Gabriel Si Mafia Tampan

Gabriel Si Mafia Tampan
Rencana Lea


__ADS_3

"yah baiklah aku akan menasehati intan" kata Lisa sambil mengambil uang yang Kania berikan padanya .


"apa segitu cukup?" tanya Kania


"yah lebih dari cukup, makasih Kania,kamu putri ibu yang sangat baik" kata Lisa memuji Kania


"jadi Kania itu bukan adik nona Lea, melainkan adik dari kak intan,jadi adik nona Lea yang sebenarnya adalah...." batin Amara sambil menutup mulutnya karena tak percaya dengan apa yang dia ketahui barusan.


saat Amara ingin kembali tiba-tiba saja ia tak sengaja menginjak ranting kayu yang berserakan di sekitar gang.


kreak


"siapa itu?" tanya Kania dan Lisa yang terkejut


Amara yang panik pun segera pergi meninggalkan tempat itu,untungnya keberuntungan berada di pihak Amara yang membuatnya bisa pergi dari situ.


sedangkan Lisa dan Kania pun mengecek sumber suara tadi.


"siapa sih tadi" kata Kania celingukan


"hemm mungkin tikus,biarkan saja" kata Lisa acuh


"ya sudah kalau gitu,aku pulang dulu ,mau ketemu Ken" kata Kania buru-buru


setelah itu Kania pun meninggalkan ibunya dengan sejumlah uang yang ia berikan tadi.

__ADS_1


"lumayan dapet uang" kata Lisa begitu senang.


sedangkan disisi lain saat Amara sudah keluar dari gang sempit itu dia segera mencari taksi untuk segera kembali ke Mansion.


di dalam taksi Amara menangis sejadi-jadinya karena masih syok saat mengetahui kebenaran itu.


"nona tidak apa?" tanya sopir taksi yang khawatir saat melihat penumpang nya itu menangis dari tadi.


"tidak apa kok pak lanjutkan saja,saya baik-baik saja" kata Amara yang masih menangis


supir taksi itupun mengangguk dan segera mengantarkan Amara ke alamat yang sudah di berikan oleh Amara sebelumnya.


" pantas saja ibu selalu lebih menyayangi kak intan daripada aku, ternyata aku bukanlah anak kandungnya,lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa aku tertukar dengan Kania,apa ini di sengaja'?" batin Amara yang masih memikirkan itu


"hiks apapun yang terjadi aku harus cerita sama nona Lea juga ,bahwa Kania bukanlah adik kandung nya,lalu jika aku memberitahu nona,apa nona akan percaya ya?' batin Amara bimbang.


setelah itu dia segera bergegas masuk ke dalam mansion.


Lea yang baru saja turun pun terkejut saat melihat Amara yang menangis dengan matanya yang sedikit memerah,mungkin karena terlalu lama ia menangis.


"loh Ra ,kenapa nangis?" tanya Lea khawatir


saat melihat Lea Amara pun segera memeluknya,entah apa yang ada di fikiranya saat ini, tapi yang dia inginkan saat ini hanyalah untuk memeluk Lea.


"Ra kenapa nangis kamu?" tanya Lea lagi yang belum mendapatkan jawaban dari Amara

__ADS_1


Lea juga mengelus punggung Amara untuk menenangkannya


setelah Amara sedikit tenang,Amara pun mulai menceritakan apa yang baru saja ia ketahui, awalnya Amara ragu karena Amara takut kalau Lea tak percaya padanya,tapi di luar dugaan,Lea malah memeluk Amara lagi layaknya seorang kakak yang sangat bahagia.


"apa nona tidak marah sama saya?" tanya Amara sedikit takut


"untuk apa aku marah sama kamu?" tanya Lea balik


"saya takut nona tidak percaya dengan cerita saya tadi" kata Amara lagi


"aku gak marah Ra,aku malah senang kalau itu benar, karena hubungan ku dengan Kania sendiri juga tidak terlalu akur,tapi aku juga harus membuat rencana agar Kania dan ibunya mau mengakui rahasia mereka di depan papa Davis dan mama"ujar Lea


"karena kalau hanya kesaksian dari kamu aku takut mereka akan merencanakan sesuatu nantinya untuk menjatuhkan mu"ujar Lea lagi


Amara pun faham dengan apa yang Lea maksud dan dia juga setuju untuk mengikuti rencana Lea untuk menjebak ibu Lisa dan Kania.


beberapa hari kemudian Lea mengajak orang tuanya untuk bertemu di sebuah restoran begitupun juga Amara yang disuruh Lea untuk membawa ibunya ke restoran itu, awalnya Lisa menolak ajakan Amara tapi saat Amara bilang padanya bos nya ingin bertemu dan akan memberinya uang yang sangat banyak Lisa pun setuju untuk ikut.


sesampainya di restoran Amara dan Lisa sudah datang terlebih dulu dan sudah duduk di kursi restoran.


"mana bos mu itu,katanya mau ketemu?" tanya Lisa sambil sesekali celingukan


"sebentar lagi dia sampai Bu"kata Amara dengan sangat sabar


"yah baiklah awas aja kalau kamu bohong sama ibu" kata Lisa memperingatkan

__ADS_1


"engga kok Bu,tunggu aja ya" kata Amara lagi


setelah itu Lisa tidak bertanya lagi sampai beberapa menit kemudian Lea datang menemui mereka.


__ADS_2