
"Oke! Tetap awasi dia, aku akan ke sana!" kata Arion mematikan panggilan. Lalu ia bergegas keluar dari kamar untuk menemui yang lain.
"Ravin menemukan keberadaan Arvin,"
Perkataan Arion membuat yang lain terkejut.
"Serius?!" Elvano.
"Ya, aku akan ke sana menemui Ravin kalian tetap lah di sini!" Arion pun langsung bergegas keluar dari rumah.
"Sebaiknya kita persiapkan semua nya!" Kenzo, Mereka mengangguk paham dan pergi.
Bagaimana mungkin mereka cuma diam menunggu Arion, tentunya mereka harus mempersiapkan diri, pasukan, hingga senjata. Ini adalah kesempatan mereka. Sedangkan Liana ia sudah diantar kuliah.
***
"Bagaimana?!" Arion datang.
"Ini Tuan, dia berada dipusat kota," Ravin menunjuk titik merah yang berkedip pada layar monitor.
Arion tersenyum tipis namun miring.
"Kerja bagus, aku mau kau dan David membawa pasukan. Kita selesaikan ini dengan cepat!"
"Baik, Tuan!"
Arion menatap titik merah tersebut, dimana seperti gambar peta kota yang berhasil di lacak hanya menggunakan sebuah benda tak bernilai namun bisa menghasilkan tujuan yang sangat besar.
"𝘒𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘪 𝘮𝘶, 𝘈𝘳𝘷𝘪𝘯!" batin Arion.
***
Saat ini Liana selesai pada jam kelasnya waktunya untuk istirahat, tadinya ia mau ke kantin, tapi lebih baik mengerjakan tugas yang belum selesai, kan? Namun seseorang gadis datang menghampiri nya, ia juga tidak mengenal siswi ini.
"Liana, kan?" tunjuk nya.
"Ah, iya ... ada apa?" heran nya.
"Ada seseorang yang ingin menemui mu di luar sekolah,"
"Siapa?"
__ADS_1
"Tidak tahu, dia mengenal mu dan pria itu sangat tampan,"
Pria? Liana berpikir apakah itu para mafia? Tapi untuk apa mencari nya? Jika mereka ingin menemuinya biasa nya mengirim pesan dan menjelaskan tujuan menemui nya. Liana mengangguk dan mengucapkan terimakasih lalu pergi menemui orang tersebut.
Sesampainya di gerbang yang masih ditutup, ia pun bertanya pada satpam yang bertugas penjaga gerbang sekolah.
"Pak, apakah boleh buka kan gerbang nya?"
"Untuk apa?"
"Ada seseorang yang menunggu saya di depan, hanya sebentar saja Pak gak lama,"
"Baiklah, hanya sebentar saja,"
"Terimakasih, Pak" senyum Liana.
Satpam itu berjalan kearah gerbang dan membuka gembok lalu menggeser gerbang. Liana membungkuk pada satpam itu lalu berjalan ke depan.
Ia celingukan mencari orang tersebut, namun di sana tak ada siapapun.
"Huh, apa aku sedang di kerjai? Biasanya mobil mereka ada di sini ...." gumam Liana.
Merasa tidak ada orang Liana pun berbalik dan ingin kembali, namun tiba-tiba seseorang membungkam mulut nya. Liana memberontak namun tidak bisa berteriak dan ia merasa pusing hingga pingsan tak sadarkan diri.
***
"Astaga!" Ravin mengambil ponselnya untuk menghubungi Arion.
"Tuan, kita kehilangan jejak musuh!"
.
Sekarang Arion dan yang lain sudah berada di tempat Ravin setelah beberapa menit menunggu ke datangan tuan-tuan nya.
"Bagaimana ini terjadi?!!" Arion.
"Tidak tahu Tuan, lokasi nya tiba-tiba menghilang itu pasti dia mematikan sebuah alat yang terhubung dengan pelacak kita,"
"Sial!!"
"Titik terakhir mereka di mana?"
__ADS_1
"Di sekolah Universitas Atlantic,"
Para mafia itu seketika terkejut.
"APA?!" Felix.
"Iya Tuan, titik terakhir menghilang dia berada di sekolah itu,"
Para mafia itu saling menatap, sedangkan Arion sudah naik pitam. Sekolah itu adalah tempat di mana gadis nya kuliah!
Arion pun langsung bergegas meninggalkan tempat begitupun dengan yang lain.
"Ravin! Cepat kirim anak buah mu dan David untuk mengepung area kota, SEKARANG!!!" Lucas.
"Baik, Tuan!!" Ravin pergi.
Lucas menghubungi Yohanes dan Johnny untuk membantu nya juga, sama seperti memerintahkan Ravin.
***
Mereka tidak peduli tentang peraturan lalu lintas, lampu merah saja mereka tetap gas. Di sini Arion mengemudi sendiri sedangkan yang lain menyusul 1 mobil di belakang mobil Arion yang melaju tanpa henti.
Sesampainya di sekolah Universitas, Arion keluar dari mobil dan celingukan mencari sekeliling. Lalu ia memutuskan untuk bertanya pada satpam yang kebetulan berada di gerbang juga.
"Apa kau melihat seorang gadis ini?!" Arion menunjukkan layar ponsel nya yang di mana terdapat foto Liana.
"Oh itu dia, saya juga mencari nya dari tadi," kata satpam itu membuat Arion terkejut. Lalu datang lah yang lain nya.
"Apa?!"
"Gadis ini tadi meminta saya untuk membuka gerbang sekolah, katanya ia ingin menemui seseorang di depan gerbang. Saya izinkan namun hanya sebentar, tapi sudah 20 menit dia tak kembali-kembali ...."
"Apa kau tahu siapa orang yang ingin menemui gadis ini?"
"Saya tidak tahu Tuan,"
Arion mengusap wajah nya kasar ia tak peduli jika musuhnya kabur, namun ia tak bisa membiarkan gadis nya pergi apalagi ini secara bersamaan dengan hilang nya musuh mereka.
"Arion, anak buah kita sudah bergerak mengepung kota dan juga mencari nya lewat udara," Lucas.
Arion pun langsung memasuki mobilnya untuk ikut mencari begitu pun dengan yang lain.
__ADS_1
Arion menatap tajam hingga ia mencengkram setir mobil dengan kuat, emosinya memuncak. Ia tahu sebab hilang nya Liana sudah tentu ulah Arvin, dia pasti menculik gadis itu
"Kau lihat saja, Arvin! Begitu aku menemukan mu, aku akan meleny4pkan mu detik.