Gabriel Si Mafia Tampan

Gabriel Si Mafia Tampan
Rencana Intan


__ADS_3

"kalian boleh bahagia sekarang tapi tunggu pembalasan ku nanti" kata seseorang itu yang tersenyum aneh sambil menatap mereka.


setelah mengatakan itu orang itu pun pergi meninggalkan restoran itu.


Flashback on


Beberapa jam sebelumnya di restoran waktu Kania dan Kendrick dibawa oleh Steve dan Gerald, Lisa mengetikkan sebuah pesan untuk Intan Putri sulungnya untuk segera menuju ke restoran tempat Lisa berada saat ini,


tapi saat Intan sampai di restoran itu ternyata ia melihat ibu dan adiknya sudah diikat dan digiring menuju ke kantor polisi, sementara Intan sendiri tidak langsung pergi segera ke kantor polisi, untuk melihat ibu dan adiknya ,melainkan dia masih mengawasi Lea dan keluarganya tak jauh dari restoran itu.


setelah melihat begitu bahagianya Amara yang telah berkumpul bersama dengan keluarganya,intan begitu marah dan dia ingin membalaskan dendam pada keluarga itu secepat mungkin.


Flashback off


Keesokan harinya di mansion Gabriel,Lea sedang menonton acara televisi ditemani oleh Amara.


saat mereka sedang asik menonton acara kesukaan mereka ,Amara mendapatkan pesan dari intan untuk bertemu di suatu tempat.


"siapa Ra?" tanya Lea melirik Amara yang duduk di sebelahnya


"emm ini kak intan kak" ucap Amara


"Intan?,maksud kamu kakak angkat kamu itu?" tanya Lea memastikan


"iya kak" ucap Amara mengiyakan


"terus dia bilang apa Ra?" tanya Lea lagi


"dia bilang mau ketemu sama aku kak"

__ADS_1


"emm lalu kamu mau menemui nya?" tanya Lea


"ga tau kak,aku takut" kata Amara


"aku ingin tau kenapa dia ingin menemui mu,tapi kalau kamu takut aku akan menemanimu"kata Lea menawarkan


"kakak mau nemenin aku?" tanya Amara


"tentu saja,ayo kita temui wanita ular itu"


setelah itu mereka pun bersiap untuk pergi ke suatu tempat yang telah di tentukan oleh Intan.


saat di tengah perjalanan tiba-tiba saja taksi yang ditumpangi mereka dihadang oleh beberapa orang yang tak dikenal,dan orang-orang itu juga menyeret sopir taksi itu untuk keluar dan memukulinya, sementara Lea dan Amara mencoba berteriak untuk mencari bantuan,tapi itu sia-sia karena beberapa orang tadi telah berhasil membius mereka hingga membuat mereka pingsan.


Kemudian setelah memastikan Lea dan Amara terbius, orang-orang itupun membawa mereka masuk ke dalam mobil yang telah mereka bawa sebelumnya.


Saat Lea dan Amara sadar dari pingsannya mereka pun binggung saat mereka tiba-tiba berada di sebuah hotel dalam keadaan tangan dan kaki yang diikat,


saat mereka mencoba berteriak dan mencoba melepaskan diri tiba-tiba seorang wanita masuk ,wanita itu tak lain adalah Intan yang sangat puas melihat Lea dan Amara di perlakukan seperti itu.


"hahaha percuma kalian memberontak,itu akan sia-sia"kata intan tersenyum puas


"kak intan,apa ini rencana kakak?" tanya Amara menatap nanar Intan


"kalau iya kenapa hah,ini balasan buat Lo pada, karena telah membuat ibu dan Kania di penjara!" kata Intan dengan amarahnya


"dasar wanita licik,lepasin gue!?" bentak Lea yang masih mencoba melepaskan diri


"eh Lo juga tutup mulut Lo,Lo kan yang udah bongkar rahasia ibu gue!"kata intan mendekati Lea dan menampar nya

__ADS_1


"CK ,Lo ga berani kan hadapin gue sendiri sampai Lo harus bawa gue kesini dengan cara Lo bius!" kata Lea berdecak


"s*al*n ,,gue bilang tutup mulut Lo itu!"kata Intan yang sudah sangat marah


Lea pun tersenyum saat melihat kemarahan intan.


"hentikan senyum bodoh Lo itu, karena gue pastiin sebentar lagi Lo ga akan bisa senyum kayak gitu lagi!" kata intan mencoba membuat Lea dan Amara takut


"kak tolong lepasin kita sekarang " kata Amara memohon


"lepasin kalian?,jangan mimpi!!" kata intan tersenyum smirk


setelah itu Intan memanggil beberapa orang untuk masuk ke dalam kamar itu.


"apa kalian takut?" tanya intan sambil tertawa terbahak bahak


sementara orang-orang yang intan bawa tadi sudah menatap ke arah Lea dan Amara dengan begitu bernafsu.


"wanita b*j*ing*n lepasin gue dan Arra!" kata Lea yang berusaha memberontak


"cih ga mungkin,oh ya selamat bersenang-senang ya,gue tunggu kehancuran kalian" ucap intan dengan sangat puas


"oh ya kalian bisa lakukan apapun pada mereka sekarang,gue pergi dulu" kata intan pada orang-orang tadi.


"baik bos" kata mereka pada Intan


setelah itu Intan pun segera keluar dari kamar itu, sedangkan Lea dan Amara masih berusaha melepaskan ikatan mereka.


"gadis-gadis cantik bersiaplah untuk bermain bersama kami" ucap salah satu dari orang-orang yang intan bawa tadi

__ADS_1


sedangkan yang lain tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan orang tadi.


__ADS_2