
Kecepatan mobil dan motor sebenarnya bisa mengimbangi cuma karena jalanan penuh dan macet keduanya susah melaju, apalagi di depan Kevin tidak hanya 1 kendaraan melain banyak yang menghalangi jalan.
Ia juga sampai menghidupkan klakson tapi tetap saja. Lalu Kevin terpaksa memotong jalan untuk bisa mencegat mobil itu dari depan.
Arion, keadaan pria itu sangat kacau sudah gila rasa nya karena tidak menemukan keberadaan Liana. Sudah satu hari mereka mencari namun tidak menemukan juga, punya anak buah tidak berguna semua!
Tiba-tiba kemunculan pengemudi motor di depan membuat Arion terkejut dan memutar setir dan menginjak rem. Kevin menatap sinis kearah mobil yang di depan nya, Arion mendongak menatap pengemudi motor.
Setelah mengetahui nya, Arion keluar dari mobil untuk menemuinya.
Kevin mendekat dan langsung memukul wajah Arion. Kali ini Arion tidak melawan ia hanya diam menerima pukulan dari Ayah gadisnya.
"Bagaimana bisa putriku dibawa musuh mu?!!" Kevin mencengkeram kerah baju Arion.
Pria itu hanya diam tidak menjawab, tatapan sedih dan keadaan yang berantakan. Kevin tidak peduli tentang pria ini, yang ia pedulikan adalah putrinya yang sekarang dibawa oleh musuh mereka.
"Sekarang bagaimana caranya untuk menemukan putriku?!!"
__ADS_1
"Aku tidak tahu," lirih nya.
Kevin menggertakkan gigi, lalu melepaskan cengkraman di baju Arion. Bagaimana pun mereka juga sedang berusaha mencari hingga kota menjadi tak terkendali.
"Kenapa kau tak memberitahu ku?!!"
"Aku tidak ada waktu untuk menghubungi siapa pun, walaupun kau Ayah dari gadisku aku akan melakukan apa pun demi putrimu! Dan menemukan nya!"
"Sampai sekarang mana?!! Sudah satu hari bahkan semua anak buahmu pun tak kunjung menemukan putriku!! Kalian hanya membuat rusuh kota saja!"
Semua nya tidak berguna, bahkan Arion saja merasa diri nya tidak berguna, kejadian yang kedua kali nya. Apakah harus mereka menculik Liana? Masalah mereka tidak ada sangkut pautnya dengan gadis itu, jika mereka memang ingin menyerahkan nyawa tinggal muncul saja tidak perlu mengambil sesuatu yang sudah dimiliki.
Arion terduduk di kap mobil dengan lemas, ia mengacak-acak rambut nya frustasi. Kevin yang melihat itu tahu perasaan pria ini, namun ia juga emosi karena tidak bisa menjaga putrinya dengan baik.
Kevin memegang pundak Arion.
"Jika hanya bersedih gini, Tuan tidak akan bisa menemukan putriku. Kita cari cara untuk mencari nya!"
__ADS_1
"Bagaimana?! Bagaimana?! Semua kota sudah penuh dengan anak buahku! Namun tak ada satupun dari mereka yang memberikan kabar tentang Liana!" Arion dengan suara meninggi.
"Itu karena musuh mu sudah membawa putriku keluar dari kota ini! Walaupun Tuan sudah menutup keberangkatan pesawat namun banyak cara yang di lakukan oleh mereka! Mereka mafia sama seperti kalian, jadi lebih pintar dan sudah merencanakan ini semua sebelum menculik putriku!" Kevin tak kalah tegas.
Mafia itu terdiam menatap Kevin, luar kota? Kota mana? Kota sebelah saja juga mungkin sedang tak terkendali akibat ulah anak buah nya, jadi kota mana lagi yang akan di jelajah?
Luar negeri?
Kevin berbalik dan menaiki motor nya.
"Jika Tuan hanya mencari di tempat lokasi di mana mereka menculik putriku, Tuan tidak akan menemukan apa pun. Bahkan orang pun akan mencari kucingnya walaupun harus masuk ke dalam lubang," kata Kevin lalu pergi dengan motor nya.
Arion menatap kepergian Kevin, benar! Percuma mencari di tempat lokasi, kucing saja bisa kabur walau harus memanjat perumahan kenapa ia tidak bisa menemukan nya?
Arion mengusap bawah bata nya menggunakan punggung jari, lalu ia masuk kedalam mobil.
Untuk mencari Liana.
__ADS_1