
"Hem baiklah hari ini sampai disini saja,oh ya ger bawa mereka ke ruang eksekusi dan lakukan apapun yang Lo inginkan" ucap Gabriel menatap mereka dengan senyuman yang sangat aneh
sementara mata-mata musuh itu semakin ketakutan saat Gabriel menatap mereka seperti itu , sementara Gerald juga begitu bersemangat saat Gabriel menyerahkan mereka padanya , biasanya Gabriel akan mengeksekusi nya sendiri tapi ini entah kenapa Gerald yang di suruh untuk melakukan nya.
"baiklah terimakasih Riel gue akan membuat sesuatu yang menyenangkan untuk mereka"ucap Gerald menyeringai
"baiklah gue pergi dulu,dan Steve tolong bilang pada Gavin untuk datang menemui ku besok" ucapnya pada Steve
"baik bos"
sementara Gerald pun terkejut saat mendengar Gabriel menyebut nama Gavin , karena dia baru tau kalau Gavin sudah kembali ke kota ini
"Riel apa yang Lo bilang tadi,apa Gavin kembali?"
"yah seperti yang Lo dengar "
"benarkah,kalau begitu besok gue juga ingin menemuinya " ucap Gerald begitu bersemangat
"selesaikan dulu tugas yang gue berikan buat Lo,dan besok datanglah kalau sudah selesai"
"siap Riel,kalau begitu gue bawa mereka dulu"
Gabriel pun hanya mengangguk kemudian berlalu begitu saja, sementara Steve membantu Gerald untuk mengeksekusi para mata-mata itu dengan begitu sadis.
__ADS_1
Gabriel pun kembali ke mansion nya dan menuju ke kamarnya,saat membuka kamar dia melihat gadis yang sudah terlelap di kamarnya, Gabriel pun segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya karena saat di ruang interogasi tadi pakaian dia sempat terkena darah dari mata-mata musuh saat dia mengintrogasi nya tadi
setelah Gabriel masuk ke kamar mandi tiba-tiba Lea membuka matanya,
sebenarnya Lea tadi hanya berpura-pura tidur saat mendengar suara langkah kaki yang menuju ke kamar yang dia tempati saat ini dan ternyata itu adalah Gabriel yang masuk ke dalam kamar.
"kenapa aku mencium bau darah ya" gumam Lea melihat ke arah kamar mandi
tak lama kemudian Gabriel pun keluar dari kamar mandi dan dia kemudian menghampiri Lea dan duduk di sebelah nya.
"maaf gadis kecil" ucapnya kemudian mengecup kening Lea
setelah itu Gabriel pun berbaring di samping Lea,dan terlelap tidur , sementara Lea sedikit binggung saat Gabriel mengatakan maaf padanya
"kenapa dia minta maaf padaku?'batin lea sedikit berfikir
keesokan harinya saat Lea bangun Lea tak menemukan Gabriel di samping nya
"bukankah tadi malam dia tidur di samping ku" ucapnya bergumam
setelah Lea bangun dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya
sementara saat ini Gabriel sedang berada di ruang tamu bersama dengan Gavin,Gerald dan Steve, karena kemarin Gabriel meminta Steve untuk menghubungi Gavin untuk menemuinya
__ADS_1
"Lo tau apa kesalahan Lo?" tanya Gabriel mengintimidasi Gavin
"maksud Lo apa gue ga paham"ucap Gavin tak merasa ada yang salah dengan tindakan nya
"Lo tu bodoh apa gimana sih Vin,kenapa Lo bawa gadis itu ke sini?" tanya Gabriel lagi
"ya karena dia gadis Lo Riel dan dia di usir dari rumah nya jadi gue bawa dia kesini" ucap Gavin dengan santainya
"Lo tau kalau Lo bawa dia kesini ,itu akan membahayakan gadis itu" kesalnya pada Gavin
"terus gue harus biarin dia terlantar gitu?"tanya nya pada Gabriel
"sudahlah jangan berdebat,Riel Lo tau kan Gavin gimana,sudah maafkan saja dia"ucap Gerald menengahi
"tapi dia terlalu ceroboh ger"ucap Gabriel yang masih kesal
"yah gue tau ni bocah ceroboh ,tapi dia juga benar membawa nona itu kesini karena disini mungkin akan aman baginya"ucap Gerald lagi
"apa Lo yakin gadis ini aman,yang ada musuh mengira dia adalah gadis ku dan mereka akan membahayakan hidupnya"
"hah tapi bukankah dia gadismu?" tanya Gavin saat mendengar apa yang dikatakan Gabriel
"iya Riel Lo begitu perhatian padanya, tidak mungkin dia bukan gadismu"ucap Gerald menambahkan
__ADS_1
"sudahlah gadis itu tak ada hubungannya dengan ku" ucap Gabriel acuh
sementara saat Gabriel mengatakan itu Lea tak sengaja mendengar nya dan Lea pun berlari menuju kamar Gabriel..