Gabriel Si Mafia Tampan

Gabriel Si Mafia Tampan
Bertemu Orangtua Gabriel


__ADS_3

setelah itu Gabriel pun terlihat mengetikkan sesuatu di ponselnya.


📱:awasi kakakku dia baru pergi,mungkin dia akan menemui Dirga" ; Gabriel Nathaniel


setelah mengetikkan sebuah pesan di ponselnya Gabriel pun mengirimkan pesan itu pada Gerald.


Gerald yang sedang sibuk dengan urusan di RS pun segera membaca pesan yang Gabriel kirimkan dan bergegas untuk mencaritahu keberadaan Jocelyn.


"dokter Gerald mau kemana?" tanya suster yang sedang bertugas bersama Gerald


"saya sedang ada urusan,kamu cari dokter lain saja untuk mengantikan saya" kata Gerald segera melepaskan kemeja putihnya


"tapi dokter,ini kan jam nya dokter?" kata suster itu ragu


"lakukan saja okey" kata Gerald mengusap pipi suster itu


suster itupun tersipu malu dan mengangguk begitu saja,


Gerald pun kemudian tersenyum pada suster itu, setelah itu dia pergi begitu saja.


setelah beberapa saat mencaritahu Gerald pun akhirnya telah sampai di suatu restoran,dia juga menyamar untuk mengawasi dua orang yang sedang bertemu,


dua orang itu sedang berbicara dan tersenyum satu sama lain di meja makan yang tak jauh dari posisi Gerald berada,


setelah itu Gerald pun segera memotret mereka dan mengirimkan nya pada Gabriel.


Gabriel yang mendapat pesan dari Gerald pun segera membuka ponselnya,dan ternyata benar dugaannya bahwa kakaknya itu sedang bertemu dengan Dirga.


Gabriel pun menggenggam ponselnya kuat yang membuat Lea heran padanya

__ADS_1


"tuan ,apa semua baik-baik saja?" tanya Lea penasaran


"ayo ikut aku" kata Gabriel yang berdiri kemudian dia pun mengandeng tangan Lea untuk ikut bersama nya.


tapi saat mereka telah berjalan keluar rumah, mereka berpapasan dengan orang tua Gabriel.


Nadine yang melihat putranya datang pun segera menghentikan nya, alhasil mereka tidak jadi untuk pergi dan memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah.


setelah mereka duduk lagi Nadine pun begitu senang saat bertemu lagi dengan Lea.


sedangkan Zafier sendiri agak acuh karena terlalu malas untuk bertemu dengan putra bungsunya itu.


"ada apa kamu kemari?" tanya Zafier acuh


Nadine pun sedikit kesal pada suaminya karena setiap kali mereka bertemu dengan putranya, Zafier selalu saja mencari masalah dengan Gabriel.


"sudahlah pah ,ini kan ada Lea jangan ribut sama Riel" kata Nadine menengahi


"oh iya nak , sebelumnya kita belum berkenalan waktu itu,tapi aku tau dari istriku kalau namamu itu Lea ,apa itu benar?" tanya Zafier


"i-iya om nama saya Azalea om bisa panggil saya Lea saja" kata Lea sedikit gugup


Gabriel yang melihat itupun segera menggenggam tangan Lea ,untuk mengurangi rasa gugupnya.


"ah begitukah,nama yang bagus,oh ya sejak kapan kalian saling kenal?" tanya Zafier lagi, karena kalau dia bertanya pada Gabriel, Gabriel tak mungkin mau menjawab melainkan hanya acuh padanya.


"emm i-itu sudah lama om,dan juga itupun pertemuan yang tak di sengaja" ujar Lea pada Zafier


"wahh berarti ini cinta yang tidak sengaja dong ya" sahut Nadine senang

__ADS_1


sementara Gabriel hanya diam membiarkan Lea untuk menjawab pertanyaan dari papa nya itu.


"apa kamu benar mencintai putra saya nak?" tanya Zafier kemudian


"tentu saja Lea mencintai ku, sebenarnya apa masalah papa" tiba-tiba saja Gabriel yang menjawab pertanyaan dari papanya


"hemm aku hanya ingin mendengar dari mulutnya saja , apakah dia kamu paksa atau tidak" kata Zafier menatap kesal pada putranya


"kalau memang aku memaksa nya papa mau apa hah?" kata Gabriel tersenyum menyeringai


"anak kurang ajar, beraninya kamu memaksa seorang gadis!" geramnya pada sang putra


"Riel apa yang kamu katakan!" kata Nadine juga kesal


"tidak kok ma,Riel hanya bercanda " kata Gabriel santai


"awas saja kamu berani memaksa Lea ,mama akan marah sama kamu " kata Nadine mengancam


"nak Lea,apa benar Gabriel memaksamu?" kali ini Zafier menanyai Lea lagi


"ti-tidak kok om,tuan Gabriel baik sama saya,dia selalu menolong saya dan dia tidak pernah memaksa saya untuk apapun" kata Lea jujur


Nadine pun tersenyum mendengar itu dan dia pun memeluk Lea dengan sangat hangat


sedangkan Zafier menepuk bahu putranya.


"bagus kalau memang kamu tak pernah memaksanya" kata Zafier tersenyum pada putranya


setelah itu Nadine pun mengajak mereka semua untuk makan bersama,tadinya Gabriel ingin cepat pergi karena ingin bertemu dengan kakaknya tapi Nadine memaksanya untuk makan dulu sebelum pergi,jadi mau tak mau Gabriel pun mengiyakan permintaan mamanya, karena Gabriel begitu menyayangi mamanya.

__ADS_1


setelah makan malam Lea dan Gabriel pun izin untuk pulang,dan kedua orangtua Gabriel pun mengizinkan nya.


__ADS_2