Gabriel Si Mafia Tampan

Gabriel Si Mafia Tampan
Mengantar Lea


__ADS_3

sementara itu yang lain sedang menunggu masakan Steve siap,mereka juga berbincang-bincang di meja makan.


Jocelyn juga menceritakan tentang tujuannya datang ke mansion Gabriel


"jadi kenapa kakak datang?" tanya Gabriel saat mereka di meja makan


"yah itu karena kakak kemarin bertemu dengan Dirga" ujar Jocelyn


Gabriel pun terkejut saat mengetahui itu dan dia segera memarahi kakaknya karena Kakaknya tak mau mendengarkan nya


"apa yang kakak lakukan, bukankah aku sudah bilang jangan menemuinya!"


"iya Riel tapi kakak gak bisa jika harus diam menunggu kamu bertindak"


Lea yang tidak mengerti apa yang sedang mereka bahas pun hanya diam mendengarkan.


"lalu apa,apa dia menyakiti kakak??" tanya Gabriel


"tidak,hanya saja dia tidak mau membatalkan perjodohan ini" kata Jocelyn sendu


"b*j*Ng*n itu,kenapa dia menolak membatalkan perjodohan" umpat Gabriel


"ya mana kakak tau Riel kakak juga tidak tau!" joce pun tak kalah kesal


"hemmm baiklah aku akan mencari cara supaya kakak tak perlu melanjutkan perjodohan itu" kata Gabriel mencari solusi


"tapi bagaimana dengan papa dan mama apa mereka setuju,dan apa kamu sudah menemui mereka ?"


"aku sudah menemui mereka tapi kakak tau sendiri kan sulit untuk membujuk papa" kesal Gabriel saat mengingat papanya yang sama sekali tidak ingin membatalkan perjodohan itu


"nah sudah ku duga itu tidak akan berhasil Riel"

__ADS_1


Gabriel pun sibuk dengan fikiran ya sendiri, sementara Jocelyn masih kesal karena gagal membatalkan perjodohan itu.


tak lama kemudian makanan pun datang ,Steve menyajikan semua makanan yang telah dimasaknya, setelah itu mereka semua pun sarapan pagi bersama.


Setelah sarapan Jocelyn pamit untuk pulang, sedangkan Lea juga ingin pamit bekerja tapi Gabriel mencegahnya.


"tuan saya harus kerja"kata Lea berusaha membujuk Gabriel yang tak mau melepaskan nya


"tapi Lea aku takut kalau ada yang menculik kamu lagi"


"tidak akan tuan,saya akan melindungi diri saya sendiri mulai sekarang"


"hemm baiklah kalau kamu bersikeras,tapi biarkan saya mengantar mu ke tempat kerja"


Lea pun terkejut dengan keputusan Gabriel dan dia binggung harus bagaimana menolak tawaran Gabriel yang ingin mengantarnya.


"ta-tapi tuan saya tidak ingin merepotkan tuan,jadi saya akan berangkat sendiri" kata Lea gugup


Lea pun tidak bisa berkata-kata lagi karena Gabriel sudah membuat keputusan seperti itu maka Lea hanya bisa menurut saja jika Gabriel ingin mengantarnya


"baiklah tuan ,kalau begitu tuan bisa mengantar saya" ucap Lea pasrah


Gabriel pun sedikit menyunggingkan senyumnya meskipun tidak terlalu terlihat, kemudian dia segera mengandeng tangan Lea untuk masuk ke dalam mobil.


didalam mobil Lea hanya diam karena merasa gugup karena ini pertama kalinya Gabriel mengantar nya, karena walaupun Lea pernah di mobil bersama Gabriel tapi itu saat Lea sedang tidak sadar,dan saat ini Lea benar-benar sadar dia berdua di mobil bersama Gabriel sebab itulah dia merasa gugup, perasaan yang berbeda saat dia bersama dengan Gavin ataupun Gerald.


sunyi sungguh itulah yang Lea rasakan saat ini, karena dia terlalu gugup bahkan untuk berbicara dengan Gabriel, begitupun Gabriel dia hanya fokus menyetir sampai mereka pun tiba di perusahaan.


Lea pun sedikit terkejut karena Gabriel tau Lea bekerja di kantor ini padahal daritadi mereka hanya diam ,bahkan Gabriel juga tak pernah bertanya dimana tempat Lea bekerja.


setelah sampai Gabriel pun membuka kan pintu mobil untuk Lea,

__ADS_1


Lea sebenarnya sedikit malu dengan perlakuan manis dari Gabriel yang mau membukakan pintu untuknya,tapi pada akhirnya Lea pun segera turun dari mobil.


"kita sampai,mari masuk bersama" kata Gabriel setelah Lea turun dari mobil


"tapi tuan, bagaimana tuan tau kalau saya bekerja disini?" tanya Lea penasaran


deg


Gabriel pun binggung harus menjawab apa,tidak mungkin kan dia akan bilang bahwa dia dulu mengikuti Lea dan selama ini dia juga mengawasi Lea diam-diam.


saat Gabriel berfikir tiba-tiba saja dia menemukan sebuah alasan yang sedikit masuk akal.


"ahemm itu Gavin yang memberitahu ku" ucapnya sambil berdehem.


"ah begitu ya,itu masuk akal sih" kata Lea


"emm ya sudah mari masuk " kata Gabriel menarik tangan Lea


"tapi mobil tuan bagaimana?" tanya Lea karena Gabriel parkir sembarangan di depan perusahaan


"biarkan saja" jawab Gabriel santai


Gabriel pun kemudian memberikan kunci mobilnya pada satpam yang berada di depan lobi , satpam itupun segera menerima kunci pemberian Gabriel dan menunduk hormat.


"tolong ya" ucap Gabriel pada satpam tersebut


satpam itupun mengangguk dengan penuh semangat


"Siap tuan Gabriel " kata satpam itu


Lea pun hanya binggung menatap keduanya,dan dia juga berfikir mungkin Gabriel sering kesini untuk menemui Gavin makanya satpam itu begitu akrab dengannya dan juga begitu sopan pada Gabriel, padahal Lea belum tau siapa Gabriel sebenarnya.

__ADS_1


setelah itu Gabriel pun mengandeng Lea lagi untuk masuk ke dalam.


__ADS_2