
setelah itu Lisa tidak bertanya lagi sampai beberapa menit kemudian Lea datang menemui mereka.
"apa kalian sudah lama?" tanya Lea pada mereka
setelah itu Lea duduk dan memulai sandiwara nya.
"oh jadi kamu bos nya Arra?" tanya Lisa pada Lea
"iya Bu,oh ya maaf karena waktu kita bertemu sebelumnya saya tidak memperkenalkan diri saya dulu" kata Lea begitu anggun
"huh aku pikir waktu itu kamu temannya"kata Lisa sinis
"bukan Bu dia itu bos nya Arra" kata Amara dengan sangat jelas
"emm oh ya katanya kamu mau ngasih Amara uang" kata Lisa yang ingat bahwa tujuannya bertemu Lea adalah untuk mendapatkan uang .
"iya Bu,tapi tunggu sebentar ya"kata Lea
"kenapa harus menunggu saya mau uang Amara sekarang!" kata Lisa yang tidak sabaran
Lea pun hanya menggelengkan kepalanya melihat perilaku Lisa yang seperti mata duitan itu.
"sabar ya Bu sebentar lagi ada yang mau bawain uang itu tadi masih di ambil di ATM " kata Lea yang mencoba menahan kekesalan nya
"huh baiklah kalau gitu aku akan menunggu lagi" kata Lisa lagi
setelah itu tibalah Davis dan istrinya ke restoran itu.
"nak apa kamu lama menunggu papa dan mama?" tanya Davis saat melihat Lea
"tidak pa,tidak lama kok" kata Lea kemudian ia pun berdiri memeluk papa dan mamanya
__ADS_1
sedangkan Lisa ,dia saat ini begitu takut dan gemetar setelah melihat kedatangan Davis dan mama Lea ke restoran itu.
"oh ya Bu kenalkan ini mama dan papa aku"kata Lea memperkenalkan mama dan papanya
"lho kamu Lisa kan?" kata Davis yang mengenali Lisa
"eh iya ,Lisa kok kamu disini?" tanya Ariana yang merupakan mama dari Lea
"a-aku hanya menemani putriku" kata Lisa begitu gugup
"oh ya kalian saling kenal?" tanya Lea yang memang belum mengetahui bahwa orangtuanya sudah kenal dengan Lisa , karena sebelumnya Lea hanya bermaksud untuk membuat Lisa ketakutan kalau bertemu dengan orang tuanya sesuai rencana nya, jika benar Lisa yang telah menukar Amara dan Kania,tapi di luar dugaan ternyata orangtuanya malah mengenal Lisa.
"oh ya nak ini Tante Lisa yang dulu pernah suka sama papa kamu" kata Ariana menjelaskan
"oh gitu ya ma jadi Tante Lisa dulu pernah suka sama papa?" kata Lea mengangguk
"iya sayang,tapi itu dulu, sekarang udah enggak,benar kan lis?" kata Ariana tersenyum ke arah Lisa
"oh gitu,oh ya kalau gitu yuk semua duduk " ajak Lea kemudian
"oh ya ini Arra kan,Arra putri kamu Lis?"tanya Ariana menatap Arra
"i-iya na dia putriku" kata Lisa yang masih gugup
"oh ya pah Arra ini seusia sama Kania loh" kata Lea tiba-tiba
"benarkah sayang?" tanya papa Davis
"iya pa" kata Lea tersenyum sambil sesekali melihat ke arah Lisa yang semakin gugup
"emm semuanya aku mau balik dulu ya ada urusan sebentar" ucap Lisa tiba-tiba
__ADS_1
"loh Tante kok buru-buru sih memangnya mau kemana?" tanya Lea
"iya Lis,disini dulu aja kan makanan belum datang" kata Ariana
"tapi na,aku ada urusan sebentar,ini penting" kata Lisa berusaha mencari alasan lagi
setelah itu Lisa pun berdiri dari tempat duduknya hendak pergi,tapi Lea berhasil menghentikan langkahnya.
"apa Tante mau ketemu Kania putri Tante??" kata lea sambil berdiri dari tempat duduknya
Lisa pun di buat mematung oleh pertanyaan yang Lea ajukan padanya , sementara Davis dan Ariana juga binggung kenapa Lea menyebutkan nama Kania di situ.
"apa maksud kamu sayang?"tanya Ariana pada putrinya
"mungkin Tante Lisa yang bisa menjelaskan semuanya pada mama dan papa"ucap Lea
"Lisa apa maksud Lea ,apa hubungan mu dengan Kania putriku?" tanya Davis menghentikan langkah Lisa
"a-aku tidak mengenal putri kalian" kata Lisa berpura-pura
"Tante jangan bohong,Kania itu putri Tante kan,apa aku benar" kata Lea lagi
"dia bohong,aku gak kenal sama Kania" kata Lisa yang berusaha mengelak
"sayang memang nya kamu tau darimana Kania itu anak Lisa,dia itu adikmu loh"ucap Ariana pada Lea
Lea pun mulai menceritakan apa yang ia dengar dari Amara begitupun juga Amara yang ikut membantu Lea menjelaskan.
setelah mengetahui itu tiba-tiba saja Ariana pun mendekati Lisa dan menampar Lisa dengan sangat keras.
"apa benar yang dikatakan oleh Lea ?,jawab Lis !!" tanya Ariana dengan amarahnya
__ADS_1
sedangkan Lisa malah tertawa terbahak-bahak saat melihat amarah dari Ariana.