
"iya Ra kamu ngapain disini,pulang gih malu-maluin aja" kata ibu Lisa yang merupakan ibu dari Arra dan Intan.
Lea yang melihat mereka mengejek Arra pun mulai ikut campur pembicaraan mereka karena ingin membantu Arra.
"tunggu dulu,kalian siapa sih?" tanya Lea menatap kesal ke arah mereka
mereka tadi yang mengejek Arra pun segera menoleh ke arah Lea
"Lo siapa,ga usah ikut campur urusan keluarga gue" kata intan sarkas
"oh jadi Lo keluarga nya Arra?" tanya Lea balik
"kalau iya kenapa,Lo siapa sih sok-sokan ikut campur" kata intan lagi
"dengar ya meskipun Lo keluarga Arra,Lo ga berhak ngejek dia , apalagi ini di depan umum" kata Lea memperingatkan mereka.
"CK ,ini bukan urusan Lo,dia itu adik gue jadi gue berhak bilang apapun ke dia!" kata intan dengan sangat percaya diri
"meskipun dia adik Lo,Lo gak berhak ngejek dia kayak tadi!" kata Lea geram
sedangkan Gerald daritadi hanya diam membiarkan Lea yang ingin membela Amara.
"Lo siapa sih kenapa ikut campur mulu!" kata intan kesal
"siapapun gue itu gak penting,dasar cewek stres!" kata Lea begitu pedas
intan yang tak terima pun ingin memukul Lea,tapi beruntung nya Gerald memblokir tangan intan.
"berani Lo nyentuh dia,gue akan buat perhitungan sama Lo!!" kata dengan aura yang begitu dingin
entah kenapa saat melihat aura Gerald barusan,intan tiba-tiba saja ketakutan dan ingin segera pergi dari sana.
__ADS_1
"le-lepasin gue" kata intan yang tangannya di cengkram oleh Gerald
Gerald pun segera menghempaskan tangan itu dengan sangat kasar.
"jangan harap urusan kita selesai ya Ra"ucap intan dengan kasar
"ayo bu kita pergi" kata intan lagi sambil mengandeng tangan ibunya untuk segera pergi dari sana.
"CK dasar orang gila" kata Lea berdecak saat melihat mereka melarikan diri
"oh ya ger thanks ya udah belain aku" kata Lea berterimakasih
"gapapa le,santai " ucap Gerald
"emm Ra,kamu gapapa kan?" tanya Lea saat melihat arra yang begitu sedih
"gapapa kok nona,oh ya nona,tuan, makasih ya udah belain Arra" kata Arra tulus
"gapapa Ra santai aja" kata Gerald
Arra pun mengangguk dan mulai bercerita pada mereka ,tentang ibunya yang lebih menyayangi intan dan selalu kasar padanya.
Arra bercerita sambil menangis sampai Gavin datang sambil membawa gula kapas pesanan Lea.
"lho Arra kenapa nangis?" tanya Gavin meminta penjelasan pada Gerald dan Lea yang berada di sana
"dia tadi baru ketemu sama keluarganya Vin" kata Gerald menjelaskan
sedangkan Lea sibuk menenangkan Arra yang masih menangis.
"sudah Ra,biarkan saja mereka,lain kali kalau mereka menganggu kamu lagi,kamu bilang aja ke aku,Gavin ataupun Gerald ya"kata Lea menghibur Arra
__ADS_1
"makasih ya nona,maaf sudah merepotkan kalian"kata Arra yang merasa tidak enak
"gapapa Ra sudah jangan nangis lagi" kata lea tersenyum tulus
"emm kalau gitu,ya udah yuk masuk"ucapnya lagi mengajak mereka masuk
kemudian mereka semua pun masuk ke taman hiburan bersama.
"oh ya Vin mana gula kapas ku?" tanya Lea yang ingat bahwa tadi Gavin membeli gula kapas untuknya
"eh iya ini le aku lupa" kata Gavin sambil memberikan gula kapas untuk Lea
"hehe makasih Vin" kata Lea cengengesan
"iya sama-sama bayi gede nya Gabriel" kata Gavin mengolok Lea
Lea yang kesal pun menampol lengan Gavin
"ih kan nyebelin banget" kata Lea cemberut
"udah jangan cemberut gitu,makan gih nanti aku dimarahin Riel loh " kata Gavin membujuk
sedangkan Gerald dan Amara tertawa saat melihat Gavin menggoda Lea.
"woy Vin itu satu lagi buat siapa,buat gue?" tanya Gerald saat melihat Gavin masih memegang satu gula kapas di tangannya
"enak aja,Lo beli sendiri lah udah gede juga"kata Gavin menatap Gerald yang menurutnya menyebalkan
"lah terus satu lagi buat siapa??" tanya Gerald lagi
"ya buat Arra lah,oh ya Ra ini buat kamu" kata Gavin memberikan gula kapas yang satu lagi pada Arra
__ADS_1
"emm tapi vinn.." ucap Arra yang belum menerima gula kapas itu karena merasa tak enak pada Gerald
"udah gapapa ambil aja Ra,kan Gavin beli untuk kamu" kata Lea yang masih sibuk memakan gula kapasnya.