Gabriel Si Mafia Tampan

Gabriel Si Mafia Tampan
Salah Faham


__ADS_3

sementara saat Gabriel mengatakan itu Lea tak sengaja mendengar nya dan Lea pun berlari menuju kamar Gabriel..


saat Lea berlari Steve tak sengaja melihat Lea sekilas dan dia segera memberitahu Gabriel, Steve takut lea mendengar apa yang Gabriel katakan tadi


"tuan saya rasa saya baru saja melihat nona berlari"ucap Steve yang mengejutkan semua yang berada di situ termasuk Gabriel


"apa yang kau bilang Steve?" tanya Gabriel pada tangan kanan nya itu


"iya tuan ,saya rasa dia mendengar apa yang tuan katakan tadi" ucap Steve lagi


"S**t,kalian bisa bubar sekarang, gue ada sesuatu yang harus gue urus"


setelah mengatakan itu Gabriel pun segera berlalu meninggalkan mereka yang masih heran dengan sikap Gabriel yang selalu berubah-ubah


"tadi kalian dengar bukan kalau Riel bilang gadis itu tak ada hubungan dengan nya" tanya Gavin pada Gerald dan Steve


sementara keduanya hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari Gavin


"nah tapi kenapa dia sekarang perduli" kesalnya pada sikap Gabriel


"sudahlah Vin,itu urusan pribadi nya,Lo juga baru datang ke kota ini lagi kan,kalau gitu mari bersenang-senang " ucap Gerald menawarkan

__ADS_1


"Lo emang yang paling pengertian ger,kalau gitu gas lah" ucap Gavin bersemangat


"Lo ikut juga Steve daripada disini jadi obat nyamuk" ucap Gerald lagi menawari Steve


"ehmm baiklah tuan ,tapi bagaimana jika bos mencari saya" tanya Steve ragu


"tidak akan,dia pasti sibuk membujuk gadis itu gue yakin" ucap Gerald meyakinkan


"Yoi Steve mending Lo ikut kita aja"tambah Gavin


"ya baiklah kalau begitu"


mereka pun kemudian pergi bersama entah kemana


saat Lea sedang merenung tiba-tiba Gabriel sudah berada di depan nya,dan Lea terkejut karena Gabriel datang begitu tiba-tiba dan Lea tak menyadari nya sama sekali.


"kenapa sedih?" tanya Gabriel yang berdiri di depan Lea


"aku ,aku hanya merindukan keluarga ku"ucapnya menghindari tatapan Gabriel


"benarkah,apa kamu ingin menemui mereka?" tanya Gabriel lagi

__ADS_1


sementara Lea hanya diam tak menjawab pertanyaan Gabriel,


saat tak mendapatkan jawaban dari Lea Gabriel pun duduk di samping Lea dan mengarahkan wajah Lea agar mau menatap nya,Lea pun sedikit terkejut dengan apa yang Gabriel lakukan dan itu membuat jantung nya berdegup dengan kencang.


"maaf soal tadi"ucapnya menatap wajah Lea


sementara Lea begitu gugup saat di tatap oleh Gabriel


"ma-maaf untuk apa" ucapnya berusaha menghindari tatapan mata Gabriel


"maaf karena apa yang kamu dengar tadi mungkin menyakiti hati kamu" ucap Gabriel dengan lembut


"ti-tidak apa kok,lagian benar apa yang kamu katakan,kita juga tak begitu dekat, bahkan aku juga tidak tau namamu" elaknya agar Gabriel tak curiga tentang perasaan nya saat ini


"Gabriel ,panggil aku Gabriel itu namaku, ingatlah!" ucap Gabriel kemudian dia berdiri lagi dan berlalu meninggalkan kamar, sementara Lea hanya mematung saat melihat Gabriel telah pergi dari kamarnya


"Gabriel?,jadi namanya Gabriel?" gumam Lea kemudian dia pun tersenyum tipis


setelah meninggalkan kamar Gabriel pun menuju ke ruang kerjanya dan memikirkan apa yang terjadi barusan


"Kenapa aku begitu baik pada gadis itu,ada apa ini sebenarnya" gumamnya sambil menghidupkan rokok nya

__ADS_1


"Daniella jika kamu masih hidup mungkin kamu seusia dengan gadis itu"gumamnya lagi sambil mengisap rokok nya


"aku selalu merindukan mu Daniella,maafkan aku karena tak bisa menyelamatkan hidupmu"


__ADS_2