
Saat Gabriel ingin mengangkat Dirga dan membawanya pergi ke RS tiba-tiba saja nafas Dirga berhenti , sehingga membuat Gabriel mengurungkan niatnya.
"ada apa Riel apa bang Dirga baik-baik saja?" tanya Gavin saat melihat tatapan kosong dari Gabriel
"Riel jawab apa bang Dirga tidak apa?!" tanya Gavin lagi yang tak sabaran
"Dirga sudah tiada Vin" kata Gabriel kemudian
sedangkan Daniella pun menutup mulutnya karena tak percaya dengan apa yang Gabriel katakan pada Gavin.
"a-apa kak Dirga....,hiks hiks kak Dirga bangun kita baru berkumpul lagi setelah sekian lama, kenapa kakak tinggalin aku dan Gavin" kata Daniella menangis dengan sangat keras
"bang Lo jangan pergi secepat ini,kita baru saja berdamai ,lalu kenapa Lo ninggalin gue" kata Gavin juga sambil memukul- mukul tanah dengan tangannya
sedangkan Gabriel sendiri dalam diam memandang wajah Dirga yang sangat pucat itu,dia sebenarnya ingin menangis tapi menangis pun tidak akan bisa mengembalikan Dirga lagi ,jadi dia hanya bisa menguatkan dirinya kali ini, karena beberapa orang masih membutuhkan nya untuk menenangkan mereka.
"gue tau ini berat ,tapi kita harus merelakan nya"kata Gabriel kemudian setelah terlalu lama diam
"tapi Riel,ini begitu cepat" kata Gavin dengan mata yang sembab
"hiks hiks kak Dirga"kata Daniella yang masih menangis
Setengah jam pun berlalu, Gabriel sudah berhasil menenangkan Gavin dan juga Daniella dan dia juga sudah membawa Dirga ke rumah orangtuanya untuk segera di urus jenazahnya, sementara dia belum memberitahu kakaknya tentang Dirga yang sudah tiada saat ini.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah keluarga Fernandez ayah Dirga yang melihat jenazah putranya pun menangis tersedu-sedu ia tak menyangka bahwa Dirga akan meninggalkan nya secepat itu.
Sedangkan Gabriel sudah menyuruh Steve untuk menjemput Jocelyn dan membawanya ke rumah keluarga Fernandez.
Jocelyn yang di jemput Steve pun bertanya-tanya kenapa Steve yang menjemput nya,bukan Dirga saja ,tapi Steve hanya bilang bahwa itu perintah dari Gabriel.
"oh ya Steve apa Dirga bersama Gabriel sekarang,dan apa Daniella sudah ketemu?" tanya Jocelyn penasaran
"ya nona ,bos sedang bersama tuan Dirga dan juga nona muda Daniella" kata Steve pada Jocelyn
sebenarnya Steve tidak tega untuk menyembunyikan semuanya pada Jocelyn tapi bagaimanapun ini perintah dari Gabriel agar kakaknya sampai di rumah Fernandez terlebih dahulu.
Setelah sampai disana Joce pun binggung saat melihat banyak orang berkerumun di rumah itu.
"nona turunlah dulu nanti nona akan tau" kata Steve pada Jocelyn
tidak banyak bertanya lagi Joce pun segera turun dari mobil dan berjalan menuju ke rumah, karena perasaan nya yang tak enak,
dengan langkah yang cepat joce telah sampai di depan pintu.
"apa yang terjadi?" tanya Joce yang melanjutkan langkahnya untuk mendekat
semua yang melihat kedatangan Joce pun segera berdiri untuk menjelaskan padanya,Daniella juga memeluk Joce untuk menenangkan nya.
__ADS_1
"kak do'a in kak Dirga tenang ya"kata Daniella dengan mata yang masih basah karena air mata.
"apa maksudnya ini,kalian bercanda kan,Dirga baik-baik aja kan hah!" ucap Jocelyn pada mereka
"kak tenanglah,bang Dirga udah ga ada,tolong kakak yang ikhlas" kata Gabriel pada kakaknya
Jocelyn yang kehilangan keseimbangan nya pun jatuh tertunduk di lantai
"tidak mungkin,apa yang kalian katakan ini tidak benar kan?" tanya Jocelyn lagi
"kak Joce kami berkata yang sebenarnya " kata Gerald ikut bicara
"nak relakan Dirga supaya dia tenang disana" kata Dimas pada menantunya
Jocelyn kemudian bangkit dan melihat sendiri tubuh Dirga yang sudah tak bernyawa itu.
dan air matanya pun tak bisa terbendung lagi ,dia pun menangis sejadi-jadinya saat itu.
"kenapa kamu pergi secepat ini hiks hiks" tangis Jocelyn pecah saat menatap wajah sang suami yang terlihat damai itu.
Kemudian beberapa jam pun berlalu Dirga juga sudah di makam kan dengan layak, sedangkan orang yang menyebabkan Dirga tiada sudah di eksekusi oleh Gavin dengan tangan nya sendiri.
Jocelyn pun masih tak menyangka Dirga pergi secepat itu , padahal hubungan nya dengan Dirga juga baru dimulai beberapa hari yang lalu.
__ADS_1