
"Jika Dokter gak terima saya kecewa loh, saya udah buat dari semalam," memasang wajah lesu.
"Gadis ku rela bergadang demi membuatkan mu hadiah," Felix senyum paksa namun tatapan nya membunuh.
"Dan kau tak mau menerima nya?" sinis Carlos menggenggam garpu.
"Tidak ada jalan untuk mu pulang," senyum misterius Revan.
Jay tersenyum kaku dan mengusap lehernya, ia tau bahwa mereka sebenarnya bukan memaksa untuk menerima hadiah namun karena di beri hadiah oleh gadis kesayangan mereka. Pastinya cemburu yang membara.
"Baiklah saya menerima nya, terima kasih," senyum Jay.
"Padahal saya ingin Dokter menerima nya tanpa paksaan," gumam Liana.
"Ah tidak kok, saya akan menerima hadiah Nona bukan paksaan, melainkan saya menghargai kerja keras yang dilakukan seseorang untuk saya. Ya mereka memang terlihat memaksa untuk menerima hadiah mu karena mereka tak mau kau kecewa, tapi bagi saya bukan soal hadiah nya melainkan hasil kerja keras Nona,"
Liana tersenyum. "Terima kasih, Dokter Jay,"
"Sama-sama. Nona juga harus semangat belajar dan bekerja keras agar bisa mendapat hasil yang bagus, dan hasil itu Nona gunakan untuk sesuatu yang akan Nona lakukan demi kebaikan Nona, keluarga dan orang lain,"
"Tentu saja! Saya akan belajar lebih giat demi saya dan Ayah," semangat Liana.
"Bagus! Nona memang putri yang berbakti,"
"Terima kasih, Dokter Jay," senyum manis Liana.
"Sama-sama," balas senyuman.
Pagi-pagi gini kok panas yah? Panas tak berkeringat, sakit tak berdarah. Jay bukan siapa-siapa nya kenapa mendapat senyuman manis? Sedangkan mereka sebagai pria nya malah di marah-marah terus.
"Aku sudah selesai," Liana bangkit dari kursinya.
"Baiklah, kita berangkat," senyum Elvano berusaha manis.
"Hati-hati ya sayang," kata Lucas.
"Seharus nya kau bilang pada dia untuk hati-hati dalam mengemudi," Liana menunjuk Elvano.
__ADS_1
Lucas terdiam tidak bisa berkata-kata, Jay tersenyum tipis.
"Antar dia sampai tujuan dengan selamat!" Arion.
Elvano mengangguk. "Ayo, sayang!" 2 sejoli itu pergi.
"Apakah nona Liana awal menstruasi?" tanya Jay.
"Mana kita tahu, kita tahu ketika dia dilarikan ke rumah sakit!" ketus Edgar.
"Memang nya kenapa? Ada yang salah lagi?" tanya Revan.
"Tidak, cuma ingin tau jika nona Liana sudah datang bulan selama 3/4 hari jadi tinggal 3 hari lagi nona Liana selesai dalam masa haid,"
"Memang berapa lama perempuan haid?" tanya Carlos
"7 hari,"
"What?!!" serempak Carlos, Felix dan Lucas.
"Tapi itu bukan pertama kali datang bulan, kenapa rasa sakit nya baru sekarang jika sudah hari ke 3 atau 4?" tanya Edgar.
"Soal sakit tak menentukan awal haid, bisa jadi sebelum haid pasti tanda-tanda rasa sakit saat di akhil bulan, ada juga rasa sakit saat menepati pertengahan hari. Jadi tidak semestinya diawal menstruasi,"
"Oh," singkat Edgar.
"Haruskah setiap akhir bulan selalu denger amarah nya?" prustasi Carlos.
"Gak juga, tergantung kalian menyikapi,"
"Huh!"
Jay menghela nafas.
"Buka hadiah nya!" suruh Carlos melirik hadiah disamping tangan Jay.
"Untuk apa?"
__ADS_1
"Aku ingin lihat!" sinis nya.
"Aku akan memberitahu setelah ku buka di rumah,"
"Kau membantah ku?!"
"Aku hanya menghargai nona Liana, seharus nya kalian juga begitu,"
"Kau berani menasehati ku?!"
"Aku hanya memberitahu. Jika nona Liana tahu bisa-bisa dia marah pada kalian,"
"Karena kau mengadu!"
"Tentu saja, gak ada salah nya kalian dimarah kan? Untuk memperbaiki diri yang salah," jeda Jay.
"Kalian juga harus bisa mengerti nona Liana jika kalian memang mencintai nya, biasa nya itu hal yang harus di lakukan seorang pria saat menjalin hubungan dengan pasangan nya. Perempuan itu sensitif, dan tidak mau salah ataupun di salahkan jadi sebagai seorang pria harus bisa mengatasi masalah dengan kepala dingin," sambung Jay.
"Tahu dari mana kau?!"
"Aku juga pernah menjalin hubungan dengan seseorang, namun tidak bertahan lama karena dia selingkuh,"
Arion berdecih. " Kau menyarankan pada seseorang sedangkan diri nya gagal dalam berhubungan,"
"Hmm, aku gagal karena aku kurang memahami nya. Aku seorang dokter jarang sekali mempunyai waktu bersama nya, kita bertemu setiap aku free saja itupun tidak menentu."
"Hanya karena itu masalah kalian?" Lucas.
"Banyak sebenarnya, cuma aku akan mengambil point utama saja untuk kalian. Inti nya jika ingin membuat nona Liana nyaman bersama kalian, harus banyakin waktu, perhatian, kasih sayang dan cinta. Apalagi nona Liana masih berpendidikan, masa remaja nya belum pudar. Jika mendapat pasangan yang sudah bekerja akan sulit untuk berhubungan pasti banyak masalah seperti waktu,"
Mereka ini mafia, pasti banyak masalah yang belum di selesaikan namun jika ini demi Liana mereka rela meninggalkan pekerjaan hanya untuk menghabiskan waktu bersama. Mungkin karena ini lah Liana belum bisa menerima sepenuhnya, alasan nya karena mafia, wajar. Namun apakah Liana pernah berfikir bahwa mereka juga jarang menghabiskan waktu?
Mereka tidak hanya 1 melainkan 8, jadi bisa membagi tugas dengan bergulir. Waktu mereka cuma malam saja siang nya pada sibuk dengan aktivitas masing-masing.
"Aku sudah selesai, aku akan bersiap-siap," kata Jay namun tak direspon oleh mereka yang sibuk dengan pikiran masing-masing.
Jay menggidikan bahu nya kemudian pergi.
__ADS_1