GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
132


__ADS_3

Semua mata kini tertuju pada sosok tampan yang sedang memegangi tangan ibunya itu. Axelle datang tepat di saat mommynya ingin menampar wajah Nurul. Ia tadinya datang untuk melakukan meeting sekaligus makan siang di cafe ini tetapi yang ia dapatkan adalah pemandangan di mana sang mommy ingin menampar Nurul bahkan ia melihat banyak pasang mata yang melihat dengan cibiran terhadap Nurul.


Jika sejak Ia datang terlambat mungkin saja saat ini pipi itu sudah memerah akibat tamparan keras dari mommynya dan akhirnya Axelle lah yang akan merasa begitu bersalah terhadap Nurul.


Axelle menghempaskan tangan mommynya, ia kemudian menatapnya dengan sengit.


"Mom, apa-apaan ini? Kenapa mom? Kenapa mom melakukan ini pada Nurul? Aku yang jatuh cinta padanya, harusnya aku yang diperlakukan seperti itu. Bukan dia!" pekik Axelle, ia jelas saat ini sangat kesal karena mommynya bertindak kelewatan terhadap Nurul.


Nyonya Farezta menatap anaknya itu dengan geram, "Kalau kau tidak jatuh cinta padanya maka kau tidak akan mengabaikan keluargamu Daniyal Axelle Farezta! Dia sudah menjeratmu and see, kau bahkan tidak mau tinggal bersama kami lagi. Karena dia, semua karena dia!" balas nyonya Farezta tak kalah sengit menatap Axelle.


Axelle tidak habis pikir dengan tindakan ibunya tersebut. Ia kemudian memohon maaf kepada Nurul tetapi yang terjadi Nurul malah menarik lengan Kriss lalu mengajaknya pergi.


Nurul menatap Axelle sesaat kemudian ia berkata, "Sedari awal aku sudah pernah berkata jika hubungan ini tidak akan baik. Akulah yang akan menderita di sini dan kau lihat semua terjadi, bukan? Terima kasih dan aku hanya ingin meminta satu hal padamu, tolong jangan sampai kejadian ini sampai ke telinga kakakku karena aku tidak ingin Kak Danish berpikir dua kali untuk menikahi Clarinta!" ucap Nurul kemudian ia pergi bersama Kriss.


Axelle terdiam, kemudian ia memahami maksud dari ucapan Nurul dimana ada banyak pasang mata yang menatap mereka dengan ponsel mereka yang mengarah pada posisi di mana mereka berdiri.


"Jika saja ada yang berani menyebarkan video tadi, maka yakin saja jika yang memiliki harta maka akan segera kehilangan dan jika yang tidak memiliki apapun maka akan kehilangan nyawa! Aku Daniyal Axelle Farezta, tidak ada yang tidak bisa aku lakukan. Kalian tentu tahu siapa aku!"


Ancaman tersebut sukses membuat para pengunjung yang sedang merekam kejadian tersebut dengan cepat mereka berusaha untuk menghapus kejadian itu agar tidak terjadi hal buruk pada mereka. Siapa yang tidak mengenal keluarga Farezta, keluarga terpandang dan nomor satu di negara ini karena kesuksesan bisnis mereka.


Axelle terpaksa membatalkan rapat, ia memilih membawa mommynya ke dalam mobil agar bisa berbicara empat mata mengenai kejadian tadi. Meskipun enggan tetapi mommynya mau diajak oleh Axel walaupun secara paksa.


Di dalam mobil keduanya saling menatap dalam diam. Axelle masih bingung dan tidak tahu hendak berkata apa kepada mommynya yang sudah keterlaluan memperlakukan orang. Di sini Ia yang jatuh cinta, tetapi malah wanita yang ia cintai justru yang disakiti oleh keluarganya.


Sungguh lucu, Axelle yakin saat ini ia tidak akan lagi memiliki keberanian untuk bertemu dengan Nurul ataupun keluarganya.

__ADS_1


"Mom, aku dan Evelyn akan segera bertunangan, lalu mengapa mom melakukan ini terhadap Nurul? Dia tidak salah sama sekali, aku menjadikannya kekasih karena aku menghindari perjodohan itu! Aku hanya mengikatnya sebagai kekasih kontrak, dan di sini aku yang jatuh cinta bukan dia. Tapi mengapa dia yang mom serang?. Mommy sudah sangat keterlaluan! Axelle tidak paham dengan jalan pikiran mom saat ini!"


