
Liana pun menaiki tangga namun ia berhenti sejenak kemudian berbalik.
"Dokter Jay sudah pulang?"
"Iya, pagi tadi pulang,"
"Ah begitu ...." setelah itu Liana kembali menaiki tangga.
"Huh, kenapa si Jay yang di tanyakan?!" kesal Elvano.
.
Pada malam hari Liana merasa malas untuk belajar karena efek datang bukan jadi gak fokus buat mikir, jika tidak paham bawaannya emosi terus. Ia pun memutuskan untuk turun dari lantai atas mencari udara segar yang menenangkan pikiran.
Setelah berada di lantai bawah ia melihat beberapa pria sedang berada di luar, Liana bisa melihat mereka dari jendela yang di buka sebagian. Ia pun memutuskan untuk keluar melihat apa yang mereka lakukan.
"Yang benar saja! Kau ke sana hanya membawa potongan batu?" protes Carlos
โ๐๐ข๐ถ ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช? ๐๐ช๐ด๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ!โ Edgar.
"Ya gak batu juga kali, pasti banyak lah yah benda-benda milik Arvin atau adik nya itu!"
โ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ต๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ต๐ถ!โ
"Siapa yang mau memungut barang-barang rusak?" kesal Carlos.
โ๐๐ช๐ด๐ข ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ซ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ. ๐๐ข๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ต๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ต๐ถ, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช!โ
"Kalau tidak ada ya sudah, batu untuk apa? Mentang-mentang itu bangunan mereka batu pun kau bawa untuk jadi sampel?!"
โ๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข,โ
"Kau yang tak berguna!" Carlos dengan kesabaran nya.
Saat ini mereka sedang dalam komunikasi lewat vidio, mereka juga ingin tau apa yang sedang di lakukan oleh Arion dan 2 printilan nya.
"Di mana Arion?" tanya Felix.
โ๐๐ช๐ด๐ช๐ด๐ช ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช,โ
"Ya iyalah, dari pada mencari bersama mu mungkin kayu dan rumput pun kau suruh bawa sebagai sampel!" ceplos Carlos.
โ๐๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐๐ข๐ณ๐ญ๐ฐ๐ด, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด ๐ฅ๐ช๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช!โ
"Aku mengatakan sesuai kenyataan!"
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Liana
Mereka menoleh ke belakang mendapati seorang gadis menggunakan pakaian piyama tidur.
"Hai sayang, kemari lah," senyum Carlos.
Liana berjalan mendekat, Carlos menarik pinggang Liana untuk duduk dipangkuan nya sambil memegang ponsel karena mereka masih dalam Vidio call.
"Enggak belajar?" tanya Carlos mengusap surai Liana.
"Males!"
"Ya udah di sini saja,"
Liana melihat ke arah ponsel di mana terdapat seorang pria yang sedang berada di tempat gelap dan hanya di terangi oleh flash ponsel.
"Edgar?"
โ๐๐ฉ, ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ,โ
"Kau sedang apa?"
__ADS_1
โ๐๐ฉ, ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ,โ
"Di tempat gelap?"
โ๐ ๐ข, ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐จ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฑ ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ,โ
Baru tahu mafia juga bisa menggombal walaupun Liana tak baper. Carlos dan yang lain mengekspresikan seolah-olah mereka ingin muntah.
"Kau sendiri?"
โ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ณ๐ช๐ฐ๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฏ๐ป๐ฐ,โ
"Dimana mereka?"
โ๐๐ฏ๐ช, ๐๐ฆ๐ฏ๐ป๐ฐ! ๐๐ฐ๐บ!โ Edgar memanggil Kenzo.
โ๐๐ฑ๐ข๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ฉ?!โ terdengar suara ketus dari Kenzo.
โ๐๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฐ๐ฌ,โ
โ๐๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ญ, ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ข๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช!โ
โ๐๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฉ๐ฆ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ? ๐๐ช๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ณ๐ช๐ฌ,โ
"Untuk apa?"
โ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข,โ
"Hah?"
Yang lain hanya tertawa saja mendengar percakapan 2 orang ini. Bahkan Edgar pun tertawa puas.
