
Lea pun tersenyum saat melihat semangat Amara,baru kali ini Lea bertemu dengan seorang gadis yang mau bekerja sebagai art tanpa rasa malu sedikitpun.
"oh ya nona silahkan diminum teh nya nanti keburu dingin" kata Amara
"oh iya terima kasih Amara" ucap Lea
"emm nona panggil saya ara saja hehe"
"eh ya Ara"
setelah itu lea pun meminum teh buatan Ara dan menaruhnya lagi ke nakas.
"emm oh ya Ara,kamu tinggal disini pagi sampai malam atau pulang?" tanya Lea
"saya cuma kerja pagi sampai sore aja nona, setelah itu pulang" kata Amara
"yah aku kira kamu akan tinggal disini"
"hehe nggak nona , karena tuan Steve hanya menugaskan saya pagi sampai sore saja" jelas Amara
"yah baiklah kalau begitu"
setelah itu mereka pun berbincang-bincang bersama.
sementara disisi lain Gabriel saat ini sedang berada di rumah utama bersama dengan Steve.
__ADS_1
para pelayan pun menyambut Gabriel dengan sangat ramah seperti biasanya, setelah Gabriel masuk dia bertemu dengan papa dan mamanya yang sedang duduk santai di sofa.
"sayang kamu pulang?" ucap Nadine saat melihat putra kesayangan nya pulang ke rumah
sedangkan Zafier hanya menatap putranya itu sambil sesekali tersenyum smirk, karena dia tau bahwa putranya datang karena ingin sesuatu darinya.
"pagi ma,pagi pa" kata Gabriel pada mereka
Nadine yang begitu senang pun akhirnya menyuruh Gabriel untuk duduk bergabung bersama mereka.
"kenapa kamu datang?" tanya Zafier menatap putranya
"sayang dia baru datang tolong jangan ribut okey" bujuk Nadine pada suaminya
"yah terserah mama saja lah,mama selalu manjain dia" kata Zafier sedikit kesal
"gak papa kok ma,papa benar, sebenarnya Riel datang karena ada urusan yang harus Riel selesaikan hari ini" kata Gabriel
Zafier pun tersenyum smirk saat melihat putranya itu begitu terus terang padanya.
"apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Zafier
"ini tentang perjodohan kak Joce, bisakah papa membatalkan nya saja?" kata Gabriel
sementara Nadine sedikit terkejut karena dia baru tau bahwa Gabriel ingin membatalkan perjodohan kakaknya itu, karena saat Gabriel datang waktu itu dia tidak membahas tentang perjodohan Jocelyn dengannya.
__ADS_1
"dengar kan ma,putramu ini ingin membatalkan perjodohan Kakak nya!" kata Zafier pada istrinya
"sayang kenapa kamu ingin membatalkan perjodohan nya?" kali ini giliran Nadine yang menatap putranya meminta penjelasan
"ya karena Dirga itu gak baik untuk kak Joce mah" ucap Gabriel
"tapi nak,apa kamu tau Dirga itu siapa?" tanya Nadine pada putranya
"aku ngak peduli ma,yang jelas Dirga itu ngak baik untuk kak Joce!"kesal Gabriel pada mamanya
"dengar Riel,kamu tau Dirga itu adalah cinta masa kecil kakakmu,dan kami ingin menjodohkan nya karena menurut kami mereka sangat cocok satu sama lain!" bentak Nadine pada anaknya
deg!!
rasanya bagai disambar petir saat mengetahui kebenaran itu, bagaimana ini bisa terjadi sedangkan saat ini Dirga adalah musuh terbesar Gabriel dan bagaimana bisa Dirga juga adalah cinta masa kecil kakak nya yang dulu sering joce ceritakan padanya,dan yang paling menyakitkan adalah jika Dirga adalah cinta masa kecil Jocelyn, berarti Daniella adalah cinta masa kecil dari Gabriel, karena Daniella adalah adik dari Dirga, berarti selama ini Gabriel telah menemukan cinta masa kecil nya, lantas kenapa baru sekarang Gabriel mengetahui nya saat Daniella sudah tiada, kebenaran ini sungguh menyakitkan bagi Gabriel.
bukan hanya Gabriel yang terkejut tapi seseorang yang dari tadi mendengar perkataan mereka di balik pintu juga saat terkejut mendengar kebenaran itu,siapa lagi kalau bukan Jocelyn.
"kenapa kalian gak bilang saja terus terang padaku?!" teriak Jocelyn pada mereka
mereka semua pun lantas menengok pada Jocelyn yang masih berdiri di balik pintu.
"sayang biar mama jelaskan " kata Nadine berdiri mencoba membujuk putri nya
namun Joce yang enggan mendengar penjelasan dari mamanya pun segera pergi dari rumah itu.
__ADS_1
"harusnya kita langsung terus terang saja padanya" kata Zafier kemudian
sedangkan Gabriel yang masih terkejut pun hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun.