
Gavin dan Gerald pun sama-sama melihat peta itu dan juga mempelajari jalan-jalan yang berada di dalam peta.
setelah mereka selesai mempelajari nya mereka pun segera mempersiapkan semua yang mereka butuhkan untuk sampai di tempat yang berada di dalam peta itu.
tanpa mereka sadari Daniella yang belum sepenuhnya sembuh berhasil mengikuti mereka sampai ke markas, Daniella berhasil kabur dari RS tanpa diketahui oleh Amara dan juga orang tuanya dan dia juga berhasil membuat pengawal tutup mulut tentang kehadiran nya di markas itu.
"apapun yang terjadi ,aku akan menyelamatkan mu Riel"batin Daniella setelah mendengar percakapan mereka
Gavin,Gerald dan Steve pun juga telah mempersiapkan semua yang mereka butuhkan untuk sampai ke hutan itu, mereka juga tak menyadari bahwa Daniella telah mengikuti mereka sejak tadi, karena kemampuan Daniella bersembunyi sangatlah pintar.
Sementara di rumah sakit, Amara dan orang tuanya sedang binggung mencari keberadaan Daniella yang menghilang entah kemana,Amara juga sudah berusaha menghubungi Gavin tapi sayangnya Gavin tidak bisa di hubungi sekarang, karena dia telah berada di sebuah kapal bersama dengan teman-temannya.
"bagaimana nak,apa kamu sudah menghubungi tuan Gavin?"tanya Davis yang melihat Amara mondar-mandir sejak tadi
"Gavin tidak bisa di hubungi pah"kata Amara lesu
"lalu bagaimana sekarang,mama takut Daniella kenapa-napa "kata Ariana khawatir
"kalau begitu kita cari saja,mungkin dia sedang ke suatu tempat" kata Davis pada mereka
"baik pah ayo"
Sementara itu Gavin dan yang lainya baru turun dari kapal yang berhenti tak jauh dari hutan tempat mereka mencari Gabriel, setelah turun dari kapal,mereka pun berjalan menuju hutan tersebut,dengan bekal sebuah peta Gavin dan yang lainnya mengikuti jalan yang sudah di gambarkan di dalam peta tersebut,di dalam hutan itu begitu sepi dan mengerikan,pantas saja tidak ada yang bisa melacak keberadaan Gabriel ternyata Dirga memang sudah merencanakan semua ini,jika saja Joce tidak memberitahu mereka mungkin mereka tidak akan pernah tau bahwa Gabriel sedang berada di hutan itu.
"bagaimana apa masih jauh Vin?" tanya Gerald pada Gavin yang sedang memegang peta
__ADS_1
"mungkin sebentar lagi,tapi jalan disini tidak bisa di tebak ger" kata Gavin
"oh ya Steve,apa benar-benar tak ada sinyal?" tanya Gerald yang melihat Steve sibuk mengotak-atik ponselnya
"sinyal disini memang susah tuan,pantas saja kita tak bisa melacak keberadaan bos" kata Steve pada mereka
"sudahlah lebih baik ikuti saja petanya" kata Gavin juga
Sedangkan Daniella masih mengikuti mereka secara sembunyi-sembunyi,saat mereka ingin melanjutkan perjalanan Daniella tetap setia mengikuti mereka, tapi hal yang tidak terduga terjadi padanya, Daniella tak sengaja menginjak ranting sehingga membuat Gavin dan yang lainya menyadari bahwa seseorang sedang mengikuti mereka.
kreak
"aduh s*Al bagaimana ini" batin Daniella merutuki dirinya sendiri
"siapa itu??" tanya Gavin dan yang lainya
"ayo kita lihat "kata Gavin pada mereka
mereka pun sama-sama berjalan mendekati semak-semak yang sangat rimbun, sedangkan Daniella sendiri juga masih berusaha menyembunyikan dirinya,tapi saat dia ingin berbalik dia tak sengaja menyandung sebuah batu yang membuat lututnya terluka.
"awww"pekiknya pelan
saat dia ingin berdiri lagi dia sudah tertangkap oleh Gavin dan yang lainya.
"kakak??" ucap Gavin terkejut saat melihat Daniella
__ADS_1
"la,kamu ngapain disini?" tanya Gerald juga
"nona Daniella, bukankah nona harusnya berada di RS?" ucap Steve juga saat melihat Daniella
ya sebelumnya memang Gerald sudah bercerita pada Steve bahwa Lea sebenarnya adalah Daniella yang sebelumnya hilang ingatan.
"gue cuma mau ketemu Riel,tapi kenapa kalian gak mau ngajak gue buat nyelamatin Riel"kata Daniella pada mereka
"tapi kakak belum pulih,gak seharusnya kakak disini" kata Gavin khawatir
"pokoknya gue mau ikut kalian !" kata Daniella begitu keras kepala
"nona sebaiknya nona pulang saja, karena nona masih belum sembuh" kata Steve ikut membujuk Daniella
"tidak Steve,aku ingin ikut kalian" kata Daniella yang masih kekeuh
"tuan bagaimana ini?" tanya Steve meminta pendapat Gavin dan juga Gerald
"sudah biarkan saja kakakku memang keras kepala"kata Gavin pada mereka
"tapi bagaimana jika sesuatu terjadi pada nona?" tanya Steve agak takut
"tidak apa,kan ada dokter bersama kita,kau lupa Gerald dokter" kata Gavin sambil melirik Gerald disampingnya
"iya juga ya tuan" kata Steve sambil menggaruk belakang kepalanya
__ADS_1
"jadi bagaimana aku boleh ikut?" tanya Daniella sumringah
"boleh,tapi harus dalam pengawasan kami" kata Gavin pada kakaknya.