
Jocelyn pun mengangguk dan berusaha tersenyum pada papa mertua nya itu.
beberapa hari kemudian di mansion Gabriel,Lea sedang berbicara bersama dengan Amara, karena beberapa hari ini dia kesepian saat Gabriel tidak bersamanya.
"Ra kamu jenuh ga sih seharian disini?" tanya Lea sambil menopang dagunya di meja
"emm jenuh sih nona,tapi ya selagi masih sama nona ga jenuh-jenuh banget sih" kata Amara polos
"yah kamu Ra,emm gimana kalau kita keluar jalan-jalan"Kata Lea memberikan ide
"tapi nona,tuan Gabriel bilang kalau mau keluar harus bawa pengawal" ucap Amara
"iya juga ya Ra"
Lea pun kemudian berfikir sampai dia menemukan ide lagi.
"bentar Ra" kata Lea kemudian diapun mengeluarkan ponselnya
"nona mau ngapain?" tanya Ara polos
Lea pun tersenyum kemudian setelah itu diapun mengetikkan sesuatu ke ponselnya, beberapa saat kemudian Lea pun menyimpan kembali ponselnya.
"tunggu sebentar lagi Ra,kita tidak perlu pengawal untuk menemani kita" kata Lea tersenyum bahagia
"maksud nona?" tanya Arra yang masih belum paham
"sudah tunggu saja Ra" kata Lea lagi
beberapa saat kemudian dua orang pun lari dengan terburu-buru masuk ke dalam mansion, mereka adalah Gavin dan Gerald yang baru saja di beri pesan oleh Lea lewat ponselnya.
"kalian gapapa?" tanya Gavin khawatir
__ADS_1
sementara Gerald masih ngos-ngosan karena berlari.
"loh tuan-tuan kenapa kok lari-lari" tanya Arra terkejut saat melihat mereka
mereka berdua pun kemudian saling memandang karena binggung
"tadi bukanya Lea bilang kalian sedang butuh bantuan"kata Gavin mengingat pesan yang Lea kirimkan padanya
"iya le, bukanya tadi kamu bilang bantuan ini sangat penting,aku kira kamu sedang dalam bahaya"kata Gerald juga
"ehh,bukan bantuan seperti itu maksudku,tapi aku hanya ingin kalian menemani aku dan Arra saja untuk jalan-jalan"jelas Lea pada mereka
mereka pun akhirnya bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari Lea, mereka fikir terjadi sesuatu dengan Lea,
Karena jika terjadi sesuatu pada Lea mereka takut Gabriel tidak akan mengampuni mereka,tapi untung saja Lea baik-baik saja .
"kalian gapapa kan?" tanya Lea memastikan
"gapapa kok le,hanya saja lain kali kamu bilang saja kalau ingin kami temani" kata Gerald yang masih sedikit ngos-ngosan
"eh iya maaf ya sudah buat kalian khawatir"kata Lea sedikit menyesal
"gapapa kok le" kata mereka bersamaan
sementara tadi Arra kedapur sebentar untuk membuatkan Gavin dan Gerald minuman.
setelah itu mereka semua pun segera pergi jalan-jalan ke sebuah taman hiburan yang sangat ramai.
"wah setelah sekian lama ga kesini, akhirnya aku kesini lagi" kata Lea begitu senang
"ya sudah kalian tunggu dulu biar aku yang beli tiket" kata Gerald menawarkan diri
__ADS_1
mereka semua pun mengangguk, setelah itu Gerald pun pergi untuk membeli tiket.
"oh ya Vin ,aku mau beli gula kapas dulu ya" kata Lea
"biar aku aja,kamu tunggu sini sama Arra" kata Gavin pada Lea
"apa tidak merepotkan?" tanya Lea sedikit gak enak
"gapapa,tunggu saja disini,tunggu Gerald juga yang lagi beli tiket" kata Gavin lagi
setelah itu Gavin pun segera pergi mencari penjual gula kapas di sekitar taman.
sementara itu Gerald baru saja kembali dengan membawa 4 lembar tiket masuk untuk mereka.
"lho Gavin mana?" tanya Gerald celingukan mencari Gavin
"dia lagi beli gula kapas ger" kata Lea menjawab
"oh begitu ya,kalau gitu kita tunggu atau masuk duluan?" tanya Gerald pada mereka
"tunggu saja,kasian Gavin nanti nyariin" kata Lea
"iya tuan tunggu Gavin saja" kata Arra juga
"yah baiklah kalau gitu" kata Gerald mengerti
saat mereka sedang menunggu Gavin, tiba-tiba saja dia orang pengunjung taman mendekati mereka.
"Arra,Lo Arra kan?" kata orang itu saat melihat Amara
"Kak Intan,ibu,kalian sedang apa disini?" tanya Arra pada mereka
__ADS_1
"ga penting kita disini,harusnya gue nanya Lo ngapain disini,emang Lo punya uang hah?!" kata intan dengan sinisnya
"iya Ra kamu ngapain disini,pulang gih malu-maluin aja" kata ibu Lisa yang merupakan ibu dari Arra dan Intan.