
beberapa menit kemudian Gerald pun datang untuk memeriksa Lea.
"apa kamu baik-baik saja Lea?" tanya Gerald sambil memeriksa kondisi Lea
"gue baik-baik saja,tapi kenapa Lo panggil gue Lea ger?" tanya Lea binggung
"apa maksudmu bukankah kamu itu Lea,atau sebentar,apa kamu mengingat sesuatu??" tanya Gerald lagi
"Lo itu ngomong apa sih ger,Lo ngak inget sama gue,Lo kali yang lupa ingatan" kata Lea yang semakin membuat Gerald binggung
"dan kenapa bahasa mu itu Lea, kenapa kamu tak seperti biasanya?" tanya Gerald penasaran karena Lea mengunakan bahasa Lo gue padanya.
"apa sih ger maksud Lo,, bukankah bahasa gue selalu gini" kata Lea yang mulai kesal padahal kondisinya sendiri belum sepenuhnya pulih
"bentar gini aja, kamu tadi bilang kamu bukan Lea iya kan?,terus kamu itu siapa sebenarnya?" tanya Gerald begitu serius
"gue itu Daniella sahabat Lo ger gimana sih!!"
Deg
betapa terkejutnya Gerald saat Lea bilang bahwa dia sebenarnya adalah Daniella, mungkinkah sebenarnya Daniella saat itu memang masih hidup?
"ka-kamu Daniella?" tanya Gerald sekali lagi
"iya ger,Lo kenapa kaget gitu?" tanya Lea binggung
"ka-kamu inget apa yang terjadi padamu ?" tanya Gerald
Lea pun berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi padanya, sampai akhirnya semua kenangan masa lalu nya pun terlintas di memory nya satu persatu.
__ADS_1
"aww kepala gue" rintihnya sambil memegang kepalanya yang terasa nyeri
"kalau kamu tak ingat jangan dipaksa " ucap Gabriel memperingatkan
"tidak ger,gue udah inget semuanya,termasuk Katlyn yang mempengaruhi Abang gue" kata Lea atau Daniella pada Gerald
"jadi Lo beneran Daniella?" tanya Gerald yang begitu bahagia
Daniella pun mengangguk,
"Lo masih hidup la,gue seneng banget la" kata Gerald lagi
"jangan seneng dulu ger,gue mau tanya apa Riel sudah ketemu ?" tanya Daniella pada gerald
Karena terakhir kali saat Daniella masih menjadi Lea dia ingat bahwa kekasihnya itu masih menghilang entah kemana,sebab itulah dia bertanya pada Gerald, karena siapa tau Gabriel sudah kembali.
"belum la,Riel belom ketemu" jelas Gerald menjawab pertanyaan nya
"tenanglah la,oh ya aku akan ke depan untuk memanggil Gavin, pasti dia akan senang saat tau kakaknya sudah kembali" ucap Gerald pada Daniella
Daniella pun mengangguk,membiarkan Gerald untuk pergi ke depan.
"ger bagaimana dengan Lea?" tanya Gavin saat melihat Gerald keluar dari ruangan
"dia..."ucap Gerald menggantung
"dia kenapa hah??" tanya Gavin yang tak sabaran
"masuklah dulu biar Lo tau" kata Gerald pada Gavin
__ADS_1
Gavin yang ingin tau kondisi Lea pun segera masuk ke ruangan itu.
"oh ya kalian tunggu dulu ya,kalian bisa masuk setelah Gavin, karena kondisi dann..,ah maksudku Lea, belum pulih jadi kalian hanya bisa mengunjungi nya satu persatu" ujar Gerald pada mereka
awalnya Amara pun merasa aneh saat Gerald membiarkan Gavin dulu untuk masuk,tapi saat Gerald sudah menjelaskan tadi,Amara pun mengerti dan membiarkan Gavin dulu yang menjenguk kakaknya.
Setelah Gavin masuk dia segera bertanya mengenai apa yang Lea rasakan saat ini.
"le,kamu gapapa kan, bagaimana apa kamu baik-baik saja atau kamu merasakan sesuatu?" tanya Gavin khawatir,
Gavin saat ini sudah berdiri di samping bangkar Daniella.
"Gavin hiks hiks" tiba-tiba saja Daniella menangis saat melihat adiknya yang selama ini merawat nya juga sewaktu dia masih menjadi Lea.
"Lea kamu kenapa nangis,apa ada yang sakit?" tanya Gavin padanya
"aku akan memanggil Gerald kalau begitu" katanya lagi sambil berbalik hendak pergi, tapi saat dia akan pergi, Daniella memegang tangannya.
Gavin pun mengurungkan niatnya dan menengok lagi pada Daniella.
"ada apa?,kamu baik-baik saja kan?" tanya Gavin yang semakin khawatir padanya
"Vin..,aku sebenarnya Daniella.. kakakmu"kata Daniella pada adiknya
deg
alangkah terkejutnya Gavin saat mendengar apa yang Daniella bicarakan padanya.
"Lea,jangan bercanda,kak Daniella sudah tenang disana" kata Gavin menatap Daniella
__ADS_1
"aku gak bercanda Vin,aku serius ,aku Daniella,dan apa untungnya aku berbohong padamu!" kata Daniella kesal karena adiknya itu tak mempercayai nya
"apa kamu benar-benar kakakku?" tanya Gavin kemudian