Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia

Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia
Bab 13


__ADS_3

"Aku tidak tau, yang jelas dia lah orang nya!"


"Ya dia memang sedikit kasar–"


"Sedikit kasar?! Lebih tepatnya kejam! Selain Ayah yang ia perlakuan kejam, namun dengan ku juga! Hanya karena aku tak menurutinya seenak jidatnya mengancam ku menggunakan senjatanya. Kau bilang itu sedikit kasar?!"


"Ya itu jelas saja dia marah karena kau tak menurutinya"


"Setidaknya perlakuan dengan cara lain! Sekali bentakan saja sudah cukup membuat ku terdiam tak sampai turun senjata! Kau tau? Setelah kejadian itu aku merasa trauma apalagi melihat wajah seramnya itu! Keterlaluan tau gak?!" Saat ini Liana tak peduli dengan siapa ia berbicara yang penting ia mengeluarkan unek-unek nya.


"Tenang lah dulu..." Menenangkan Liana.


"Bagaimana bisa tenang?! Dan boleh aku minta waktu pada mu untuk mengeluarkan unek-unek yang ada di otak ku ini?" Tegas Liana menekan-nekan kepalanya seperti menunjuk otaknya.


Dengan ragu Revan mengangguk ia juga tak menyangka bahwa gadis di hadapannya lebih seram dari yang ia bayangkan, ini bukan pura-pura loh ini serius.


"Aku tak peduli setelah mengatakan hal ini kau akan membunuh ku dengan senjata milik mu. Dan biar aku katakan bahwa aku membenci pria kejam itu, sangat kasar, tidak sopan dan seenak jidatnya (menepuk keras keningnya) memperlakukan orang layaknya hewan. Aku tau dia orang kaya bisa bebas melakukan hal apapun, namun jangan begini dong jangan memandang rendah orang yang berada di bawah peringkatnya. Dirumah orang saja tidak sopan apalagi rumah sendiri. Ya aku tau jika di rumah sendiri kita bisa melakukan hal apapun tapi jika ada tamu atau orang lain tetap jaga sopan santun dan tak kasar! Itu membuat orang yang ia kasari tidak nyaman dan bisa sampai membencinya! Tolong yah, buat kamu dan yang lainnya jangan bersikap seenaknya melakukan ini itu. Kau tau? Aku baru saja sembuh dari rasa trauma ku dulu di mana aku mendengar suara tembakan yang menembus gendang telinga ku! Jika saja aku mempunyai keberanian seperti kalian sudah pasti aku akan melawannya kembali! Tak peduli dia siapa, Raja, presiden, tentara, polisi, penjahat bahkan sampai mafia aku tak peduli!"


Seperti kalian tau Liana mengeluarkan pendaman kata yang harus ia keluarkan dari awal namun karena belum memiliki keberanian jadi di simpan saja.


Bener deh, kali ini Revan merasakan ketakutan yang di ucapkan Liana dalam setiap kata apalagi tatapan si gadis ini bener-bener serius! Ya ampun.


"I–iya... Ba–baiklah nanti aku bicarakan pada yang lain, tapi... Tenangkan diri mu" kaku


"Apa?"

__ADS_1


"Iya, setelah kehilangan orangtuanya... Arion menjadi pria yang kasar dan kejam pada siapapun bahkan pada kita, kita mengetahui sisi baiknya saat dimana ia di kamar sendiri menangis diam-diam memandangi foto orangtuanya. Bukan aku yang melihat nya melainkan Lucas, itu baru pertama kali melihat nya menangis sambil mengusap foto. Kita tak pernah menanyakan itu, pura-pura aja tidak tau karena ia tak mau membahas masalah dirinya yang takut jika dibilang bahwa dirinya lemah. Ia hanya ingin dilihat kuat, tegas dan di takuti oleh siapapun" jelas Revan.


Lagian siapa sih orang yang tidak rapuh jika menyangkut orang tuanya? Orang terkuat baja bisa lemah jika menyangkut orangtuanya, apalagi yang sudah meninggal?


