Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia

Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia
Bab 11


__ADS_3

"Apa kau suka?" Tanya Revan, gadis itu menoleh dan mengangguk cepat sambil tersenyum. Tangan Liana terulur untuk menyentuh air pancuran kecil di patung kolam itu, rasanya dingin.


"Ya tempat ini memang sangat indah jika di malam hari, apalagi cuaca yang cerah sangat mendukung untuk di pandang" Revan menatap ke atas.


"Jika hujan, apa lampu-lampu di sini akan mati?" Tanya Liana tanpa ragu, Revan menoleh kemudian tersenyum.


"Tidak, lampu-lampu di sini tak akan mati jika terkena air kecuali memang di matikan dari saklar" jelas Revan, Liana pun mengangguk paham.


"Kemari lah" Revan menarik tangan Liana dan duduk di sofa tunggal dengan berhadapan.


"Apa kau ingin makan sesuatu di sini?"


"Emang bisa?"


"Kenapa tidak? Aku akan meminta maid untuk membawakan makanan" Revan berdiri namun di tahan oleh Liana.


"Emmm... Jika boleh, aku mau makanan ringan saja" ragu Liana


"Baiklah, tunggu di sini " lalu Revan pun pergi untuk meminta pada maid yang ada di dalam membuat kan cemilan.


Tak lama kemudian Revan kembali dengan 2 Maid di belakang mereka yang sudah membawakan makanan ringan kemudian meletakan di meja pendek di hadapan Liana.


"Terimakasih" senyum tipis Liana pada maid.


"Sama-sama, Nyonya" ucap 2 maid itu bersamaan, Liana menatap maid itu dan Revan setelah itu mereka pergi menyisakan 2 sejoli di taman.

__ADS_1


"Kenapa kau menatap ku?" Tanya Revan yang sedari tadi di tatap oleh Liana.


"Ah maaf, aku hanya tak nyaman jika di panggil seperti itu tadi"


" Lalu kau ingin di panggil apa? "


"Nama juga boleh"


"Tidak sopan" ucap Revan


"Tapi, aku tak suka"


"Baiklah-baiklah, nanti aku urus semuanya sekarang makanlah cemilan nya" ngalah Revan, Liana pun melahap makanan yang di bawa maid itu Revan terus menatapnya dengan senyuman tipis.


"Emm... Boleh aku tanya?"


"Apa, kalian akan membunuh ku?" Tanya Liana berhati-hati sambil melahap makanannya. Revan mengerutkan keningnya.


"Untuk apa?"


"Kan aku pengganti ayah untuk membayar hutang, waktu itu aku kan bertanya pada pria yang kejam itu jika kalian membawa ayah kalian akan menghabisi nyawanya karena tak bisa membayar hutang " ucap Liana memainkan garpu pada piring yang berisi makanan.


"Jadi?"


"Aku pengganti ayah, jadi... Apa kalian akan menghabisi nyawa ku?" Menatap Revan sambil menggigit garpu, sejenak pria itu terdiam kemudian terkekeh.

__ADS_1


"Untuk apa membunuh mu? Ya kau memang pengganti ayah mu tapi bukan berarti kita yang mengambil nyawa mu"


"Lantas? Kenapa kalian membawa ku kesini? " Tanya Liana.


"Why? Kau ingin di bunuh?" Menatap tak percaya pada Liana walaupun ia berpura-pura terkejut.


"Bu–bukan itu maksudnya... " Gugup Liana, Revan terkekeh melihat kegemasan gadisnya.


"Kau ingin tau yang sebenarnya?" Gadis itu menatap serius ahh ini tambah membuat Revan gemas, pria itu mencolek hidung Liana.


"Kau gemas banget sih? Oke, biar aku jelasin semua agar kau makin terbiasa dengan semua ini" Revan mengubah posisinya agar bisa saling berhadapan dengan Liana.


"Ada 3 alasan kenapa kita ingin kau tinggal di sini, yang pertama, dari awal kita bertemu waktu itu kau sudah menarik perhatian. Kedua, kita mempunyai perasaan pada mu. Ke tiga, kita mencintai mu"


Ntahlah ini alasan sangat tidak masuk akal bagi Liana, hanya itu? Lalu apa hubungannya dengan hutang yang di miliki ayah nya coba? Liana jadi pengganti ayahnya untuk menyelamatkan nyawa sang ayah bukan untuk alasan seperti ini, antara percaya atau tidak yang jelas Liana tak maksud ucapan dari pria yang ia anggap aneh.


"Apa?"


Revan mengangguk tersenyum tipis, Liana mengejapkan mata berkali-kali.


"Tunggu, jadi maksud mu kalian menahan ku hanya alasan itu? " Tanya Liana.


Lagi-lagi Revan mengangguk. Gadis itu mengalihkan pandangan dengan perasaan tak percaya jika saja ia tau alasannya dari awal, mungkin ia akan lakukan dengan senang hati. Eittt maksud dari senang hati itu ia tak perlu susah-susah merepotkan diri sendiri bahkan ia ingat betul bagaimana pria kejam itu mendorong sang ayah hingga jatuh bukan kah itu keterlaluan?


Bisa saja Liana memberontak sekuat tenaga namun saat itu ia merasa takut untuk melakukan perlawanan karena ia belum mengenal pria kejam itu.

__ADS_1


Pria kejam? Adalah Arion yang di maksud Liana.


__ADS_2