Gabriel Si Mafia Tampan

Gabriel Si Mafia Tampan
Pilihan Sulit


__ADS_3

"jadi tuan Gabriel yang membantu kita?" tanya Lea pada intinya


Gavin pun mengangguk untuk membenarkan pertanyaan Lea


"tuan Gabriel itu siapa nak?" tanya Davis yang dari tadi mendengarkan percakapan Lea


"tuan Gabriel itu yang selama ini nolongin Lea pah" kata Lea menjelaskan


Davis pun mengangguk mengerti, sedangkan Ariana sendiri saat ini sibuk berbicara dengan Amara,dia juga masih tidak menyangka ternyata Amara adalah putri kandungnya, pantas saja waktu pertama dia bertemu dengan Amara,ada sebuah ikatan yang mendorong nya untuk lebih dekat dengan Amara.


"oh ya Vin kapan tuan Gabriel kembali?" tanya Lea yang sebenarnya sedang merindukan Gabriel


"hemm entahlah,kalau dia kembali mungkin dia akan menemui mu terlebih dulu"ucap Gavin tersenyum


"emm gitu ya"kata Lea sendu


"sudah jangan sedih kalau sudah waktunya dia pasti kembali" kata Gavin lagi


"ya sudah kalau gitu aku balik dulu ya le,ada urusan yang harus aku selesaikan dulu" kata Gavin berpamitan, tak lupa dia juga berpamitan pada Amara dan orangtuanya.


sedangkan Lea sendiri masih di restoran itu bersama dengan orangtuanya dan juga adiknya.


"aku senang akhirnya rahasia Tante Lisa sudah terbongkar" kata Lea senang


"iya nak untung kamu mengajak kami kesini,jadi kami tau kalau Kania itu bukan putri kandung kami" kata Ariana ikut senang

__ADS_1


"karena Kania sudah tidak akan kembali ke rumah,apa kamu akan pulang bersama kami nak?" tanya Davis pada Lea


deg


Lea pun binggung harus bagaimana,disisi lain dia ingin kembali pulang bersama orangtuanya tapi disisi lain dia juga tak ingin pergi dari mansion Gabriel secepat ini.


"emm nyonya ,tuan mungkin nona Lea akan memikirkan dulu permintaan kalian" kata Amara menyahut untuk membantu Lea


"nak jangan panggil kita tuan dan nyonya tapi panggil saja kita mama dan papa"kata Davis yang menggeleng sambil tersenyum pada Amara


"iya nak kita ini orang tua kamu,mulai sekarang panggil kami papa dan mama ya.."ucap Ariana menambahkan


"eh iya ma..,pa.."ucap Amara sedikit kikuk


Ariana pun tersenyum sambil mengelus lembut rambut Amara .


"maafin Lea pa,ma,Lea seperti nya belum bisa pulang bersama kalian" kata Lea binggung


Davis dan Ariana pun saling memandang kemudian mereka tersenyum menatap lea.


"tidak apa nak ,apapun yang kamu inginkan kami tidak akan menghalangi kamu" ujar Davis membelai rambut putrinya


Lea pun tersenyum dan segera berdiri untuk memeluk papa dan mamanya


"makasih pa,ma,Lea janji akan mengunjungi kalian sesering mungkin" kata Lea begitu senang

__ADS_1


"emm ma,pa apa aku juga masih boleh menemani nona Lea?" tanya Amara sedikit takut


"memangnya kamu tak ingin tinggal bersama kami nak?" tanya Ariana menatap Amara lekat


"bukan begitu ma,tapi saya hanya ingin menemani nona Lea" kata Amara lagi


Davis pun menghela nafas nya kemudian dia pun juga menerima keinginan Amara untuk menemani Lea.


"baiklah kamu boleh ikut dengan Lea,tapi kamu tanya Lea apa dia setuju atau tidak"kata Davis kemudian


"bagaimana sayang?" tanya Ariana menanti jawaban lea


"emmm tidak boleh" kata Lea menolak


"tapi kenapa nona?" tanya Amara menunduk sedih


sementara orangtuanya juga binggung kenapa Lea menolak permintaan Amara padahal sebelumnya Lea sangat baik pada Amara.


"hahaha maksudku kalau kamu ingin ikut denganku maka kamu tak boleh memanggilku nona,tapi mulai sekarang panggil aku kakak" kata Lea kemudian


orang tua Lea pun tersenyum saat mendengar perkataan Lea begitupun dengan Amara yang langsung berdiri dan memeluk Lea dari belakang


"makasih kak, makasih banyak" ucap Amara begitu senang.


sementara mereka tak menyadari seseorang sedang mengawasi mereka secara sembunyi-sembunyi.

__ADS_1


"kalian boleh bahagia sekarang tapi tunggu pembalasan ku nanti" kata seseorang itu yang tersenyum aneh sambil menatap mereka.


__ADS_2