Walaupun ia tahu dirinya yang salah, tetap saja Nyonya Farezta masih angkuh.


"Tapi karena dia kau menjauhi kami dan kau sudah terpengaruh olehnya hingga kau mencintai wanita satu anak itu. Sebenarnya kami tidak masalah jika dia adalah seorang janda, tetapi dia tidak menikah Axelle! Harusnya kau lebih tahu daripada kami bagaimana cara menjaga nama baik keluarga kita dan ini kau malah gila, jatuh cinta pada wanita sepertinya," sungut nyonya Farezta.


"Siapa yang bisa mengatur perasaan mom? Jatuh cinta pada siapapun tidak ada yang bisa mengaturnya dan aku jatuh cinta padanya karena itu masalah hati mom! Aku tidak bisa memilih pada siapa aku jatuh cinta karena hatiku lebih berat padanya. Tapi mom tahu dia justru menolakku. Lantas bagaimana bisa mom justru menghancurkan hatinya dengan melakukan hal buruk seperti tadi. Mom sangat keterlaluan dan asal mom tahu, aku dan Evelyn sudah sepakat untuk bertunangan. Harusnya mom cari tahu dulu kebenarannya sebelum membuat keonaran!"


Nyonya Farezta terkejut, ia tidak tahu tentang Axelle yang sudah menerima Evelyn. Memang tidak ada yang tahu selain grandma Delila karena tadi di rumah saat sarapan itu hanya ada mereka bertiga.


"Bagaimana mom tidak melakukan ini jika saja mom tidak melihat kau bersama Nurul malam itu di taman! Jika saja orang suruhan mom untuk selalu mengawasimu dan Nurul tidak memberitahukan, mom tidak akan tahu jika kau bertemu dengannya secara diam-diam. Kalian berpelukan dan menangis bersama, apakah itu tidak membuat mom curiga jika kau dan Nurul itu sudah sepakat untuk kawin lari?! Mengingat kau yang tidak mau pulang ke rumah dan menetap di apartemenmu sendiri dan tidak ingin ditemui oleh kami."


Jelas saja Axelle terbengang, bagaimana bisa mommynya berpikir jika ia dan Nurul hendak kawin lari. Sungguh pemikiran yang picik dan tidak masuk akal.


"Jangan ganggu dia lagi mom, dia sudah bahagia dengan kekasih pilihannya dan aku sudah patah hati karenanya dan sekarang aku akan bertunangan dengan Evelyn. Harusnya mom bersiap-siap karena kami akan segera bertunangan tetapi belum melakukan lamaran. Bukankah ini yang paling mommy tunggu? Segera persiapkan, jangan sampai membuat keluarga kita malu dan mengecewakan keluarga Evelyn."


"Tapi mom, sebelum itu mommy harus meminta maaf terhadap Nurul. Aku tidak mau tahu, aku tidak akan melangsungkan pertunangan ini jika saja mommy belum membuat pernyataan meminta maaf terhadap orang yang aku cintai itu," ancam Axelle.


.


.


Kriss membawa Nurul ke sebuah taman yang cukup sepi, yakin jika Nurul saat ini membutuhkan ketenangan pasca kejadian yang memalukan tadi. Mereka sama sekali tidak membuka suara, keduanya sama-sama terdiam dan Kriss begitu yakin jika saat ini Nurul masih terguncang dan masih memikirkan kejadian tadi di cafe.


Nurul menatap lurus ke depan, pikirannya begitu penuh dengan ucapan mommy Axelle yang begitu menyakiti hatinya. Ternyata firasatnya tentang kedekatannya dengan Axelle benar adanya. Tidak akan mungkin keluarga terpandang seperti mereka akan menerima Nurul dengan segala kekurangannya. Harusnya Nurul sudah mengantisipasi ini sejak lama dan meminta Axelle untuk tidak mendekatinya lagi. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, Axelle tetap berjuang untuk mendekatinya walau ia sudah mengatakan jika dirinya tidak bisa menerima Axelle karena segala kekurangannya yang menjadi ketakutannya.

__ADS_1


Dan sekarang semua itu menjadi nyata, menyisakan sebuah rasa malu yang teramat besar terhadap Nurul.


"Menangislah Nurul. Gue nggak akan memviralkan jika lu menangis di tempat ini," ucap Kriss yang sebenarnya hanya ingin menghibur Nurul, mungkin saja dengan ucapannya tersebut Nurul akan kembali ceria seperti biasanya.


