Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia

Gadis Cantik Jadi Rebutan Para Mafia
Bab 43


__ADS_3

Pagi nya Liana sudah siap kuliah, ia menggendong tas nya kemungkinan keluar dari kamar. Ntah siapa kali ini yang menghantar nya, jika tidak ada itu bagus jadi pulang nanti ia bisa ke rumah sang ayah. Begitu rindu nya ia dengan Ayah nya.


"Boom!"


"Eoh?!!"


Liana terkejut memegang d4da nya kala seseorang muncul di pinggir pagar tangga, seorang pria terkekeh karena berhasil membuat gadis ini terkejut hingga mengekspresikan wajah yang lucu bagi nya. Ternyata Lucas, yah akhir-akhir ini juga pria ini suka menjahili nya.


"Dari tadi ku perhatikan kau senang sekali, apa yang terjadi?" tanya Lucas.


Liana mengedipkan mata berkali-kali lalu mengalihkan pandangan.


"Tidak ada," singkat.


Lucas menaikan alis nya menatap wajah Liana dari depan dengan kepala nya sedikit miring, menatap nya antusias.


"Baiklah, percuma juga aku bertanya jika jawaban mu ini. Sebelum berangkat kita sarapan dulu, untuk yang lain tadi ada urusan mendadak jadi biar aku temani kamu sarapan," Lucas meraih tangan Liana dan menarik nya.


"Hanya kau saja?"


"Ya ... ya enggak sih, yang pergi cuma Arion, Kenzo, Elvano, Felix dan Carlos juga beberapa tangan kanan mereka, sisa nya ntah kemana." senyum Lucas menarik kursi untuk Liana.


Liana mengangguk paham, jika Arion ikut berarti memang sangat penting tuh urusan karena hampir semua nya di kendalikan oleh Arion. Mereka hanya bisa mendengar perintah dan melaksanakan apa yang di katakan Arion.


Liana pun sarapan dengan di temani oleh Lucas, mungkin hari ini ia akan di antar oleh pria blonde ini.


"Sudah?" tanya Lucas melihat Liana selesai meneguk minuman.


"Hmm," angguk nya.


"Baiklah, kita berangkat." berdiri dari kursi.


Liana juga begitu, mereka pun pergi.


β€’β€’β€’


Di sisi lain.


Kenzo membuka kotak yang lumayan besar di depan nya, tak hanya satu melainkan banyak kotak-kotak yang terbuat dari kayu. Arion menatap datar sembari memasukan kedua tangannya ke saku celana.


"Semua nya tertukar," kata Kenzo memundurkan langkah nya.


"Ughk! Bagaimana bisa ini terjadi?!! David!" emosi Felix.


"Maaf Tuan, kita juga tidak tahu ini akan terjadi, dalam pengiriman barang hingga sampai tujuan semua nya terkendali dengan baik bahkan tak ada tanda-tanda serangan." David membungkuk, mata Felix menyorot tajam.


"Pasti nya barang kita di tukar saat hendak di naikan ke kapal," timbal Arion.


"Jadi bagaimana?" tanya Elvano.


"Tidak ada cara lain lagi, temukan keberadaan kediaman Kingston! Mereka lah musuh terberat kita. Ravin, aku mau kau kirim paket b0m juga senjata untuk persiapan hingga kendaraan darat, laut dan udara. Kita selesaikan semua nya dengan cepat!"


"Baik, Tuan!"


"Dan minta juga pada Johnny, kirim pasukan dari sana begitu berhasil melacak keberadaan 2 baj1ng4n itu!"


"Baik, Tuan!"


Arion berbalik lalu pergi dan di ikuti oleh yang lain.


.


Di dalam mobil, Kenzo yang mengemudi sedangkan Arion di depan lain nya di belakang. Masalah David dan Ravin mereka juga kembali untuk menyelesaikan tugas yang di berikan Arion tadi.


"Arion, aku rasa keberadaan Arvin itu tidak sejauh tempat nya dulu," Kenzo memulai berbicara.


Arion hanya diam menatap datar.

__ADS_1


"Ku kira cuma aku yang merasa seperti itu," angguk Carlos.


"Pasal nya, bagaimana bisa dia menukar paket dengan secepat itu. Kau tau kan? Pengamanan di sana juga ketat, langkah kaki musuh pun terdengar tapi bagaimana bisa mereka tidak tahu jika barang kita di tukar secara tiba-tiba tanpa ada yang menyadari? Jadi, kesimpulan nya bahwa Arvin bisa jadi bekerjasama dengan orang dalam saat pengemasan barang,"


"Jadi maksud mu, ada beberapa anak buah kita yang berkhianat?" Felix memastikan.


