
Sementara disisi lain Dirga sendiri masih terkejut saat mengetahui kebenaran bahwa joce adalah kakak dari Gabriel.
"kenapa Joce, kenapa kamu harus jadi kakaknya?!"
"orang yang sudah membunuh adikku , bagaimana dia adalah adikmu Joce"
Dirga pun berbicara sendiri sambil minum karena saat ini fikiran nya sedang begitu kacau.
setelah beberapa jam berlalu Dirga pun memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Katlyn,tapi anak buahnya bilang Gabriel dan anak buahnya sudah membawa Katlyn pergi .
Dirga pun menghembuskan nafasnya kasar dan kemudian dia membuka ponselnya dan menemukan beberapa panggilan tak terjawab dari Jocelyn,dan tiba-tiba saja Dirga tersenyum smirk menatap ponselnya.
"jika saja adikmu bukan pembunuh Daniella maka kita akan baik-baik saja Joce,tapi sekarang semuanya sudah berbeda,dan kamu yang akan menanggung semuanya sekarang"batin Dirga menatap ponselnya
sedangkan di bawah jurang yang sangat curam seorang pria sedang memegang tubuh seorang gadis yang sudah tak bernyawa dan pria itu mulai meneteskan air matanya.
"kenapa kamu mati sekarang kath, bagaimana aku bisa hidup tanpamu" kata pria itu menatap wajah Katlyn yang penuh dengan darah.
"kamu bilang kamu akan hidup bahagia jika bersama dengan Gabriel ,tapi Gabriel tak pernah mencintai mu,tapi kenapa kamu masih mengejar nya sampai sekarang hah!"kata pria itu lagi dengan sendu
"harusnya aku tak pernah membiarkan mu untuk mengejarnya jika semuanya akan berakhir seperti ini"
__ADS_1
"akhhhhhhh Katlyn Amoera aku akan membalaskan dendam mu pada mereka yang telah membuat mu menjadi seperti ini,aku janji kath" kata pria itu kemudian dia pun membawa mayat Katlyn dan segera menguburkannya.
pria itu adalah pria yang telah membantu Katlyn selama ini dan dia juga yang telah membebaskan Katlyn dari kamar nya saat Dirga mengurung nya saat itu,namanya adalah Melvin Anggara dia adalah pria yang sangat mencintai Katlyn tapi sayangnya Katlyn tidak pernah mencintai nya karena dia sudah terobsesi pada Gabriel sejak lama.
Sementara itu di mansion Gabriel Lea yang sudah di antar Gavin untuk pulang ke mansion pun segera meminta penjelasan pada Gavin apa yang sebenarnya terjadi,tapi Gavin seperti tak ingin menjelaskan apapun pada Lea,dan setelah Lea memaksa nya ,Gavin pun mulai bercerita tentang semuanya pada Lea ,dan lea juga baru mengetahui kalau Dirga dan Daniella adalah kakak dari Gavin ,Lea awalnya terkejut tapi dia mencoba untuk menerima semuanya.
"sekarang kamu sudah tau semuanya kan le"kata Gavin menatap Lea
Lea pun mengangguk, kemudian dia juga bertanya, kenapa Gavin ikut dengan Gabriel padahal kakaknya sangat membenci Gabriel atas kematian kakak perempuan nya,tapi Gavin juga menjelaskan semua itu hanya kesalahpahaman karena Gabriel tidak pernah membunuh Daniella tapi Katlyn lah yang telah merencanakan semuanya.
kemudian Lea pun ingat bahwa Katlyn pernah berkata bahwa dia yang sudah menyingkirkan Daniella,itu artinya memang benar Katlyn lah dalang dibalik semua kejadian yang menimpa Gabriel saat ini,dan dia juga yang sudah membuat Gabriel dan Dirga bermusuhan sampai sekarang.
akhirnya Lea pun faham sekarang dengan apa yang terjadi saat ini,
saat Lea masih berbicara dengan Gavin,Amara pun datang dan memberikan minuman untuk mereka.
saat Amara selesai menaruh gelas dia pun terkejut saat melihat Gavin.
"lho Gavin kan?" tanya Amara
Gavin pun melihat Arra dari atas sampai bawah dan mengingat siapa gadis yang berada di hadapannya ini
__ADS_1
"gue Arra Vin,Lo lupa?" tanya Arra lagi
"Arra teman SMA gue dulu?"kata Gavin yang mulai mengingat siapa Arra
"iya Vin Lo masih inget?"
"ya gue baru inget,oh ya Lo ngapain disini?" tanya Gavin pada Arra
"kalian saling kenal?" tanya Lea memotong pembicaraan karena ingin tau kenapa mereka bisa saling mengenal
"iya le,dia teman SMA aku dulu" jelas Gavin
"oh gitu ya" kata Lea mengangguk paham
"oh ya Ra jadi Lo ngapain disini?" tanya Gavin lagi mengulang pertanyaan nya yang sempat tertunda
"gue kerja disini Vin "kata Arra semangat
"oh ya,jadi Lo art yang dibawa Steve kesini?"
"hehe iya Vin"
__ADS_1
"lah sorry ya gue baru tau itu Lo Ar,kalau gitu semangat ya kalau kerja disini temenin Lea nya" kata Gavin berdiri kemudian mengelus lembut kepala Arra
Arra pun tersipu saat Gavin memperlakukan nya begitu manis apalagi di depan Lea.