
"Apa??" Lea pun di buat terkejut dengan perkataan Gabriel,itu artinya Lea benar-benar akan pindah ke mansion lagi?.
"hei kenapa terkejut gitu?"
"eng-engga kok hanya saja.." ucap Lea terpotong
"hanya apa?"
"saya takut tuan akan marah lagi jika saya keluar diam-diam seperti kemarin"kata Lea sambil menunduk
Gabriel pun mengangkat dagu Lea untuk menatapnya.
"maaf ya soal waktu itu,tapi itu semua untuk kebaikan kamu,dan maaf sudah melibatkan mu dalam masalah ku" ujarnya
"me-memangnya kenapa tuan melakukan itu?" tanya Lea sedikit takut
Gabriel pun hanya diam tak menjawab pertanyaan Lea,tapi sedetik kemudian Gabriel pun mencium bibir Lea,Lea juga sedikit terkejut karena apa yang dilakukan Gabriel begitu tiba-tiba.
"suatu saat kamu akan tau" kata Gabriel setelah melepas pangutan bibirnya.
setelah itu Lea pun hanya diam mematung karena dia masih terkejut saat Gabriel menciumnya, sedangkan Gabriel malah melanjukan mobilnya menuju ke mansion.
setelah sampai di depan mansion, Gabriel pun menyuruh Lea untuk masuk terlebih dulu karena ada urusan yang akan Gabriel lakukan di luar,tapi sebelum itu Gabriel sudah membuka kan pintu mobil untuk Lea dan berpamitan pada Lea, setelah memastikan Lea masuk, dia kembali masuk ke mobilnya lagi dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke markas.
tak lama kemudian Gabriel pun sampai ke markas dan disana sudah ada Gavin, Gerald dan tak lupa Steve juga disana.
"oy Riel ada apa tumben nyuruh ngumpul?" tanya Gerald lebih dulu
"sebenarnya ada beberapa tugas untuk kalian" kata Gabriel
"tugas apa??" tanya mereka bersamaan
"tolong awasi kak Jocelyn,jangan biarin dia untuk menemui Dirga lagi"
__ADS_1
"maksud Lo kak Joce udah ketemu sama bang Dirga?" tanya Gavin terkejut
"iya"
"kenapa Lo ga cerita tadi?" tanya Gavin lagi
"yah karena gue ga mau ganggu kerjaan Lo dulu ,makanya gue suruh kalian kumpul disini"
"terus apa yang akan kita lakuin sekarang?" tanya Gerald
"kalian awasi saja kak Joce dan gue akan cari tau kenapa papa ingin menjodohkan kak joce sama Dirga" ujar Gavin
"apa bos akan ke rumah utama lagi?" kali ini giliran Steve yang bertanya
"iya Steve"
"tapi apa bos akan mendapatkan jawaban nya kali ini, bukankah waktu itu kita tidak mendapatkan jawaban apapun?" ucap Steve mengingatkan
"tapi Riel,gue tau om Zafier bagaimana,kalau dia tetap bersikeras menjodohkan kak joce bagaimana?" tanya Gavin
"semoga aja berhasil,gue ngak mau buat kakak gue menderita apalagi Dirga juga sangat membenci gue,gue takut jika perjodohan ini benar-benar terjadi,Dirga akan menyakiti kak Joce dan gue juga takut, gue ngak bisa berbuat apa-apa kalau itu terjadi " jelas Gabriel pada semua
mereka pun mengangguk mengerti,dan besok Gabriel sudah memutuskan bahwa dia akan ke rumah utama untuk membujuk papa nya lagi.
keesokan harinya
Lea bangun dari tidurnya dan tidak menemukan Gabriel di samping nya.
"apa dia tidak pulang semalam?" gumam Lea saat melihat sekeliling tapi tak menemukan orang yang di carinya
saat Lea sedang berfikir tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.
tok tok tok
__ADS_1
"siapa?" tanya Lea dari dalam
"nona bolehkah saya masuk?" ucap seseorang itu yang merupakan seorang wanita
"masuk saja" kata Lea dari dalam
wanita itupun segera masuk ke dalam dengan membawa teh hangat untuk Lea.
kemudian wanita itupun meletakkan cangkir teh itu di nakas dekat kasur yang saat ini di tempati Lea.
"silahkan diminum nona"
" kamu siapa?" tanya Lea saat wanita itu sudah meletakkan cangkir tehnya
"ah iya nona,saya Amara asisten rumah tangga baru di mansion ini" kata Amara mengenalkan diri
"apa tuan Gabriel yang menyuruh mu bekerja disini?" tanya Lea pada Amara
"sebenarnya tuan Steve yang memperkerjakan saya disini hanya saja itu atas izin tuan Gabriel"
lea pun tersenyum saat mendengar itu, berarti Steve sudah berbicara pada Gabriel untuk mencarikan nya teman di mansion agar tidak sendirian.
"emm nona baik-baik saja?" tanya Amara
"aku baik-baik saja,oh ya kelihatan nya kamu masih muda,tapi kenapa kamu mau kerja disini?" tanya Lea pada Amara
"iya nona itu karena saya sangat membutuhkan pekerjaan,saya hanya lulusan SMA jadi sulit untuk mendapatkan pekerjaan,lalu setelah saya bertemu dengan tuan Steve,tuan Steve menawari saya pekerjaan ini,dan saya pun mau nona" ujar Amara
"tapi apa kamu tidak malu bekerja sebagai art karena kamu masih sangat muda?" tanya Lea hati-hati
"buat apa malu nona,asal pekerjaan itu halal saya akan melakukannya" kata Amara begitu ceria
Lea pun tersenyum saat melihat semangat Amara,baru kali ini Lea bertemu dengan seorang gadis yang mau bekerja sebagai art tanpa rasa malu sedikitpun.
__ADS_1