Gabriel Si Mafia Tampan

Gabriel Si Mafia Tampan
Bantuan.


__ADS_3

Saat dia masih sibuk bertarung tiba-tiba seseorang yang tak sengaja lewat pun membantunya.


orang itu pun keluar dari mobilnya dan dia pun terkejut saat melihat wanita yang ingin ditolongnya ternyata adalah Jocelyn.


"kak Joce,aku pikir siapa yang sedang ribut ,jadi aku turun" kata orang itu yang ternyata adalah Gerald


"bagus kamu disini ger,ayo bantu kakak untuk lawan mereka" kata joce dengan nafas yang masih ngos-ngosan


"baiklah ayo kak" kata Gerald yang sudah bersiap untuk menyerang


dengan beberapa pukulan Jocelyn yang sudah mendapat bantuan dari Gerald pun berhasil mengalahkan mereka,mereka yang sudah kalah pun segera pergi meninggalkan Jocelyn dan Gerald.


"huh dasar payah" ejek Gerald pada mereka yang sudah lari


"sudah sudah ,oh ya makasih ya ger ,untung ada kamu kalau tidak kakak bisa kualahan menghadapi mereka" ujar Jocelyn


"it's ok kak santai aja,oh ya kak Joce ngapain sendirian disini?" tanya Gerald


"ah aku mau ke mansion Riel tapi mereka tadi mengikutiku" ujar Jocelyn


"memangnya mereka siapa kak,kakak ada masalah sama mereka?"tanya Gerald lagi


"ga tau ger,mungkin mereka orang suruhan Dirga buat ngikutin kakak" kata joce menjelaskan


saat mendengar nama Dirga entah kenapa Gerald begitu kesal.


"jadi Dirga nyuruh orang buat ngikutin kakak, keterlaluan banget tu orang" geram Gerald


"ya gitulah ger,sudah lupakan soal Dirga,kakak mau ke mansion Gabriel,kamu mau ikut?" tanya Jocelyn


"enggak kak,tadi aku baru aja kesana" tolak Gerald

__ADS_1


"ah baiklah kalau gitu"kata Jocelyn


"oh ya kak, kayaknya Riel gak di rumah deh" kata Gerald lagi karena baru ingat bahwa Gabriel akan pergi ke luar kota


"loh memang dia kemana?" tanya Jocelyn lagi


"dia ada urusan di luar kota kak,tadi pagi baru berangkat " jelas Gerald


"oh gitu ya,ya udah deh kalau gitu kakak balik aja"ucap Jocelyn


"kak Joce gapapa balik sendiri,atau mau aku anter aja?" tanya Gerald menawarkan


"tidak usah ger,kakak balik sendiri aja"kata Jocelyn menolak


"okey kalau gitu hati-hati kak" kata Gerald


Jocelyn pun mengangguk,


beberapa saat kemudian Jocelyn pun akhirnya sampai di rumahnya,saat dia masuk dia melihat Dirga yang sedang duduk di sofa sambil menikmati rokoknya.


"cepat sekali kau kembali" tanya Dirga saat melihat Joce melangkahkan kakinya masuk


"aku tidak jadi pergi"kata joce acuh


"apa maksudmu, bukankah tadi kamu baru saja bertemu dengan sahabat adik mu?" tanya Dirga yang masih santai


"oh jadi benar,kamu yang nyuruh orang-orang tadi ??!" tanya Jocelyn menatap Dirga


Dirga pun tersenyum menyeringai kemudian dia pun berdiri mendekat kearah Jocelyn


"kalau iya kenapa sayang?" tanya Dirga dengan senyuman yang begitu menakutkan

__ADS_1


"kenapa kamu lakuin itu?" tanya Jocelyn balik


"kenapa hah!, bukankah aku sudah bilang kamu jangan temui adikmu tapi apa?, kamu diam-diam ingin menemuinya kan!" kata Dirga yang mulai mengeluarkan amarah nya


"jawab Joce apa aku benar!"kata Dirga lagi dengan suara yang begitu keras


"a-aku "ucap Jocelyn terbata-bata


"aku apa,jawab pertanyaan ku kenapa kamu menemuinya??" tanya Dirga lagi


"siapa yang ingin Jocelyn temui?" kata seseorang mengejutkan mereka


"Papa" kata mereka bersamaan


"loh papa kapan datang?"tanya Dirga segera mengubah mimik wajahnya yang tadi sedang marah


"papa tanya siapa yang ingin Jocelyn temui?" tanya papa Dirga lagi


"itu Joce ingin bertemu dengan mamanya pa" kata Dirga pada papanya


"oh begitu,lalu kenapa kamu marah pada menantu papa ?" tanya papa Dirga lagi


"tidak kok siapa yang marah,iya kan Joce?" kata Dirga menatap Jocelyn


"i-iya om Dirga ga marah kok sama Joce " kata Jocelyn sedikit takut


"loh joce ,jangan panggil papa om dong,panggil aja papa sama kayak Dirga "kata Papa Dirga begitu lembut


"eh iya pa, maaf in Joce ya " kata Jocelyn


"iya gapapa Joce,oh ya kalau Dirga macam-macam padamu,kamu bilang aja ke papa ya" ucap papa dirga lagi

__ADS_1


Jocelyn pun mengangguk dan berusaha tersenyum pada papa mertua nya itu.


__ADS_2