
"ngak usah vin ,aku bisa lakukan sendiri,lebih baik kamu temani mereka saja" kata Arra lembut
"mereka tidak perlu di temani,ayo biar aku bantu kamu masak" kata Gavin lagi
"tidak apa Ra,gue udah sama Steve disini,Lo masak sama Gavin aja,dia itu pinter masak lho" usul Gerald
"tu kan,ayo aku bantuin" kata Gavin yang tiba-tiba saja langsung mengandeng tangan Arra untuk berjalan menuju ke dapur
setelah sampai dapur Gavin segera memakai apron dan bersiap untuk membantu Arra memasak, sedangkan Arra dari tadi hanya diam karena masih deg-degan saat dekat dengan Gavin apalagi saat dia ingat bahwa Gavin bilang dia adalah miliknya.
"Ra kenapa,kok diem?" tanya Gavin saat melihat arra diam
"ti-tidak apa kok Vin,aku hanya sedang memikirkan sesuatu" kata Arra gugup
"sesuatu?,apa itu soal perkataan ku tadi?" tanya Gavin lagi
"ba-bagaimana kamu bisa tau?" tanya Arra yang memang sedang memikirkan itu
"haha Arra Arra lucu banget sih kamu,oh ya maaf ya soal tadi "kata Gavin tulus
"ma-maksud nya apa Vin,kenapa kamu minta maaf?" tanya Arra
"tidak apa,aku kira kamu tidak suka karena aku bilang kamu itu milikku" ujar Gavin
"tidak perlu minta maaf Vin,emm aku suka kok" kata Arra kemudian dia membalikkan badannya karena malu
"maksud kamu Ra?" tanya Gavin memegang tangan Arra dari belakang
",emm aku suka saat kamu bilang aku ini milikmu" kata Arra jujur
"jadi kamu gak marah Ra?" tanya Gavin senang
__ADS_1
"engga Vin,buat apa aku marah" kata Arra lagi
"berarti apa kita bisa dekat Ra?" tanya Gavin sambil memutar tubuh Arra agar menghadapnya
Arra pun tersipu saat Gavin menatapnya dan dia juga mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari Gavin.
"apa itu artinya iya?" tanya Gavin lagi
"iya Vin,kita bisa lebih dekat" kata Arra tersipu
Gavin pun sangat senang saat mendengar itu dari Arra, kemudian setelah itu Gavin pun mencium kening Arra dengan sangat lembut.
"terimakasih ya Ra" kata Gavin tulus
setelah itu Gavin dan Arra pun melanjutkan kegiatan memasaknya yang tadi sempat tertunda.
sementara itu Gabriel sendiri baru selesai mandi dan menatap ke arah Lea yang masih tertidur pulas di kasur.
"gadis ini,selalu saja bangun terlambat" kata Gabriel tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
"tuan kenapa tidak membangunkan saya" kata Lea saat melihat Gabriel yang sudah rapi
"saya tidak tega membangunkan kamu" ucap Gabriel
"tapi tuan ini sudah jam set 7 saya takut telat ke kantor " kata Lea lagi
"tidak apa ,Gavin ada di bawah ,nanti kamu kekantor sama dia,kamu tidak akan kena marah kalau datang bersama bos" kata Gabriel santai
"benarkah Gavin di bawah?" tanya Lea memastikan
"iya gadis kecil" kata Gabriel sambil menyentil hidung Lea
__ADS_1
"oh ya tapi tuan mau kemana kok sudah rapi?" tanya Lea lagi
"aku akan keluar kota untuk beberapa hari Lea,jadi kamu baik-baik ya disini " kata Gabriel mengusap lembut kepala Lea
"jadi tuan akan pergi ?" tanya Lea lagi
"iya Lea,hanya beberapa hari saja kok,oh ya mandi gih kemudian ayo turun sarapan bersama"ucap Gabriel menyuruh Lea untuk segera mandi
Lea pun segera mengangguk dan segera berjalan menuju ke kamar mandi, sebenarnya Lea tidak ingin Gabriel pergi,tapi Lea juga tidak bisa mencegah Gabriel saat ini,jadi Lea hanya bisa berdo'a supaya Gabriel baik-baik saja di manapun dia berada.
setelah Lea selesai mandi Lea pun mencari Gabriel yang ternyata sudah turun duluan,
Lea pun segera ikut turun juga setelah memakai pakaian nya dan mengoleskan sedikit make up di wajah cantiknya.
"pagi semua"sapa Lea pada semua yang sudah duduk di meja makan.
"pagi juga Lea" kata Gerald duluan
"pagi juga" sahut Gavin kemudian
"selamat pagi nona" kata Steve ikutan
mereka semua pun sama-sama menjawab pertanyaan Lea, sedangkan Arra masih berada di dapur untuk mempersiapkan hidangan penutup untuk tuan dan nona nya.
"duduk sini" kata Gabriel menyuruh Lea untuk segera duduk
Lea pun menurut dan ikut duduk bersama mereka.
"oh ya Arra mana ,ngak ikut makan sekalian?" tanya Lea celingukan mencari Amara
"dia masih menyiapkan makanan penutup sebentar lagi dia kesini kok" kata Gavin menjawab
__ADS_1
"oh begitu ya" kata Lea mengangguk faham
setelah itu ,tak beberapa lama Arra pun datang sambil membawa makanan penutup untuk semua orang.