
"terimakasih nak telah memaafkan kami"kata Davis menatap Daniella yang masih berpelukan dengan istrinya.
Davis dan Ariana tak menyangka Daniella begitu baik dan mau memaafkan mereka,dan mereka juga semakin menyayangi Daniella layaknya anak kandung mereka seperti sebelumnya.
Gavin juga ikut bahagia karena dia bisa bertemu lagi dengan kakaknya yang selama ini dia rindukan.
Saat mereka semua masih di RS untuk menjaga Daniella, tiba-tiba Steve menelvon Gerald untuk memberitahu dimana Gabriel berada.
kring
kring
"sebentar ya aku angkat telpon dulu" kata Gerald pada mereka, kemudian dia pun berlalu keluar ruangan
📱:ya,ada apa Steve?" tanya Gerald di telpon
📱"tuan seperti nya saya tau dimana bos"kata Steve
Gerald pun terlihat senang saat mendengar itu.
📱"dimana dia cepat katakan Steve!" kata Gerald tidak sabaran
📱: sepertinya dia dibawa oleh Dirga Fernandes tuan"
📱:apa kamu yakin Dirga yang membawanya Steve, bukankah kita pernah mencari kesana sebelumnya tapi tak menemukan Riel disana" kata Gerald ragu
📱:iya tuan ,saya yakin nona Joce sendiri yang mengatakan nya"
📱:kak Joce, dimana dia?" tanya Gerald saat mendengar nama Jocelyn
📱:dia tadi pagi ke mansion tuan,tapi dia tak menemukan kalian jadi dia kembali,lalu saat dia ingin kembali kami berpapasan,dia menceritakan semuanya pada saya,lalu setelah itu dia buru-buru pergi"
__ADS_1
📱: apa yang dia ceritakan Steve?"
📱:banyak tuan mulai dari perlakuan Dirga yang berubah padanya dan yang lainnya"
📱:lalu kenapa kau tak mencegah kak Joce untuk pulang Steve, bukankah itu akan bahaya untuknya" kata Gerald kesal
📱: saya sudah mencegahnya tuan,tapi nona Joce bersikeras ingin kembali"
📱:yah baiklah Steve,Lo dimana sekarang,gue akan kesana,kita susun rencana untuk mengeluarkan Gabriel dari sana" kata Gerald pada Steve
setelah itu Steve pun memberitahu posisi nya saat ini pada Gerald, setelah itu Gerald pun mematikan ponselnya dan kembali masuk ke dalam ruangan.
"siapa ger?" tanya Gavin berbisik pada Gerald yang baru masuk
"ini Steve" kata Gerald
"ada apa, apakah Riel sudah ketemu?" tanya gavin lagi
"nanti gue jelaskan,yang jelas Lo ikut gue nanti" kata Gerald pada Gavin
"tidak kak,kami hanya membicarakan bisnis saja,oh ya lebih baik kakak pulihkan kesehatan Kakak dulu jangan banyak fikiran"kata Gavin menasehati
"apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Daniella mengintimidasi mereka
"gawat sepertinya dia memang benar-benar kakakku,lihat saja caranya mengintimidasi seseorang " batin Gavin sambil menenguk ludahnya kasar
"sepertinya Daniella sudah kembali ke mode aslinya,dia bukan Lea yang lembut lagi"batin Gerald juga
"kenapa diam!!" tanya Daniella lagi yang tak kunjung mendapatkan jawaban
"ti-tidak kak,kami tidak menyembunyikan apapun,benar kan ger?" tanya Gavin sambil melirik Gerald yang berdiri di sebelahnya
__ADS_1
"iya la,Gavin benar" kata Gerald membantu Gavin
"hemm okey,lalu apa kalian sudah menemukan dimana Riel?" tanya Daniella pada mereka
mereka pun menggeleng bersama,yang membuat Daniella kembali bersedih.
"kak jangan sedih,kakak berdo'a saja ya supaya tuan Gabriel bisa kembali"kata Amara berusaha menghibur Daniella
"iya Ra,tapi aku merindukan nya,dia pasti senang karena aku sudah kembali " kata Daniella sendu
"kak benar kata Amara,kakak berdo'a saja semoga Riel cepat ditemukan" kata Gavin juga untuk menghibur kakaknya
Malam pun berlalu begitu cepat,Gavin dan Gerald saat ini sedang menuju ke markas untuk bertemu dengan Steve , sedangkan Amara dan kedua orangtuanya di tugaskan oleh Gavin untuk menjaga Daniella di RS.
Gavin pun segera meminta penjelasan pada Steve setelah mereka sampai di markas.
"apakah kak Joce menceritakan semuanya padamu Steve?" tanya Gavin yang memang sudah tau dari Gerald, soal Jocelyn yang datang ke mansion tadi pagi.
"iya tuan,saat ini bos sedang berada di sebuah tempat terpencil di hutan dan nona bilang Dirga menjaga tempat itu dengan ketat" kata Steve menjelaskan
"lalu bagaimana Joce bisa tau kalau dirga menyembunyikan Riel disana Steve?" tanya Gerald yang juga penasaran
"nona bilang,dia tak sengaja mendengar perkataan Dirga pada anak buahnya saat itu"kata Steve lagi
"lalu apa dia benar-benar yakin Riel ada disana??"
"entahlah tuan,tapi sepertinya memang apa yang dikatakan nona masuk akal, karena kita tidak bisa melacaknya,mungkin karena sinyal di hutan begitu susah"ucap Steve
"kalau begitu ayo ke hutan" kata Gavin pada mereka
"tapi tuan hutan itu sangat terpencil,kita perlu menaiki kapal untuk sampai kesana, begitulah yang nona Joce katakan" kata Steve pada mereka
__ADS_1
"oh ya ini nama hutan dan peta yang telah difotokopi oleh nona,dia memberikan nya padaku sebelum dia pergi" kata Steve lagi sambil memberikan sebuah kertas yang dia lipat di sakunya
Gavin dan Gerald pun sama-sama melihat peta itu dan juga mempelajari jalan-jalan yang berada di dalam peta.