
"udah gapapa ambil aja Ra,kan Gavin beli untuk kamu" kata Lea yang masih sibuk memakan gula kapasnya.
kemudian Amara pun mengambil gula kapas itu dari tangan Gavin.
"emm makasih ya Vin" ucap Amara
"sama-sama makan gih temenin Lea" kata gavin
sedangkan Gerald cemberut karena dia tidak di belikan oleh Gavin.
"Lo Napa ger?" tanya Gavin yang melihat Gerald yang kelihatan kesal
"gak" jawab Gerald acuh
"Lo marah sama gue ,dah jangan marah tar gue traktir ke bar gimana?" bisik Gavin pada Gerald
"nah gitu dong baru temen gue" kata Gerald tersenyum sumringah
sedangkan Gavin hanya memutar bola matanya jengah saat melihat tingkah Gerald yang masih seperti anak kecil padahal usianya lebih tua darinya.
setelah mereka berdebat soal gula kapas mereka pun segera mencoba beberapa permainan di taman itu,ada rollercoaster, flying fox dll ,Lea juga mengajak mereka untuk naik biang Lala dan mencoba beberapa permainan lain,
setelah hampir 4jam mereka berada di taman hiburan itu,mereka pun memutuskan untuk kembali ke mansion, tapi sebelum mereka kembali Gavin membelikan 2 buah boneka beruang untuk Lea dan Arra, awalnya Arra menolak begitupun juga Lea karena Lea masih punya boneka yang Gavin belikan waktu itu,tapi Gavin bilang tidak afdol kalau meninggalkan taman hiburan tanpa membawa boneka,jadi Arra dan Lea pun akhirnya mau menerima boneka itu.
__ADS_1
sesampainya di mansion Lea langsung masuk bersama dengan Amara, sementara Gavin dan Gerald langsung pamit karena akan pergi ke bar bersama.
Keesokan harinya di mansion,Lea masih tertidur pulas sedangkan Amara sedang ke supermarket untuk membeli bahan makanan.
saat perjalanan ke supermarket tak sengaja Arra melihat seseorang yang sangat Arra kenal, seseorang itu tak lain adalah ibunya sendiri.
Arra pun mengikuti ibunya diam-diam,sampai akhirnya ibunya itu sampai di sebuah gang yang sempit yang membuat Arra sedikit curiga padanya.
"mau apa ya ibu kesini ?" batin Arra yang masih mengikuti ibunya.
setelah sampai di ujung gang ternyata ibunya sedang menemui seseorang yang membuat Arra sedikit terkejut.
"bukankah itu adik nya nona Lea ya" batin Arra sambil menguping pembicaraan mereka
"hah ibu,apa maksud ibu memanggil dirinya ibu di depan adiknya nona,apa hubungan mereka " batin Arra bertanya-tanya
"ATM ku lagi rusak ,jadi aku ga bisa TF ibu" kata kania acuh
"omong kosong ,kalau ATM mu rusak setidaknya masih ada uang di dompet mu kan!" kata ibu Amara yang masih marah
"aku ga ada uang Bu,kalau ibu mau uang minta aja sama anak angkat ibu itu!" ucap Kania yang tak kalah marah
"hah apa maksud adik nona Lea,siapa yang anak angkat,aku atau kak intan?" batin Amara semakin penasaran
__ADS_1
Plak
tiba-tiba saja ibu Amara kehilangan kendali dan menampar pipi Kania
"kenapa ibu nampar aku ?" kata Kania meminta penjelasan
"tutup mulutmu,atau rahasia kita akan terbongkar,kamu mau hidup sengsara hah!" bentak Lisa pada Kania
"aku gak mau Bu,aku gak mau kehilangan papa mama,aku juga gak mau kehilangan Ken!" ucap Kania berkaca-kaca
"kalau gitu jangan sampai semua orang tau kamu bukan anak kandung tuan Davis ,dan jangan sampai ada yang tau juga kalau sebenarnya Amara lah anak kandungnya!" ujar ibu Amara lagi
deg
bagai disambar petir rasanya hati Amara saat ini ,saat dia tau kebenaran yang selama ini di sembunyikan oleh ibunya,berarti selama ini Amara bukanlah anak kandung dari wanita yang selama ini ia panggil ibu?
"apa maksudnya semua ini jadi ibu Lisa bukan ibu kandungku?" batin Amara begitu sakit
"lebih baik kamu beri ibu uang sekarang cepat ibu sedang butuh uang untuk biaya kuliah intan kakak kamu!"kata Lisa membujuk Kania
"huh baiklah,hanya ini yang bisa aku berikan,jika ibu datang lagi aku tidak akan memberikan apapun lagi,ini yang terakhir ,kalau ibu butuh apa-apa suruh saja kak intan untuk kerja"kata Kania begitu pedas
"yah baiklah aku akan menasehati intan" kata Lisa sambil mengambil uang yang Kania berikan padanya .
__ADS_1