Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia

Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia
Bab 9


__ADS_3

"Dia terkadang kasar kadang juga lembut, bahkan bukan hanya dia melainkan yang lain juga. Tapi aku juga takut walaupun selembut apa mereka, bisa saja mereka memanfaatkan ku agar bisa membunuh ku. Huft... Ayah, aku merindukan mu" gumam Liana menundukkan kepalanya.


Tak lama kemudian Felix kembali dengan Maid yang berjalan mengekori nya tak lupa di tangannya membawa kotak kecil merah dan berjalan cepat.


"Obati tangannya " datarnya pada Maid, maid itu mengangguk kan kepala dan berjongkok di hadapan Liana lalu membuka kotak kecil itu yang berisi obat-obatan luka lengkap dengan perban hingga kapas.


Maid itu mengusap tangan pada kapas yang di basahi obat untuk meredakan kemerahan di pergelangan tangan, dan mengambil perban.


"Ah tidak usah, ini hanya merah saja tidak sampai luka serius..." cegah Liana pada maid itu.


"Agar luka mu cepat sembuh" Felix


"Tapi ini tidak–"


"Liana!" Natap dengan mata elangnya, gadis itu pun langsung menunduk memandang lantai.


Dan maid itu melilitkan perban di pergelangan tangan yang di oleskan obat, setelah selesai maid itu membungkuk pada Liana dan Felix. Tak lupa maid itu membungkuk pada Felix baru lah pergi dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


Felix berjalan mendekat dan meraih tangan yang di perban, Liana masih tak menatapnya.


Felix memejamkan matanya sejenak, "Maafkan aku," ucap Felix walau dasarnya pria ini sangat kaku dalam meminta maaf, bukan karena tak niat melainkan tak pernah mengatakan maaf pada siapapun bahkan teman mafianya.


Liana mengangguk samar, Felix menarik lembut tangan Liana mau tak mau gadis itu menurut saja dari pada nanti seluruh tubuhnya memerah?


****


Felix membuka pintu kamar dan sangat luas sekali setelah masuk ke dalam, kasur yang besar, sofa, lemari hingga kamar mandi di dalamnya pun ada dan lengkap. Wah jika modelan seperti ini siapa yang tidak betah? AC pun menyala dengan standar.


"Ini, akan jadi kamar mu. Selain kamar yang jadi milik mu, namun rumah dan semua yang aku punya milik mu juga, jadi lakukan semau mu di sini layaknya rumah kamu sendiri"


"Ya kau jangan di kamar terus, keluarlah jika aku atau yang lain memanggil mu. Sampai kau tidak datang, kau mau kita menerkam mu secara bersamaan?" Felix, Liana langsung bergidik ngeri lalu menggelengkan kepalanya cepat.


"Bagus. Sebentar lagi makan siang, kau siapkan diri mu atau melakukan hal lain selagi menunggu nanti aku akan menyuruh maid memanggil mu." Liana hanya mengangguk saja dan Felix pun pergi, eit tunggu Felix melupakan sesuatu.


"Oh ya, jika kau ingin mengganti baju, di lemari sudah ada semua bermacam-macam pakaian. Kau bisa memilihnya untuk kau pakai saat merasa tak nyaman " lagi-lagi Liana mengangguk paham.

__ADS_1


Cup


Felix mengecup bibir Liana setelah itu pergi, gadis itu terdiam memegang bibirnya yang lagi-lagi di kecup, jika mereka ingin aku meninggal mana mungkin mereka memperlakukan nya dengan baik seharusnya menyiksanya bukan? Bisa-bisa Liana overthinking jika begini mah.


****


Selagi Liana menunggu makan siang, ia berkeliling kamar hingga kamar mandi ia lihat semua ia akui memang sangat mewah serasa ia berada di tempat istana modern berlapis perak dan emas. Ini baru pertama kalinya ia masuk kedalam rumah yang mewah, pasti mereka kaya banget ini mah pantas saja mereka rela mengeluarkan uang 300M demi kalung berlian merah untuk nya. Untuk orang yang mencari Sugar Daddy cocok banget jika bisa memiliki mereka, tapi sayang mereka sedikit kasar.


Tok


Tok


Tok


Ketukan pintu membuat Liana menoleh dan berjalan untuk membukakan pintu, ternyata seorang wanita berpakaian maid berdiri di depan pintu sambil menunduk.


"Nyonya, waktunya makan siang dan mereka sudah menunggu Nyonya" Ucap Maid itu, Liana merasa terkejut dengan ucapan maid itu, apa? Nyonya?

__ADS_1


"E–emm o–oke..."


__ADS_2