"Bisa jadi, karena dalam pengemasan barang gak hanya 1 atau 2 orang melainkan banyak. Jadi gak akan ada yang tau di antara mereka sedang bekerjasama dengan siapa,"


"Masuk akal sih," gumam Elvano.


"Kep4r4t!! Si4lan! Awas aja kalau aku tau mereka akan ku habisi, juga orang yang berkhianat!" emosi Felix.


"Kita akan tau nanti," kata Arion mengeluarkan ponsel.


"Yohan, siang ini kau bawa anak buah yang bekerja di pengemasan barang!" kata Arion dalam ponsel, setelah itu ia matikan secara sepihak.


"Tunggu, bukan kah Yohanes bersama Johnny di AS? Dan yang mengambil alih dalam pengemasan barang itu David?" Elvano.


"David hanya mengawasi, sedangkan Yohan tetap yang bertanggung jawab!" Arion.


Baiklah, mungkin ada benar juga karena ini tugas Yohanes maka semua yang berhubungan dengan paket adalah Yohanes orang nya. Memang di alihkan pada David, namun Yohanes tetap berkewajiban dalam urusan hal ini. Kini Yohanes berada di AS bersama Johnny, masalah produk juga namun ini ileg4l.


Mereka hanya bisa mempercayakan ini pada Arion, semua rencana yang di buat nya tak pernah gagal. Bukan kah mereka cuma bisa menurut saja? Akan ada saat nya saling meminta pendapat.


Arion kembali menelpon seseorang.


"Kau sudah mengantar nya sekolah?" tanya Arion menatap luar dari jendela yang di tutup.


β€œπ‘Œπ‘Ž π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž, π‘›π‘Žπ‘šπ‘’π‘› π‘‘π‘–π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘‘π‘– π‘šπ‘’π‘šπ‘–π‘›π‘‘π‘Ž π‘ π‘’π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘˜π‘œπ‘™π‘Žβ„Ž 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘šπ‘’π‘– π‘Žπ‘¦π‘Žβ„Žπ‘›π‘¦π‘Ž,”


"Temani saja dia, asal dia tidak pergi,"


β€œπ‘‡π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›. π½π‘Žπ‘‘π‘–, π‘π‘Žπ‘”π‘Žπ‘–π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘šπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘™π‘Žβ„Ž π‘›π‘¦π‘Ž?”


"Masih dalam proses, aku mau kau dan yang lain berada di rumah karena kita akan melakukan interogasi pada anak buah kita,"


"Hanya pengkhianat,"


β€œπ΄β„Žβ„Ž, π‘Ÿπ‘’π‘π‘Ž π‘›π‘¦π‘Ž π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘’π‘˜π‘Ž 2. π΅π‘Žπ‘–π‘˜π‘™π‘Žβ„Ž, π‘Žπ‘˜π‘’ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘Žπ‘’ π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž π‘›π‘¦π‘Ž,”


"Hmm,"


Arion mematikan ponsel nya. Yah, ternyata dia menelpon Lucas.


Kenzo dan yang lain hanya bisa melirik ke arah Arion, ntah apa yang akan di lakukan pria ini.


β€’β€’β€’


Siang nya ada ratusan orang-orang Arion di halaman rumah nya, mereka adalah orang-orang yang bekerja di pengemasan hingga pengamanan barang. Sesuai yang di katakan Arion tadi, bahkan Yohanes pun kembali saat mendapat telpon dari Tuan nya.


"Kau yakin semua nya ada?" Arion.


"Ya Tuan, semua nya hadir kecuali 2 orang yang kosong di daftar," kata Yohanes melihat buku yang ia pegang.


"Cari mereka!"


"Baik, Tuan!"


"Aku ikut, aku juga akan mencari 2 orang itu!" geram Felix dari tadi.


Akhirnya Felix & Yohanes pun pergi untuk mencari keberadaan 3 anak buah nya yang mencurigakan. Arion tak melarang itu bahkan lebih cepat lebih baik, karena Felix pintar dalam mencari seseorang dengan menggunakan pikiran jernih nya.


"Cek semua nya!" perintah Arion.


Mereka bergerak menyelusuri setiap barisan anak buah di hadapan mereka. Mereka menatap hingga memeriksa tubuh dengan teliti, Kenzo menggunakan alat pendeteksi siapa tau ada senjata atau benda asing yang bukan termasuk benda sini.


Edgar menatap curiga pada barisan belakang, dari ekspresi mereka terlihat tegang, tatapan tak tentu arah dan beberapa kali meneguk ludah sendiri. Edgar memutari tubuh salah satu anak buah nya yang semakin menegang.

__ADS_1


"Kau tampak tidak sehat?" senyum Edgar tipis melihat anak buahnya dari tas hingga bawah.