Itupun hal yang sama dengan Liana, kehilangan ibunya pun sudah membuatnya tak berdaya bayangkan jika ayahnya pun ikut menyusul mungkin tanpa di sadari gadis itu lebih baik mengakhiri hidupnya, tak sanggup jika harus hidup sendiri tanpa pendamping orangtuanya.


"Arion Fernando, kebanyakan orang mengenalnya adalah Arion yang sebenarnya dia adalah Rion, sisi lembut nya. Hanya orang yang di izinkan memanggil nya Rion, bahkan kita saja yang sudah mengenalnya lama tak boleh memanggil nya Rion"


Liana hanya mengangguk pelan dan acuh-acuh saja, lagian bodo amat pria itu mau di panggil apa aja bukan masalahnya toh?


"Itu sebabnya, aku mohon pada mu. Tolong, sedikit saja mengubah hidup nya, diriku bahkan yang lain agar tak saling menyakiti hanya karena masalah sepele. Kita pernah saling berdebat hingga hampir meregang nyawa, kita tak berkelahi dengan fisik melainkan beradu senjata"


"Apa hubungannya dengan ku?"


"Benarkah?"


"Tentu, jika boleh jujur. Sebenarnya aku memang suka bermain dengan wanita-wanita lain tapi tak ada siapapun wanita yang berhasil memikat ku dan yang lain juga, ntahlah ku kira semua wanita pun sama saja... "


"Hey, tidak termasuk aku!" Liana merasa di singgung, ia sudah merasa bahwa dirinya berbeda dari wanita yang di bicarakan Revan.


"Iya kau memang berbeda, itu sebabnya aku tertarik pada mu"


Beginilah jika seorang mafia menyatakan perasaan secara terang-terangan, berbeda dari lelaki biasa yang hanya diam-diam memiliki perasaan cinta. Terkadang lebih suka mafia dari pada lelaki biasa karena mafia orangnya kejam namun memiliki sisi lembut, sangat penyayang dan setia dari pada lelaki biasa hanya pura-pura mencintai lalu berpindah lain hati.


Itu lah perbedaan seorang lelaki Mafia & lelaki biasa saat jatuh cinta.

__ADS_1


"Aku tidak yakin" alih Liana juga malu mendengar tuturan Revan.


"Tidak apa, kau hanya belum mengerti semuanya suatu saat kau akan tau maksud ku" senyum tipis Revan, Liana pun mengangguk.


"Kita masuk? Cuaca semakin dingin aku takut kau sakit karena angin malam"


"Aku baik-baik saja" lesu Liana


"Ada apa?" Tanya Revan ia menjadi khawatir jika gadis ini emang sakit atau tersinggung dengan ucapannya.


"Aku rindu Ayah" gumam Liana, Revan terdiam sejenak kemudian tersenyum tipis.


"Kau bisa menemuinya besok..." Ucap Revan seketika Liana menoleh dan membulatkan mata.


"Benarkah?"


"Tentu saja, jika kau harus menuruti perintah ku dan yang lain bisa?" Dengan rasa senang mata Liana terbinar-binar karena bisa bertemu dengan sosok pria yang di rindukan nya yaitu sang ayah.


Liana mengangguk kan kepala semangat ia tak peduli apa yang akan terjadi nantinya asal bisa bertemu dengan sang ayah sudah membuatnya lebih dari kata senang. Revan tersenyum dengan begini ia bisa dengan cepat Liana mencintai nya dan yang lain lewat jalan Ayah nya.


"Ayok masuk"


Keduanya pun pergi meninggalkan taman kecil itu untuk masuk kedalam rumah, Liana tak henti-hentinya bersenandung karena bahagia besok bisa bertemu dengan sang ayah.


Revan pun tak henti-hentinya tersenyum melihat gadis di depannya senang mungkin ini langkah keduanya untuk menaruh hati Liana pada nya.

__ADS_1


__ADS_2