
Arra pun tersipu saat Gavin memperlakukan nya begitu manis apalagi di depan Lea.
Arra yang malu pun segera buru-buru pamit untuk menuju ke dapur,
Lea yang melihat itupun sedikit tertawa, sedangkan Gavin sendiri bingung kenapa Arra pergi.
setelah itu Gavin pun kembali duduk ,dan dia melihat Lea yang sedang menertawai nya.
"kok ketawa sih le,emang ada yang lucu?" tanya Gavin menatap Lea
"eng-engga kok hehe" kata Lea yang berusaha menahan tawanya
Gavin pun semakin menatap Lea untuk meminta penjelasan pada Lea yang menertawakan nya tadi,
saat Gavin menatap Lea tiba-tiba saja sebuah tangan kekar memegang muka Gavin dari belakang.
"berhenti menatapnya,atau aku akan merusak wajah tampanmu!"
kata seseorang dari belakang dengan nada yang mengancam , setelah orang itu melepaskan tangannya barulah Gavin menengok ke belakang dan melihat ternyata itu adalah Gabriel yang sedang cemburu padanya.
Lea sendiri juga terkejut saat Gabriel masuk tiba-tiba, bahkan mereka juga tak mendengar suara langkah kaki dari Gabriel, karena memang tadi Gabriel sengaja berjalan tanpa suara dan berniat mengejutkan mereka,tapi malah dia melihat Gavin menatap Lea,jadi sekalian saja dia menutup muka Gavin.
"ah Lo ga asik ah Riel,kaya hantu aja datang tanpa suara langkah"kata Gavin kesal
"Lo bilang apa tadi heh?"
__ADS_1
"wkwk kga ko cuma bercanda,oh ya nih gue udah antar pacar Lo balik dengan selamat jadi tugas gue udah selesai kan"kata Gavin
belum sempat Gabriel menjawab,Gavin pun langsung pergi begitu saja menghindari Gabriel.
oke gue pamit " katanya lagi kemudian Gavin ngacir pergi.
setelah Gavin pergi, Lea pun tertawa melihat tingkah konyol mereka, sedangkan Gabriel langsung duduk begitu saja di samping Lea.
"memang ada yang lucu?" tanya Gabriel pada wanita yang masih tertawa di samping nya
"eng-engga kok tuan"kata Lea gugup setelah menyadari bahwa Gabriel menatapnya tajam
Gabriel pun kemudian menghela nafas nya berat dan mulai memejamkan matanya
"ada apa dengan tuan Gabriel, kenapa dia terlihat sangat lelah,apa dia tadi bertengkar dengan keluarganya ya"batin Lea menatap wajah Gabriel yang terlihat damai saat tertidur
Lea yang ketahuan memandangi Gabriel pun segera mengalihkan pandangan nya karena gugup.
"ti-tidak kok tuan siapa yang menatap tuan" kata Lea beralasan
"oh ya,hemm baiklah kalau gitu" kata Gabriel kemudian Gabriel pun meluruskan tubuhnya.
"Lea bolehkah aku bertanya satu hal?" tanya Gabriel tiba-tiba
Lea pun kembali menatap ke arah Gabriel saat Gabriel mengatakan sesuatu padanya
__ADS_1
"apa yang ingin tuan tanyakan?" tanya Lea balik
"jika aku mempunyai banyak musuh dalam hidupku,apa kamu masih ingin berada di sampingku?" tanya Gabriel yang terlihat serius
"ma-maksud tuan seperti tuan Dirga Kakaknya Gavin?"
"yah itu salah satunya"
Lea pun terlihat gusar saat memikirkan kata dari Gabriel barusan, bagaimana tidak?
disisi lain Lea ingin hidup damai tapi di sisi lain entah kenapa dia ingin bersama dengan Gabriel, lagipula Lea juga sudah terlibat dengan Gabriel dan teman-temannya jadi mau tak mau Lea juga harus menerima semua itu walaupun bisa saja Lea kehilangan nyawanya suatu saat.
"emm tuan,meskipun tuan punya banyak musuh tapi entah kenapa saya selalu percaya tuan bisa melindungi saya,jadi tidak ada alasan buat saya untuk takut jika berada di sisi tuan" ujar Lea pada Gabriel
Gabriel yang mendengar itupun tersenyum menatap lea yang membuat jantung Lea berdetak tak karuan
"aduh bagaimana ini, kenapa jantungku berdetak kencang lagi,plisss tuan Gabriel jangan tersenyum seperti itu, kenapa dia manis banget sih kalau senyum" batin Lea salah tingkah
"le kenapa diam?" tanya Gabriel yang melihat Lea yang diam seperti patung
Beberapa detik kemudian Lea pun baru tersadar saat Gabriel bertanya padanya
"eh maaf tuan,saya gapapa kok" kata Lea semakin salah tingkah
"yakin gapapa?" tanya Gabriel sekali lagi
__ADS_1
"ga kok tuan"kata Lea menggeleng kan kepalanya
namun tiba-tiba saja Gabriel memeluknya dengan sangat erat,yang membuat Lea kaget.