Entahlah Nurul harus marah dengan ucapan Kriss barusan atau tertawa. Namun satu hal yang ia tahu, Kriss saat ini sedang berusaha untuk membuatnya melupakan kesedihannya dan dalam hati ia mengucapkan terima kasih karena Kriss mau berusaha untuk membantunya keluar dari zona kesedihan saat ini.


"Gue sudah terlalu banyak menangis, Kriss, untuk apa lagi. Gue hanya perlu ketenangan saat ini dan thanks karena lu udah bantu gue pergi dari sana," ucap Nurul kemudian ia tersenyum tulus ke arah Kriss lalu ia memalingkan lagi wajahnya menatap lurus ke depan.


"Lho, bukannya lu ya yang bawa gue pergi? Perasaan tadi yang narik tangan gue itu lu, Bukan gue yang bawa lu pergi. Gue sih masih suka melihat keributan, sayangnya lu nggak membalas sih kelakuan nenek lampir itu. Kalau lu balas, pasti bakalan seru. Yakin deh bakalan jadi tontonan yang seru dan menarik. Tapi sayangnya lu malah milih pergi padahal dikit lagi lu bisa tuh balesin nenek Lampir," ucap Kriss panjang lebar, ia bahkan menunjukkan pada Nurul bahwa ia semangat sekali memanasi suasana.


"Kriss!" pekik Nurul.


Kriss tertawa, ia sangat suka membuat Nurul kesal. Dengan begitu, wanita cantik, imut dan masih pendek ini akan mengalihkan perhatian dan pikirannya dari kejadian tadi.


"Hehehe sorry Nurul, gue cuma bercanda. Lagian lu bikin kaget gue aja, ternyata lu sama tuan Daniyal itu hanya sebatas kekasih kontrak. Gue sempat kaget banget tadi waktu dengar kenyataannya seperti itu, kalau gue tahu lu sama tuan Daniyal hanya sebatas kekasih kontrak, gue pasti bakalan maju nih buat lamar lu, serius gue!" ucap Kriss.


Nurul mengalihkan pandangannya pada Kriss, ia menatap tak menyangka pada pengakuan Kriss barusan. Rupanya yang dikatakan oleh Alvaro itu benar adanya jika Kriss sebenarnya menyukainya sejak lama dan itu menjadi alasan mereka bermusuhan sampai detik ini.


"Kok lu ngomong gitu sih Kriss? Bukannya lu tahu kalau gue sama Alvaro–"


"Gue tahu, gue cuma mau ngungkapin perasaan gue doang kok Nurul. Karena jauh sebelum lu kenal sama Alvaro, gue udah lebih dulu suka sama lu tapi memang waktu kita yang nggak bisa mempertemukan dan takdir kita nggak ada di garis yang sama. Lu cukup tau aja kalau gue pernah jatuh cinta sama lu sebelum semuanya berubah saat Alvaro mendekati lu dan sorry soal kejadian waktu itu. Lu terpaksa harus menjadi bahan taruhan gue sama teman-teman gue. Tapi satu hal yang harus lu tahu, Alvaro itu benar-benar cinta sama lu sejak pertama." Kriss menjeda ucapannya, agak berat baginya mengucapkan ini tapi menurutnya Nurul pasti akan memahami dirinya.


"Gue nggak bohong karena gue sahabat dekat dia waktu itu dan gue tahu seperti apa ketika Alvaro jatuh cinta. Beda Nurul, sangat beda waktu Alvaro jatuh cinta sama Miranda dan bisa gue katakan kalau lu adalah satu-satunya wanita yang pernah bikin Alvaro jatuh cinta hingga sejatuh inu sama lu. Dan tolong jaga sahabatku itu dengan baik, jangan patahin hatinya."


Ucapan Kris tentu saja semakin membuat Nurul kebingungan. Yang ia tahu, Kriss adalah musuh dibalik selimut dari persahabatan mereka. Tetapi mengapa pria ini bisa berkata seperti itu? Harusnya ia menjelekkan Alvaro atau menjatuhkan hubungan mereka, tetapi yang ada justru pria ini mendukung mereka.

__ADS_1


Sungguh aneh!


Sumpah, gue capek tapi gue bisa apa semuanya belum berakhir. Tapi suatu saat nanti gue harap kalian bakalan ngerti.


__ADS_2