
setelah itu ,tak beberapa lama Arra pun datang sambil membawa makanan penutup untuk semua orang.
dan mereka pun makan bersama, awalnya Arra menolak untuk makan bersama,tapi Gavin memaksanya untuk ikut makan jadi mau tak mau Arra pun menurut.
setelah sarapan pagi selesai,Gabriel pun pamit untuk melakukan perjalanan ke luar kota,dia juga ditemani Steve yang ikut bersama nya.
sementara itu disisi lain Dirga baru bangun dari tidurnya,dan ia tak melihat Jocelyn di sampingnya,
setelah mencari keberadaan Jocelyn Dirga pun menemukan Jocelyn yang masih tertidur di sofa dengan wajah yang masih sembab,mungkin akibat karena menangis semalaman.
"hey bangun" teriak Dirga membangunkan Jocelyn
Jocelyn yang mendengar teriakan itu pun sedikit demi sedikit mulai membuka matanya dan menyadari ternyata seorang yang berteriak itu adalah suaminya sendiri.
"bangun,jangan malas,oh ya bersihkan wajahmu itu" kata dirga lagi sebelum ia berjalan menuju ke dapur
Jocelyn yang sudah mengumpulkan kesadaran nya pun segera bergegas menuju ke kamar mandi, karena dia juga ingin menemui adiknya dan ingin minta maaf pada Gabriel karena ia tak mempercayai Gabriel sebelumnya.
sementara Dirga sendiri sekarang sedang menyeduh secangkir kopi panas untuk ia nikmati.
"maafkan aku Joce karena kasar padamu" batin Dirga menyesali apa yang telah ia lakukan.
__ADS_1
setelah selesai membuat kopi Dirga pun duduk di sofa sambil menikmati kopi panas nya,lalu beberapa saat kemudian Jocelyn sudah bersiap untuk pergi tapi dia lupa bahwa Dirga masih ada di rumah ,jadi dirga yang melihat Jocelyn akan pergi pun segera mencegahnya.
"mau kemana kamu?!" tanya Dirga dengan suara bariton nya
"em aku-aku mau ke rumah mama sebentar" kata Jocelyn mencari alasan
"untuk apa kesana sendiri"tanya Dirga menyerit
"tunggu biar aku temani" kata Dirga lagi
"tidak perlu,aku hanya sebentar, bukankah kamu masih ada urusan "kata Jocelyn menolak
Dirga yang heran pun segera mendekati Jocelyn dan menatapnya dengan begitu tajam
" bagaimana dia bisa tau aku akan menemui Riel,apakah dia tau aku berbohong padanya" batin Joce khawatir
"ada apa,kenapa diam, pergilah sekarang!" kata Dirga lagi
Jocelyn yang ketakutan pun akhirnya segera pergi untuk menghindari Dirga,namun sayangnya Joce tidak tau Dirga telah menyuruh seseorang untuk mengawasi nya kemanapun dia pergi.
"Awasi saja kemanapun nona kalian pergi,dan laporkan padaku jika dia bertemu dengan Gabriel!" kata Dirga memerintahkan anak buahnya.
__ADS_1
anak buah Dirga pun segera melancarkan tugasnya untuk mengawasi Jocelyn, sementara Jocelyn yang saat ini sedang berada di dalam mobil pun sedikit curiga saat sebuah mobil yang tak dia kenali selalu mengikutinya dari belakang.
Jocelyn yang memang tau ada seseorang yang mengikutinya pun segera membelokkan mobilnya ke arah lain,tapi sayangnya ada mobil lain yang mengikutinya.
hal itupun membuat Jocelyn agak kesal,dan dia pun segera menghentikan mobilnya,
sementara itu anak buah Dirga yang melihat mobil Joce berhenti pun segera mendekati mobil itu untuk mengecek apa Jocelyn masih berada di situ atau tidak,
namun,saat anak buah dirga melihat ke arah jendela, Jocelyn pun menendang pintu mobil itu sehingga membuat anak buah dirga terpental dan meringis kesakitan.
setelah itu Joce pun keluar dari mobil dan dengan berani menghadapi mereka satu persatu,
"mau apa kalian mengikutiku!" tanya Jocelyn pada mereka
sementara anak buah Dirga pun hanya diam dan tidak mau menjawab pertanyaan Jocelyn.
"yahh baiklah kalau kalian tidak ingin menjawab,tapi jangan salahkan aku jika aku menyerang kalian" kata joce yang sudah bersiap untuk menyerang.
pertarungan itu pun tidak bisa di hindarkan,memang Joce sedikit kewalahan menghadapi mereka,tapi dia juga tak bisa mundur untuk sekarang,
karena sudah terlanjur bertarung,jadi mau tak mau dia harus menyelesaikan nya, meskipun dia nanti harus menang ataupun kalah.
__ADS_1
Jocelyn pun mulai kehabisan tenaga dalam menghadapi orang-orang itu namun dia masih tetap bertahan dan tak ingin menyerah,
saat dia masih sibuk bertarung tiba-tiba seseorang yang tak sengaja lewat pun membantunya.