
"lalu dia belum kembali,gue tadi malam nginep semalam disini tapi tak ada tanda-tanda dia balik" kata Gavin pada mereka.
"lalu dimana tuan Gabriel sebenarnya?" tanya Lea pada mereka
mereka pun menggeleng karena memang mereka tidak tahu keberadaan Gabriel setelah Gabriel meninggalkan markas semalam.
"biasanya Riel tidak pernah pergi tanpa menghubungi kita terlebih dulu,tapi gue tak menerima pesan darinya semalam" kata Gavin menjelaskan
"iya Vin setelah Riel bilang dia akan kembali ke mansion,dia juga tak mengirimkan pesan apapun pada gue" kata Gerald juga
"apalagi saya tuan,saya bersama dengan tuan Gerald semalam,dan tuan Gabriel juga tak menghubungi saya lagi" ucap Steve ikut menambahkan
"oh ya tapi sebelum dia kembali,dia bilang ingin kita berkumpul di mansion sekarang sebab itulah kita datang,iya kan Steve Lo inget kan semalam?" tanya Gerald melihat ke arah Steve yang berdiri di sebelahnya
"iya tuan,tuan Gabriel memang menyuruh kita untuk datang ke mansion" ucap Steve mengiyakan
"lalu dimana dia,tidak biasanya dia begini" kata Gavin binggung
sementara Lea sendiri semakin khawatir tentang apa yang terjadi pada Gabriel dan dimana dia berada saat ini.
"kak Lea tenang lah dan duduklah dulu, tenangkan diri kakak" kata Amara berusaha menghibur Lea
"kalian juga duduklah aku akan menyiapkan minum untuk kalian" ucap Amara juga pada Gavin,Gerald dan juga Steve yang memang daritadi masih berdiri.
__ADS_1
mereka semua pun duduk termasuk Lea yang sudah di tenangkan oleh Amara.
"apa tuan Gabriel memiliki teman selain kalian?" tanya Lea pada mereka
mereka semua pun menggeleng secara bersamaan.
"tidak Lea,hanya kita yang Riel percaya" kata Gavin menjawab
"iya Lea Riel tidak pernah bisa berteman dengan sembarang orang"tambah Gerald
"lalu musuh?" tanya Lea lagi
Gavin dan Gerald pun kemudian saling memandang seolah memberi kode untuk menjawab atau tidak.
"hemm Lea dengar, pernahkah Riel bilang padamu soal dunianya yang gelap?" tanya Gavin perlahan
Lea pun mengangguk
"kalau begitu tenanglah,mungkin Riel memiliki banyak musuh,tapi percayalah dia bisa mengatasi mereka" kata Gavin lagi
"lalu jika dia bisa mengatasi nya,tapi kenapa dia belum kembali,dan dimana dia Vin??" tanya Lea dengan sedikit menaikkan nada suaranya
"Lea tenanglah Gavin sedang menjelaskan padamu" kata Gerald ikut membantu Gavin
__ADS_1
"iya nona dengarkan dulu tuan Gavin" ucap Steve menambahkan
"bukankah kalian sahabatnya,kenapa tak tau dia dimana , bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya" kata Lea yang terlihat tidak sabaran
saat Lea sedang memarahi mereka,Amara pun datang sambil membawa minuman untuk mereka.
"kak Lea tenanglah dulu,biar mereka nanti yang mencari" ucap Amara sambil menaruh gelas yang berisi minuman di meja
"kalian silahkan minum dulu ya" kata Amara lagi untuk mereka,
mereka semua pun mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada Amara.
Beberapa jam kemudian setelah mereka berdiskusi dan Gabriel masih belum kembali, mereka pun sama-sama mencari Gabriel ke tempat yang pernah dia kunjungi sebelumnya,tapi sama sekali tidak ada hasil yang di dapatkan,
Keesokan harinya mereka melakukan hal yang sama tapi mereka juga tidak menemukan keberadaan Gabriel, bahkan Gavin, Gerald dan juga Steve sudah menghubungi beberapa orang yang bisa melacak keberadaan seseorang,tapi hasilnya pun sama ,tidak ada tanda-tanda dari Gabriel,
Gavin dan Gerald juga sempat mengunjungi rumah orangtuanya Gabriel,tapi mereka juga tak mengetahui dimana Gabriel berada ,karena sejak Jocelyn menikah Gabriel sudah tidak pernah berkunjung lagi kesana.
Satu Minggu pun berlalu Lea semakin khawatir karena Gabriel belum kembali,hingga kesehatan nya pun mulai menurun, karena dia tak ingin makan beberapa hari ini,hal itu juga membuat Amara dan yang lain sedikit khawatir pada Lea.
Pagi ini saat Lea ingin pergi mencari Gabriel sendiri, kejadian tak terduga pun terjadi padanya,
saat ia ingin menuruni tangga pandangan nya tiba-tiba saja kabur dan dia pun akhirnya terjatuh dari tangga dan pingsan.
__ADS_1