mencari lokasi terakhir mobil yang telah membawa Daniella, mereka juga telah menghubungi Gavin,Gerald dan juga Steve untuk mengikuti mereka.
Gerald dan Steve juga di minta oleh Gabriel untuk melacak plat mobil itu, setelah mengetahui dimana posisi mobil itu mereka pun segera menuju ke lokasi tersebut , setelah sampai Gabriel dan Dirga bertemu dengan Gerald ,Gavin dan juga Steve yang sudah sampai duluan disitu.
"bagaimana apa kalian tau dimana mobilnya?" tanya Gabriel tak sabar
Steve pun menunjuk mobil yang sedang terparkir dekat dengan jurang itu.
"itu mobilnya bos" kata Steve pada Gabriel
"lalu dimana mereka membawa Daniella?" tanya Dirga yang juga penasaran
"kelihatan nya mereka membawa kakak ke bawah jurang bang" kata Gavin yang ikut bicara
"apa kalian sudah mengeceknya?
__ADS_1
"belum ,karena kami baru sampai kesini dan menunggu kalian"kata Gerald
tak banyak bertanya lagi Gabriel pun segera menuruni jurang itu,disusul oleh Dirga dan yang lainya..