Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia

Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia
Bab 17


__ADS_3

Revan kembali ke rumah setelah mengantar Liana kuliah sebelum di tinggal ia meminta salah satu anak buahnya untuk memata-matai gadisnya ia khawatir jika ada orang yang menggangu gadisnya, Revan keluar dari mobil dan memasuki rumah besar nya.


Baru saja Revan masuk tiba-tiba seorang pria datang dan mencengkeram kaos hitam milik nya, pria yang mencengkram Revan adalah Carlos.


"Ada apa ini?" Tanya Revan.


"Jelasin semuanya! Apa yang kau lakukan pada gadis itu?!" Tatapan tajam Carlos.


"Kau tau sendiri kan? Aku baru saja mengantar nya kuliah?"


"Bukan itu kep*rat! Sebelum nya dia baik-baik saja, tapi pagi ini dia selalu menempel pada mu! Jangan bilang kau berbicara tidak-tidak yah?!" Ucapan Carlos memang aneh tapi Revan malah terkekeh.


"Akan aku jelaskan semuanya asal kau lepaskan cengkraman mu" dengan rasa geram dan emosi Carlos melepaskan cengkraman kaos Revan, Revan membenarkan pakaiannya lalu berjalan ke ruang tengah dan diikuti oleh Carlos yang kesal.


"Cepat katakan lah!" Tak sabar Carlos.


"Sabar sedikit" Revan duduk di sofa dan di sana juga sudah ada mafia lainnya.


"Dari mana aku harus bercerita?" Revan berfikir membuat Carlos semakin emosi.


"Dari awal, b*ngs*t!" Revan melirik melihat Carlos dengan wajah merah nya.


"Baiklah-baiklah, tapi kalian harus dengarkan cerita ku jangan memotongnya! Oke?" Revan.


"Jangan basa-basi, Revan!" Sebenarnya Carlos itu tak emosian,cuma ya itu jika seseorang yang membuatnya kesal bisa saja emosi nya tak terkendali, beruntung dia adalah teman mafianya jika bukan detik ini sudah ia bunuh pria yang bernama Revan.

__ADS_1


"To the point. Dia yang meminta ku untuk mengantar ke tempat kuliah nya, jadi mana bisa aku tolak? Kita sudah sepakat membuat persyaratan semalam"


"Semalam?" Elvino, Revan mengangguk.


"Persyaratan apa yang kau buat dengannya?" Tanya Kenzo.


"Hanya syarat biasa namun cukup membuat nya senang hingga, dia merindukan sang ayah jadi aku izinkan dengan syarat ia tak pergi sendiri" ucap Revan, para mafia itu menatap Revan dengan mengerutkan keningnya.


"Tunggu, jadi tadi kau dan dia pergi menemui ayahnya?" Lucas.


"Iya, aku sudah janji padanya. Tapi tenang saja aku dan dia juga punya kesepakatan yang saling menguntungkan"


"Kesepakatan apa?" Edgar.


"Aku akan izinin dia untuk bertemu ayahnya, dan... Dia juga harus menuruti keinginan ku" senyum Seungmin, dan mendapat protesan dari Carlos.


Bugh~


Revan melempar bantal sofa pada Carlos tepat di wajah nya, pria itu membulatkan mata.


"Tentu saja tidak bod*h! Aku lakukan ini bukan hanya untuk ku sendiri tapi kalian juga! Dan itu tergantung sikap mu pada nya, jika kau kasar sudah jelas gadis itu tak akan mau mendekati karena takut pada kalian!" Revan mulai kesal pada Carlos yang tak mengerti maksud nya, selalu saja salah tanggap.


"Aku rasa tadi sudah bersikap biasa pada nya!" Carlos.


"Itu menurut mu, coba kau tanya kan saja pada gadis itu bagaimana pandangan nya terhadap mu" kemudian Revan pun pergi dan malas untuk berdebat dengan mereka, seketika Revan menghentikan langkahnya dan berbalik.

__ADS_1


"Jika masih tidak maksud, cek saja rekaman CCTV semalam di mana aku dan dia membicarakan kalian" baru lah Revan pergi, Carlos terdiam sejenak kemudian ikut pergi.


"Sebenarnya aku tak tertarik dengan ini, tapi tiba-tiba aku penasaran" ucap Felix kemudian menyusul Carlos, sebelumnya mereka tak pernah mencari tau asal usul mula kejadian apapun yang sepele, tapi entah kali ini mereka penasaran dengan ucapan Revan tadi apalagi gadis itu membicarakan mereka.


****


Para mafia itu mantengin layar besar seperti TV di mana sedang menonton rekaman video semalam, terdapat 2 orang di dalamnya sedang mengobrol heboh siapa lagi kalau bukan Liana & Revan?


"Ahh... Tak ku sangka gadis itu cerewet dan mulai berani mengatakan itu..." Geram Elvino menatap layar, sedangkan Felix malah tertawa mendengar rekaman gadis itu dan suaranya yang mengomel membicarakan mereka.


"Ku kira gadis itu pendiam, ternyata lebih dari sosor bebek" celutuk Carlos.


"Lebih tepatnya bukan membicarakan kita, namun Arion " kekeh Edgar memutar-mutar kursinya sambil bersandar, sedangkan pria yang di maksud Edgar hanya diam fokus menatap datar ke arah layar.


"Hey Arion, gadis itu tak akan berani mengatakan hal itu jika kau tak bersikap kasar, ia hanya mencurahkan isi hati di mana saat kau mengkasarinya dan yah... Sebenarnya ini bukan sifat ku mengasihani orang tapi, memang kau terlalu kasar apalagi ayah nya gadis itu" ucap Lucas menepuk pundak Arion.


"Tapi ya terserah kau saja deng, apapun kemauan mu juga bukan urusan ku " sambung Lucas dan sedikit menjulid.


Arion hanya diam sama seperti posisi tadi, di hatinya ia mungkin sedikit kasar pada Liana hingga gadis itu seperti membencinya tapi pikirannya bertolak belakang malah bodo amat lagian dia yang membuat nya marah karena tak menurut ucapannya.


Arion tak pernah mengucapkan kata ‘maaf’pada siapa pun jadi maklum pria itu kasar dalam apapun.


Dan di durasi akhir di mana Revan malah menceritakan tentang sisi lembut Arion apalagi sampai terciduk menangis di kamar, para mafia itu langsung mengalihkan pandangannya sedangkan Arion menajamkan tatapannya.


"Emm... Sepertinya hanya segitu..." Elvino melirik Edgar untuk pergi saja dari sini dari pada Arion mengamuk, Elvino & Edgar pergi dengan pura-pura tak terjadi apa-apa itu pun di ikuti oleh yang lain hanya tinggal lah Arion sendirian di ruang CCTV.

__ADS_1


"REVAN FRANKLIN!!!!! "


__ADS_2