โ๐๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ต๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ?โ
"Males,"
โ๐๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ฃ๐ข๐จ๐ถ๐ด!โ
โ๐๐ฐ๐ฉ, ๐จ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ด-๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ด๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ต๐ข๐ฏ.โ
"Istirahat kali bahasa nya bukan malas-malasan!"
โ๐๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ช, ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ฏ๐จ๐ฆ๐จ๐ข๐ด. ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ช๐ข๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข ๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฌ, ๐บ๐ข ๐จ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ?โ
Liana hanya diam soal nya lagi malas meladeni bisa-bisa Carlos juga tak terima karena di kira nanti membela Edgar.
"Mana Arion?"
โ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฏ๐บ๐ข, ๐๐ถ๐ฉ!!โ terlihat Edgar seperti jatuh karena tersandung.
"Rasain," gumam Carlos.
โ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฉ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ช๐ณ,โ
"Dih, siapa yang mengkhawatirkan mu?" beo Lucas.
โ๐๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐๐ช๐ข๐ฏ๐ข, ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ? ๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ข๐ฏ,โ Pd nya tak tertolong.
"Enggak juga," ujar Liana.
"Hahahahahahaha!" tawa mereka membuat Edgar kesal.
โ๐๐๐!!โ kesal Edgar memberikan ponsel pada seseorang dan ternyata Arion.
โ๐๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ถ?โ ๐ดuara berat nya.
Jantung Liana berdebar juga ia kaget saat wajah Arion tiba-tiba muncul di vidio.
__ADS_1
"Aโaku tidak mencari mu," alih Liana.
โ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฉ?โ
"Ya! Aku tadi hanya bertanya!!" kesal Liana menjauhkan ponsel yang di pegang Carlos.
Arion terkekeh melihat tingkah gadis nya yang malu dan kesal nya.
"Arion, sebaiknya lakukan besok pagi saja. Malam begini kalian akan kesulitan melihat dan mencarinya," kata Elvano.
โ๐๐บ๐ข, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ถ๐ต๐ถ๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช,โ
"Kalian akan menginap di mana?"
โ๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ซ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ต๐ข๐ฏ!โ terdengar suara Edgar menyahut.
Elvano berdecih.
"Di mana pun itu yang penting kalian bisa tidur dan bisa melanjutkan pencarian," Revan.
โ๐๐ฎ๐ฎ,โ
"Ya udah, ku matiin,"
โ๐๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ช๐ข๐ฏ๐ข,โ
"Sayang, ini," Carlos menggeser ponsel pada Liana, posisi nya Carlos masih memangku Liana.
"Tidak mau!" tolak Liana membalikan tubuh nya ke samping.
"Arion ingin mengobrol loh sayang,"
"Gak mau!!" ngambek.
"Senyapin aja atau gak usah ngomong, soal nya dia kangen kamu loh,"
"Aku tidak peduli!" acuh nya.
โ๐๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฑ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ง๐ฐ๐ต๐ฐ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ,โ
"Apa?! Buat apa?!" Liana menoleh ke arah ponsel.
โ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ,โ
Rasa nya ia ingin merem4s wajah ini, jika berani. Arion terkekeh melihat ekspresi kesal si gadis.
โ๐๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฌ, ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช,โ
"Tidak kembali pun tidak apa!" Liana bangkit dari pangkuan Carlos.
"Mau kemana?" tahan Carlos.
"Kamar!" ketus Liana lalu pergi.
"Tuh kan, kau sih Arion, marah lagi kan dia!" kesal Carlos
โ๐๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ?โ datar Arion.
"Ya iyalah, sebelum berbicara dengan mu dia baik-baik saja!"
โ๐๐ฌ๐ฆ, ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ซ๐ข๐ณ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ๐ข. ๐๐ข๐ข๐ต ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช, ๐ข๐ธ๐ข๐ดโโ
Tut.
Carlos mematikan panggilan dengan cepat karena malas mendengar ocehan pria tadi.
"Uh, kita team menonton sambil makan popcorn," Felix menumpang kaki.
__ADS_1
"Diam lah!" Carlos pergi dengan kekesalan nya.
Yang lain hanya terkekeh.