
sementara itu Dirga saat ini sudah sampai di kamarnya dan memikirkan beberapa kejadian hari ini, sebelumnya dia juga baru bertemu dengan seorang wanita yang membuatnya lupa tentang Katlyn.
Flashback on
beberapa jam yang lalu Dirga mendapat sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal dan seseorang itu memintanya untuk bertemu di restoran bugenvil,Dirga pun mengiyakan permintaan itu ,dia pun segera mengambil kunci mobilnya dan pergi tanpa pengawal.
setelah sampai Dirga pun mencari seseorang yang memberinya pesan tadi ,namun Dirga tak menemukan nya, tiba-tiba saja seorang wanita menarik tangannya untuk duduk di sebuah kursi restoran tersebut
seorang wanita itu memakai sebuah masker yang menutupi setengah wajahnya, setelah berhasil menarik Dirga untuk duduk wanita itu pun mulai membuka masker nya.
"siapa lo, kenapa narik gue ?" tanya Dirga pada wanita itu
"gue Jocelyn,dan gue yang ngasih lo pesan tadi" ucap Joce langsung
"Jocelyn, seperti nya gue pernah denger nama itu" kata Dirga sedikit berfikir
"langsung ke intinya saja ,gue disini cuma pngn minta Lo batalin perjodohan kita! ucap Joce to the point
setelah mendengar perkataan Jocelyn tadi akhirnya Dirga ingat siapa wanita yang berada di depannya ini.
__ADS_1
Dirga POV
Beberapa hari yang lalu bokap gue nyuruh gue untuk pulang ke rumah gue yang berada di luar kota,dia bilang dia ingin ketemu dengan gue,gue sebenarnya enggan untuk pulang tapi bokap gue yang bersikeras agar gue segera pulang.
gue pun kemudian menurut i kemauan bokap gue karena gue tau bokap gue juga kesepian sejak nyokap gue meninggal.
Sebagai anak tertua di keluarga Fernandes yang selalu menjadi kebanggaan bokap gue, gue dulu juga harus mengurus kedua adik gue yaitu Daniella dan Gavin,gue sangat menyayangi keduanya sampai akhirnya adik pertama gue tewas dan adik kedua gue menghianati gue.
Bokap gue selalu percaya bahwa gue bisa melindungi dan menjaga mereka,tapi kenyataannya gue adalah seorang Abang yang gagal untuk mereka dan semenjak itulah gue terlalu malu untuk bertemu dengan bokap gue karena gue gak bisa jagain mereka seperti amanahnya.
saat ini gue sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengan bokap gue,sebut saja namanya Dimas Fernandes ,dia adalah seorang papa yang baik bagi gue,dia selalu berharap gue menjadi seseorang yang baik,tapi nyatanya gue selalu mengecewakan nya dan gue memilih jalan hidup sebagai seorang mafia.
beberapa jam sudah berlalu akhirnya gue sampai di kediaman papa gue ,gue pun segera masuk ke rumah itu niatnya sih untuk memberinya kejutan,tapi tak disangka disitu juga ada 2 orang yang satu laki-laki dan yang satu perempuan,kalau gue lihat seperti nya mereka adalah sepasang suami istri.
gue pun hanya tersenyum menanggapi ucapan papa, setelah beberapa saat papa nyuruh gue buat ikut duduk bersama mereka,gue pun menurut dan ikut duduk.
setelah itu papa pun mengenalkan kedua orang di depan gue.
"oh ya nak ini tuan Zafier dan nyonya Nadine,apa kamu masih ingat mereka?" tanya papa gue
__ADS_1
gue pun berusaha mengingat ingat siapa kah mereka lalu kemudian papa gue menjelaskan ke gue lagi untuk membantu gue .
"mereka adalah tetangga kita dulu nak waktu di London,apa kamu ingat ,waktu kamu masih kecil kamu sering bermain di rumah mereka dan menjahili anak perempuan mereka" jelas papa ke gue
setelah gue ingat-ingat lagi akhirnya gue pun ingat tentang mereka dan cewek tomboi yang sering gue ganggu dulu
"jadi kalian papa dan mamanya Joce?" tanya Dirga penasaran
"wah ternyata kamu masih ingat Joce ya Dirga" kata papa Jocelyn
"iya Dirga ,pasti kamu juga ingat waktu dulu di pukul Joce gara-gara ngerusak bonekanya"tambah mama dari Joce sambil tertawa mengingat kejadian itu
gue pun tersenyum ketika mengingat itu,gue dulu pernah membuat Jocelyn nangis karena bonekanya gue rusak, saat itu usia gue dan Joce masih sekitar 6 tahunan.
Waktu itu karena Jocelyn begitu tomboi,gue fikir dia gak pantes buat main boneka.
Jadi gue goda dia dan ngerusak boneka miliknya, setelah itu dia pukul gue sampai hidung gue berdarah,semenjak itu gue gak mau bikin dia nangis lagi.
Saat itu Joce juga memiliki seorang adik tapi gue lupa namanya karena gue jarang bermain dengan adiknya,gue juga tidak terlalu akrab dengan adiknya,jadi waktu gue main dengan Jocelyn,gue juga bawa adik gue Daniella untuk bermain dengan adiknya Jocelyn yang entah siapa namanya sementara adik gue yang paling bungsu juga terkadang ikut main bersama dengan adik pertama gue Daniella, semenjak saat itu gue berteman baik dengan Joce walaupun masih sering menjahilinya.
__ADS_1
sampai saat itu gue dan keluarga gue harus pulang ke indo karena beberapa pekerjaan bokap gue ,dan akhirnya belum sempat gue berpamitan pada Joce, bokap dan nyokap gue sudah membawa gue dan adik-adik pergi,saat itulah gue gak pernah ketemu dengan Jocelyn lagi.
Tak sadar gue ngelamun mengingat kejadian itu dan papa pun menegur gue.