"Ti–tidak, Tuan!" gagap nya.


"Kau yakin?" menatap intens.


"Yakin, Tuan!" tegas nya.


Edgar tersenyum miring kemudian melirik anak buah di sebelah nya lagi. Sama, tegang dan berkeringat, padahal mereka belum waktunya latihan, bergerak atau olahraga saja tidak.


"Heran, kalian berkeringat tanpa sebab. Ini masih pagi," Edgar menggelengkan kepalanya.


"1, 2, 3, dan 4. Maju ke depan" Edgar menunjuk 4 barisan menyamping.


4 anak buah nya saling melirik kemudian meninggalkan barisan, dari pada lebih di curigai lagi kan?


Edgar melirik sekilas lalu kembali berjalan menelusuri barisan.


Barisan sesuai dengan tugas. Edgar, Lucas, Revan dan Carlos melakukan interogasi di bidang pengemasan sedangkan Kenzo dan Elvano memeriksa di bidang pengiriman.


"Yakin?!" Elvano menatap anak buah nya.


"Yakin, Tuan!" kompak mereka.


"Lalu bagaimana bisa, paket yang kalian kirim bisa salah? Lebih tepatnya tertukar?!"


"Mohon maaf Tuan, dalam pengiriman paket terjadi pada pagi hari namun kami tidak menemukan kecurigaan pergerakan musuh atau seseorang penukar barang. Di sana hanya ada kami yang menjalankan tugas, selain itu tak ada lagi!" jawab salah satu dari mereka.


Jadi, letak permasalahan nya ada di bidang pengemasan barang, mungkin dari situ lah paket di tukar.


Elvano mengangguk, ia juga tau setiap mereka mengirim tak mungkin ada orang lain atau sekedar nelayan saja. Ini di lakukan dengan cara ketat dan tak ada siapapun yang tau kecuali benar ada nya pengkhianatan di sini.


"Seperti nya tak ada yang salah di bidang pengiriman ini, yang patut di curigai adalah mereka yang berada di bidang pengemasan barang," kata Kenzo.


Elvano menoleh kemudian mengangguk, ia pun pergi dari barisan anak buah nya.


Arion menyipitkan mata, ternyata sudah ada 4 anak buah nya di tunjuk sebagai orang mencurigakan. Namun, yang lebih curiga lagi hilang nya 2 orang, atau mungkin 2 orang itu adalah orang yang bisa di anggap ketua yang mengetahui semua rencana bos baru nya.


Jika benar, bagaimana pun juga ia harus menangkap 2 orang itu. Mungkin 4 orang di hadapan nya ini hanya sebatas mengetahui apa yang di lakukan 2 orang itu, masalah rencana atau siapa bos mereka hanyalah 2 anak buah pengkhianat nya yang tahu.


β€’β€’β€’


Siang hari nya yang akan menjelang sore, Liana berjalan ke depan gerbang untuk pulang. Huh, masalah tugas belum juga selesai namun tetap saja harus semangat.


Oh ya, jadi ke ingat bahwa ia akan mengunjungi sang Ayah masa tak membawa sesuatu? Minimal buah-buahan atau sesuatu yang enak di makan.


"Mungkin buah dan kue aja kali ya? Ayah kan suka kue, apalagi rasa vanilla hihihihi," Liana tertawa kecil.


Ia mengecek ponsel nya untuk memberitahu ayahnya jika ia akan datang ke sana.


BIP!


Suara klakson mobil membuat Liana melirik ternyata di dalam ada seorang pria tersenyum melambaikan tangan. Felix? Bukan nya Lucas? Tadi 'kan Lucas bilang ingin menemani nya menemui ayahnya?


Ah masa bodo, Liana berlari kecil dengan fokus di ponsel. Lalu ia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.


"Mana Lucas?" tanya Liana, padahal Felix juga ingin bicara.


"Kenapa kau mencari nya?" lirik Felix.


"Ya wajar, 'kan dia yang bilang kata nya ingin menemani ku temui Ayah," Liana memasukan ponsel nya ke tas nya.


"Emang harus? Aku juga bisa!" sinis Felix.


Liana terdiam, kenapa sikap Felix berbeda? Biasa nya dia selalu bertingkah atau mungkin ia salah bicara atau salah jika bertanya tentang Lucas? Mereka teman 'kan?


"Baiklah, sebelum nya bisa kita mampir ke toko buah dan kue? Aku ingin membeli sesuatu untuk Ayah," canggung Liana.

__ADS_1


Felix melirik sekilas lalu tancap gas, Liana juga ikut melirik dengan aneh. Dih, nih pria mafia bisa juga bombastic side aye, pikir Liana.


__ADS_2