
Namun tiba-tiba saja Gabriel memeluknya dengan sangat erat,yang membuat Lea kaget.
"tuan,tuan kenapa?" tanya Lea pada Gabriel
"begini saja dulu , biarkan aku memelukmu sebentar" kata Gabriel pada Lea
dan Lea pun akhirnya diam membiarkan Gabriel memeluknya, karena entah kenapa saat Gabriel memeluknya Lea merasakan perasaan yang aneh pada dirinya.
hari-hari pun berlalu dan Lea menjadi semakin dekat dengan Gabriel,
saat ini Gabriel sedang berada di sebuah restoran bersama dengan Lea ,dan mereka menjadi pusat perhatian karena penampilan Gabriel yang sangat tampan sehingga membuat gadis-gadis pengunjung restoran tak henti-henti nya menatap kagum pada Gabriel.
"tuan bisakah kita pindah saja dari sini?" tanya Lea pelan
"apa kamu tak suka dengan restoran ini?" tanya Gabriel balik
"bukan begitu tuan,tapi saya agak risih saja karena mereka menatap ke arah kita" ujar Lea terus terang
"apa kamu cemburu?" tanya Gabriel menggoda Lea
"ish tuan apaan sih ,gak lah cuma aku risih aja " kata Lea mengelak
"hemm baiklah kalau gitu,ayo kita pergi" kata Gabriel menarik tangan Lea begitu saja
"tapi tuan kan kita belum bayar" tanya Lea menghentikan Gabriel karena dia ingat belum membayar makanannya
"tidak apa ,ini restoran temanku,aku sudah mentransfer nya" kata Gabriel santai
"ah begitu ya,hehe saya fikir tuan tidak membayar"
__ADS_1
Gabriel pun tersenyum kemudian menyentil kening Lea.
"gadis bodoh,bahkan saya bisa membeli restoran ini kalau kamu mau" ujarnya pada Lea
Lea pun di buat melongo dengan perkataan Gabriel lalu dia juga berfikir berapa banyak kekayaan yang Gabriel miliki hingga dia mampu untuk membeli apapun yang dia inginkan.
"jika tuan ingin membeli restoran ini kenapa tuan tidak membelinya?" tanya Lea pada Gabriel
"apa kamu ingin restoran itu,jika kamu ingin aku akan langsung membelinya" kata Gabriel
"eh, ti-tidak kok tuan saya hanya asal bicara tadi"
"Lea dengar,jika kamu menginginkan sesuatu katakan saja padaku,aku akan memberikan nya untukmu" kata Gabriel yang membuat Lea tersipu
setelah pergi dari restoran Gabriel pun mengajak Lea ke suatu tempat.
"ini dimana tuan?" tanya Lea saat mereka sampai
Lea pun terkejut kenapa Gabriel membawa nya ke rumah orang tua nya, padahal Lea saja belum siap untuk bertemu walaupun sebelumnya pernah bertemu sekali dengan mereka.
"tuan tapi saya takut" kata Lea ragu
"takut kenapa?"tanya Gabriel menyerit
"takut jika mereka tidak menyukai saya" kata Lea jujur
"hemmm bukankah dulu kamu pernah bertemu dengan mama ku,dan apakah mama ku jahat padamu ?" tanya Gabriel lagi
Lea pun menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Gabriel,lalu Gabriel pun tersenyum dan mengandeng tangan Lea untuk segera masuk ke dalam rumah yang mewah itu
__ADS_1
setelah mereka masuk seperti biasa para pengawal dan pelayan menyambut mereka dengan ramah, mereka juga sedikit terkejut saat tuan muda nya pulang membawa seorang gadis yang sangat cantik.
"apakah tuan dan nyonya besar ada di rumah?" tanya Gabriel pada mereka
"mereka sedang keluar tuan muda, tapi nona muda Jocelyn ada di rumah" kata salah satu dari mereka mewakili yang lainya
"hemmm lalu dimana kak Joce?" tanya Gabriel lagi
"nona muda sedang dikamar nya tuan" kata yang lainya lagi
"hemm baiklah kalau begitu " kata Gabriel kemudian setelah itu dia mengajak Lea untuk duduk di ruang tamu rumah itu
para pelayan juga membawakan minuman dan camilan untuk tuan muda mereka, setelah beberapa saat tiba-tiba Jocelyn turun dan ingin keluar, tapi Gabriel mencegahnya.
"kakak mau kemana" tanyanya saat melihat kakaknya menuruni kamar dengan memakai pakaian rapi
"oh kamu Riel,kakak kira tadi papa sama mama udah pulang" kata joce acuh
"hemm jawab pertanyaan ku kakak mau kemana?"
"bukan urusan kamu Riel" kata joce kemudian berlalu begitu saja
Lea pun terkejut dengan hubungan kakak beradik itu,dulu sebelum acara pertunangan mereka baik-baik saja lalu kenapa sekarang hubungan mereka malah terlihat tidak akur.
setelah Joce pergi Gabriel pun menghela nafas nya berat.
"tuan tidak apa?" tanya Lea menatap Gabriel
"tidak apa le,aku baik-baik saja" kata Gabriel segera mengubah mimik wajahnya
__ADS_1
setelah itu Gabriel pun terlihat mengetikkan sesuatu di ponselnya.