Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia

Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia
Bab 7


__ADS_3

Gadis itu terdiam sambil memegang bibirnya yang baru saja di kecup. Sudah berapa kali bibirnya di kecup? Dan ia keingat kejadian semalam di mana ia melakukan lama dengan pria yang bernama Carlos itu, astaga... Bodohnya ia menerima perlakuan seperti itu.


****


Liana sudah selesai mengganti baju setelah selesai mandi, ia menggunakan Hoodie sweater yang di berikan oleh pria tadi dan herannya kok bisa pas setiap pakaian yang mereka belikan untuk nya, padahal sang ayah jika membeli kan baju selalu kebesaran bahkan kekecilan. Atau jangan-jangan mereka mengukur tubuh nya saat tertidur? Terkadang itu yang di pikiran Liana, seperti halnya pakaian kurang bahan semalam, baju nya pas tidak besar dan tidak kecil ya walaupun sobek-sobek.


Tiba-tiba perutnya berbunyi, ia lapar dari pulang sekolah kemarin belum makan dan langsung aja di culik oleh mereka, bisa-bisanya mereka tak kepikiran untuk kasih makan. Mau tak mau Liana keluar dari kamar untuk mengisi perutnya, bodo amat mereka akan marah yang penting perutnya diisi walau hanya sepotong roti kecil.


Ia menuruni anak tangga dengan sangat hati-hati takut nya nanti ia ketahuan, aman, mereka tak ada di ruang tengah segeralah ia berjalan ke dapur.


Deg


Baru saja sampai di dapur ia melihat mereka sudah duduk manis di kursi meja makan sambil memainkan ponselnya masing-masing.


“𝐷𝑢ℎ 𝑘𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑖ℎ? 𝐵𝑖𝑠𝑎-𝑏𝑖𝑠𝑎 ℎ𝑎𝑏𝑖𝑠 𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑘𝑢, 𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑙𝑎𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡 𝑙𝑎𝑔𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔 𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎? 𝑀𝑎𝑙𝑢 𝑙𝑎ℎ, 𝑛𝑔𝑎𝑝𝑎𝑖𝑛 𝑐𝑜𝑏𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖. 𝑇𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢 𝑖𝑛𝑖 𝑘𝑎𝑛 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎, ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑛𝑔𝑎𝑝𝑎𝑖𝑛 𝑑𝑖𝑠𝑖𝑛𝑖!!” maki Liana dalam hati. Saat sibuk mendumel salah satu dari mereka menyadari kehadiran Liana.


"Apa yang kau lakukan di situ?" Tanya nya membuat pandangan mafia itu beralih pada Liana, sontak gadis itu menatap kemudian tersenyum kikuk dan menggelengkan kepalanya. Liana berbalik dan hendak pergi.


"Kemari, dan duduk lah"


Liana tak jadi melangkah hanya diam berdiri membelakangi mereka.

__ADS_1


"Jangan sampai aku mengulang kembali ucapan ku! Kemari lah!" Sentak nya.


Liana pun langsung berbalik dan duduk di kursi yang kosong, melihat tingkah gadis mereka yang menggemaskan hanya terkekeh diam-diam kecuali pria yang menegaskannya tadi. Liana tau bahwa pria itu lah yang membuatnya takut saat membawanya paksa masuk kedalam mobil sambil menodongkan senjata, jika diingat-ingat Liana trauma dengan pria ini.


"Menurutlah jika sekali di perintahkan!" kesalnya


"Ayolah Arion, kau jangan terlalu kasar, kau membuatnya semangat takut" kekeh pria yang di hadapannya


"Itu bagus, agar dia bisa menurut jika cuma di lembuti tak akan mempan" liriknya, Liana hanya diam menunduk sambil memainkan jarinya.


"Sudah, makan lah setelah ini kita akan pergi" ucap pria di sampingnya sambil mengelus rambut Liana gadis itu mengangguk dan menyantap makanannya.


***


"Kau siapkan saja, aku dan yang lain akan pulang" ucap pria yang sedang mengobrol di ponselnya, setelah selesai berbincang ia memasukan ponselnya ke jaket hitamnya.


"Bagaimana dengan Ravin dan yang lainnya? Apa kau suruh dia kembali?" Tanya Edgar pada pria yang bertubuh kekar, Kenzo.


"Tidak, hanya Ravin saja yang nanti ku suruh kembali "


"Jadi kau tadi menyuruh siapa?" Pria itu berdecak pinggang menatap Kenzo

__ADS_1


"Yohan, untuk mempersiapkan semuanya sebelum kita datang ke rumah"


"Apa hubungannya dengan Ravin? Dia sedang bertugas, kan dia bisa menghubungi mu soal keadaan di sana." timbal nya, Elvino atau bisa di panggil Vino


"Tidak, aku ingin dia bergabung dengan Johnny di AS, di sana sudah ada David jadi tak akan terjadi apapun"


"Terserah kau saja, Kenzo Fernandez" datar Vino.


"Ayolah kita pergi, kasihan gadis ini berdiri terus. Pasti capek" ucap pria yang berada di belakang Liana sambil memegangi kepalanya, gadis itu menolehkan kepalanya kebelakang dan menyingkirkan tangan pria itu dari kepalanya.


Pria berambut gondrong seleher itu terkekeh apalagi melihat ekspresi kesal yang di tunjukan si gadis.


"Ternyata kau bisa kesal juga"


Liana tak menanggapinya hanya bisa mengumpat dalam hati.


"Apa kau tau nama ku?" Tanya pria itu


"Aku tak peduli" ketus Liana, namun tiba-tiba ia tersadar dengan ucapannya dan langsung menutup mulutnya menatap pria di belakangnya.


"Oh, kau mulai berani gadis kecil?" Pria itu menatap Liana dengan menyeringai senyuman yang mengerikan, Liana menggelengkan kepalanya cepat kemudian membungkukkan badannya untuk meminta maaf.

__ADS_1


"Tak semudah itu!" Ia hendak menangkap tubuh Liana tapi dengan cepat gadis itu menghindar, tak sampai di situ mereka saling kejar mengejar membuat mereka tersenyum tipis.


__ADS_2