
"kenapa sakit sekali" gumam joce sambil memegang dadanya yang sedikit nyeri karena mengingat perkataan Dirga tadi.
"Riel maafkan kakak,kalau saja kakak mendengarkan kamu,semua akan baik-baik saja kan" gumamnya lagi dengan sangat menyesal karena keputusannya yang telah menikah dengan Dirga.
andai saja Joce mau mendengarkan kata Gabriel,dia tidak akan menjadi seperti ini ternyata Dirga hanya ingin memanfaatkan nya saja.
joce yang jarang menangis pun tiba-tiba saja dia mulai meneteskan air matanya.
"hiks hiks maafkan kakak Riel" gumamnya pelan disela-sela tangisannya.
setelah Joce sudah sedikit tenang pun dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya yang sembab akibat menangis, setelah itu dia pun memutuskan untuk tidur di sofa karena jika dia tidur di samping Dirga, dia takut Dirga akan memarahinya.
keesokan harinya di mansion Gabriel semua orang sedang berkumpul termasuk Gavin dan juga Gerald yang datang pagi-pagi sekali untuk menemui Gabriel.
"oh ya Steve dimana bos mu?" tanya Gerald yang sedang memakan camilan di meja
"mungkin masih tidur tuan" kata Steve asal
"CK tidak mungkin, Gabriel itu biasanya bangun paling awal dari kita" kata Gerald lagi
"ya mana saya tau tuan,saya kan tidur di luar"kata Steve lagi
saat mereka sedang asik berbicara, tiba-tiba Amara datang dengan membawakan minuman untuk mereka,Gerald yang baru bertemu dengan Amara pun terkejut melihat seorang gadis lain berada di Mansion Gabriel.
"silahkan diminum tuan-tuan" kata Amara sopan
"loh kok pagi-pagi udah ada bidadari" goda Gerald saat melihat Amara
Gavin yang melihat Gerald menggoda Amara pun entah kenapa dia menjadi sedikit kesal.
__ADS_1
"jangan menggodanya,minum saja minumanmu" kata Gavin sambil menyodorkan minuman di depan Gerald
"apaan sih Vin,oh ya kamu siapa aku baru melihatmu disini?" tanya gerald pada Amara
"dia Art disini tuan Gerald,saya menugaskan nya untuk menemani nona Lea" kata Steve yang menjawab pertanyaan Gerald
Gerald pun terlihat kesal saat Steve yang malah menjawab pertanyaan nya
"aku tanya dia Steve,Napa Lo yang jawab?" kata Gerald kesal
"saya hanya membantunya menjawab apa salahnya tuan?" tanya Steve dengan kepolosan nya
sementara Gavin sendiri malah tertawa saat melihat Gerald yang berdebat dengan Steve
" Napa Lo ketawa Vin?" tanya Gerald yang binggung kenapa Gavin menertawainya
"gapapa kok,dah lah Lo jangan godain dia lagi!" kata Gavin setelah berhenti tertawa
"dia milik gue!" kata Gavin yang membuat semua terkejut termasuk Amara yang masih berada di situ
Amara pun tersipu saat mendengar Gavin bilang bahwa dia adalah miliknya.
"Lo yang bener?" tanya Gerald memastikan
"iya,kalau ga percaya tanya aja sama Arra" kata gavin santai
"Arra siapa woy?" tanya Gerald lagi
"Arra itu Amara tuan ,ini Arra" ucap Steve menyahut
__ADS_1
"oh jadi namamu Arra,oh ya Arra apa benar yang di bilang bocil ini?" tanya Gerald pada Arra
Gavin yang kesal karena Gerald memanggil nya bocil pun langsung membogem lengan Gerald.
"aww sakit b*g*" umpat Gerald
"makanya mulut di jaga!" kata Gavin yang begitu puas atas apa yang dia lakukan tadi
"yeh k*MP*et lo Vin" umpat Gerald lagi yang masih kesal
"ehmm oh ya Arra jadi benar yang Gavin katakan?" tanya Gerald lagi mengulangi pertanyaan nya yang belum di jawab oleh Arra.
"iya itu benar tuan" kata Arra tersipu malu
entah kenapa tiba-tiba saja Arra malah mengatakan iya dan mengakui bahwa perkataan Gavin itu benar ,bahwa dia adalah milik Gavin.
hingga pupus sudah harapan Gerald untuk dekat dengan Arra ,
sementara Gavin sendiri malah terkejut saat Arra membenarkan perkataan nya, padahal tadi Gavin fikir Arra tidak akan mengakui bahwa dia adalah miliknya.
"tuh kan denger sendiri,udah puas Lo?" kata Gavin tersenyum puas
"ya ya baiklah gue ga akan godain dia lagi" kata Gerald yang pura-pura sedih dan meminum minuman nya tadi
"lebay lo,ga udah pura-pura sedih" kata Gavin yang tau sifat sahabatnya itu.
"emm tuan kalau begitu Arra ke dapur dulu ya mau lanjut masak untuk sarapan" kata Arra izin pamit
"aku temenin ya" kata Gavin menawari
__ADS_1
"ngak usah vin ,aku bisa lakukan sendiri,lebih baik kamu temani mereka saja" kata Arra lembut