Gabriel Si Mafia Tampan

Gabriel Si Mafia Tampan
Smirk Devil


__ADS_3

Gavin pun mengangguk faham, setelah itu Gabriel pun melanjutkan langkahnya lagi untuk keluar Mansion.


Setelah sampai di luar Gabriel pun segera mengendarai mobil mewahnya untuk menuju ke markasnya yang disana sudah ada Steve dan juga Gerald yang menjaga.


setelah memasuki markas besarnya semua anak buah Gabriel pun menunduk membiarkan bos nya untuk masuk kedalam ruangan khusus eksekusi,


didalam ruangan itu sudah ada Intan dan beberapa orang yang sebelumya dipukuli oleh Gabriel, karena saat mereka lari tadi Gerald dan anak buah Gabriel yang berada di depan, telah menangkap semua orang yang terlibat dengan Intan.


sedangkan Steve lah yang tadi membawa Intan ke markas dan mengikatnya.


"lepasin gue dasar B*n*s*t!" bentak intan saat Gabriel masuk ke dalam ruangan itu


dibelakang Gabriel juga sudah ada Steve dan juga Gerald yang menatap nyalang mereka.


"tutup mulutmu itu nona,aku salah sudah membiarkan mu hidup,harusnya aku sudah menghabisi mu langsung waktu itu! " kata Gerald mengingat wajah intan yang menghina Amara dulu waktu mereka bertemu di taman hiburan


"apa Lo pernah bertemu dengan nya Ger?" tanya Gabriel melirik Gerald yang berada di belakangnya


"iya Riel waktu itu dia menghina Amara,tapi Lea yang membantu Amara" ucap Gerald menjawab pertanyaan Gabriel


Gabriel pun mengangguk kemudian dia kembali menatap intan dengan nyalang seperti ingin menghabisinya langsung.

__ADS_1


"saya tidak mengenal anda nona,tapi beraninya anda bermain-main dengan wanita saya,apa hak anda membiarkan para b*j*Ng*n ini untuk melecehkan wanita saya hah!!?" tanya Gabriel mengintimidasi


awalnya Intan biasa saja tapi waktu Gabriel mengeluarkan sebuah pistol dari sakunya Intan mulai berkeringat dingin dan mulai gemetar ketakutan,dengan susah payah intan menelan ludahnya yang tercekat di tenggorokan ,sangking takutnya Gabriel akan membunuhnya.


"tu-tuan ampuni saya ,saya tidak tau wanita itu kekasih tuan,jika saya tau saya tidak akan melakukan itu" kata Intan dengan nada bergetar


"sudah terlambat nona,anda salah karena sudah menyentuh wanita saya" kata Gabriel lagi dengan nada psikopat nya


"saya janji tidak akan melakukan itu lagi tuan" kata Intan berusaha memohon


dor


sebuah tembakan di lepaskan dan tembakan itu hampir saja mengenai pelipis Intan tapi beruntung tembakan itu mengenai salah satu orang yang diikat di belakang intan atau lebih tepatnya peluru itu mengenai anak buah Intan ,dan naas orang itu langsung tewas di tempat hingga membuat yang lain gemetaran,karena takut bernasib sama dengan orang itu.


"saya memang sengaja tak mengarahkan tembakan itu padamu nona" kata Gabriel santai


intan pun tersenyum senang, itu artinya Gabriel tidak akan membunuh nya sekarang.


"tapi jangan senang dulu nona karena setelah saya membunuh orang-orang anda ,saya juga akan menghabisi anda" kata Gabriel lagi dengan senyuman yang menakutkan


bulu kuduk intan pun berdiri karena ketakutan sekaligus gemetaran,dan dia pun memohon lagi agar Gabriel mau melepaskan nya tapi sayangnya itu tidak akan bisa dan hanya akan sia-sia.

__ADS_1


"percuma anda memohon nona,jika bos sudah mengeluarkan smirk devil nya maka anda sudah tamat" kata Steve yang semakin menakuti Intan


"Steve jangan ditakuti,karena setelah ini aku akan mengambil bagian tubuhnya untuk praktek ku" kata Gerald dengan senyuman aneh nya


Intan yang mendengar itu pun semakin gemetaran,karena dia sudah masuk ke sarang mafia dan tak akan bisa kabur lagi.


"tolong lepasin gue,gue mohon" kata Intan yang menangis sambil berteriak sekencang-kencangnya


dor dor dor


Satu persatu anak buah yang tadi disuruh Intan telah tewas satu persatu,dan intan juga sudah melihat itu semua sampai banyak darah yang muncrat ke baju dan celananya,dan saat dia menengok ke belakang,semua orang tadi sudah tewas berlumuran darah.


Gabriel memang sengaja membiarkan Intan melihat itu , karena dia ingin Intan memiliki trauma saat melihat orang-orang itu tewas, ternyata itu semua berhasil intan semakin histeris dan semakin memohon untuk dilepaskan.


"tolong ,gue mohon lepasin gue" kata intan semakin histeris


"nona anda tau kenapa saya melakukan itu?" tanya Gabriel


"itu untuk membuat anda menderita nona karena semakin anda menderita itu semakin bagus nona!"


belum sempat Intan menjawab Gabriel sudah mengatakan jawabannya.

__ADS_1


Intan pun menggeleng karena takut Gabriel akan menembak nya setelah ini.


"tidak tuan,jangan bunuh saya" kata Intan yang sudah mulai kehabisan suaranya karena menangis sejak tadi


__ADS_2