Gabriel Si Mafia Tampan

Gabriel Si Mafia Tampan
Lea Pergi


__ADS_3

"lalu dimana kamu akan tinggal jika kamu keluar?" kata Gavin khawatir


"iya Lea kamu sebaiknya tetap disini" ucap Gerald juga


"terimakasih buat kalian karena sudah baik sama aku,tapi aku harus tetap pergi" ucap Lea kekeuh


"baiklah terserah kamu saja kami tidak akan memaksa mu" kata Gavin


"iya Lea,tapi sebaiknya kamu fikirkan lagi" kata Gerald juga


Lea pun hanya diam tak menjawab perkataan mereka, setelah itu dia segera pergi ke kamar untuk mengemasi pakaian nya


sementara itu Gavin dan Gerald berjalan menuju ke ruangan pribadi Gabriel dan mengetuk pintu ruangan itu, karena tidak ada jawaban mereka pun segera masuk keruangan tanpa di persilahkan.


"ngapain kalian kesini?" tanya Gabriel dingin


"gue hanya mau bilang kalo Lo ada masalah sama Lea selesaiin dulu,kasian dia tadi sampe nangis" kata Gerald


"itu bukan urusan kalian,jadi tinggalkan gue sendiri" ucap Gabriel masih dengan nada dinginnya

__ADS_1


"tentu itu urusan kami,Lo tau Lea akan pergi dari mansion" kata Gavin tersulut emosi


"iya Riel,dia tu gak punya tempat tinggal sekarang,apa Lo bakal biarin dia terlantar di jalanan!" kata Gerald juga tak kalah emosi


"lalu apa?,itu salah nya pergi dari mansion tanpa izin ,jadi sekarang biarkan saja dia pergi,lebih baik jika dia tidak terlibat dengan kita lagi!" ucap Gabriel pada mereka


"gue bener-bener ga tau jalan fikiran Lo Riel,di itu cewek,kasian jika dia terlantar di jalanan" ucap Gavin meninggalkan ruangan itu


"benar yang dikatakan Gavin Riel,sebaiknya Lo jangan biarin Lea pergi, karena yang gue tau cuma Lea gadis yang dekat dengan Lo setelah kepergian Daniella" ucap Gerald menepuk pundak Gabriel dan kemudian berjalan mengikuti Gavin


deg !,entah kenapa saat mendengar perkataan Gerald tadi hati Gabriel terasa sedikit sakit,dan dia juga mengingat tentang Daniella,tapi sebenarnya Gabriel sadar bahwa perkataan Gerald tadi ada benarnya, karena semenjak Daniella pergi, Gabriel jarang dekat dengan gadis manapun bahkan juga tak pernah sekalipun,


saat Gavin dan Gerald telah pergi, Gabriel pun juga keluar dari ruangan nya dan berjalan menuju kamar,dimana disana sudah ada Lea yang baru saja selesai berkemas.


"apa yang kamu lakukan?" tanya Gabriel yang sudah berdiri dekat pintu


"tu-tuan Gabriel"gugupnya saat melihat Gabriel


sebenarnya Lea masih sedikit takut akan kemarahan Gabriel

__ADS_1


"kenapa diam,jawab!"tanya Gabriel saat Lea hanya tertunduk


"saya sedang berkemas tuan, bukankah tuan bilang saya boleh pergi dari mansion ini"


"apa kamu ingin pergi sekarang?" tanya Gabriel sekali lagi


"iya tuan, karena saya tak ingin terus merepotkan tuan"


Gabriel pun mengepalkan tangannya saat Lea berkata seperti itu, apakah itu artinya Lea benar-benar akan pergi?


"baiklah pergilah kalau itu keputusan kamu!!"


brak!


setelah mengatakan itu Gabriel pun pergi sambil menutup pintu dengan sangat keras membuat Lea terkejut dan sedikit gemetar.


Lea pun kemudian menenangkan dirinya sebentar,sesudah itu dia pergi meninggalkan mansion


sebelumnya Lea sudah menghubungi Aletha untuk mencarikan nya kost-kostan yang harga nya tidak terlalu mahal, awalnya Aletha sudah menawarinya untuk tinggal bersama dengan nya,tapi Lea masih tidak ingin merepotkan Aletha jadi dia ingin Aletha membantunya untuk mencarikan nya kost saja karena kebetulan Lea juga masih memiliki sedikit uang yang cukup untuk membayar kost 1-2 bulanan , dan untuk kedepannya dia akan bekerja untuk membayar kost dan juga untuk kebutuhan dia sehari-hari.

__ADS_1


Setelah mendapat telfon lagi dari Aletha,Lea pun segera mencari taksi untuk mengantarnya ke sebuah kost yang dimaksud oleh Aletha.


__ADS_2