GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
148


__ADS_3

Setelah kejadian di kamar kecil itu, Alvaro terus berada di sisi Nurul. Ia sama sekali tidak ingin meninggalkan istrinya karena ia tidak mau jika nyonya Carla Farezta akan mendatangi Nurul dan memberikan hinaan lagi yang akan membuat hati istrinya ini sakit. Alvaro ingin menjadi suami siaga, tidak akan ia biarkan siapapun mendekati dan menyakiti istirnya.


Saat ini keduanya sedang duduk berdampingan dengan Aluna yang sedang makan disuapi oleh Nurul. Baru saja Alvaro mengatakan jika ia akan tetap menemani Nurul, sebuah panggilan masuk dari Billy membuat Alvaro mengambil jarak. Nurul mencebikkan bibirnya, Alvaro memang sering mengingkari janjinya dan Nurul harusnya merekam setiap ucapan suaminya itu.


Saat Nurul sedang asyik menyuapi Aluna bergantian dengan dirinya, grandma Delila datang mendekatinya lalu ia mengambil tempat duduk di samping Nurul. Kaget dengan keberadaan grandma Delila, Nurul pun langsung menetapnya dan melemparkan senyuman manis.


"Halo grandma, apa kabar? Sudah sehat?" tanya Nurul, ia tidak tahu saja jika sebenarnya yang paling menantang hubungannya dengan Axelle adalah grandma Delila kala itu.


"Grandma baik, apakah dia putrimu?" tanya grandma Delila dan Nurul langsung mengangguk dengan semangat.


"Oh iya, dia putriku grandma. Namanya Aluna," jawab Nurul, ia tidak akan malu mengakui putri di luar pernikahannya ini pada siapapun karena walau seperti apapun status Aluna, Nurul begitu mencintai dan menyayangi anaknya ini.


Grandma Delila memaksakan senyumnya, ia kemudian mengatakan jika putri Nurul sangat cantik. Ketika ia memperhatikan Nurul yang sedang menyuapi Aluna, tak sengaja matanya memicing melihat cincin yang melingkar di jari manis Nurul.


"Cincinmu sangat indah," ucap grandma Delila.


Nurul kemudian menatap grandma, Ia lalu menganggukkan kepalanya. "Ya, ini cincin pernikahan," ucap Nurul yang membuat grandma Delila terkejut.


"Cincin pernikahan? Kau sudah menikah? Bukankah kau kekasih Axelle?" cecar grandma Delila. Ada rasa kagetan juga rasa senang karena ternyata Nurul tidak akan mengganggu hubungan Axelle dan Evelyn lagi.


"Ya, Axelle sendiri datang menghadiri pernikahan saya dan Alvaro," jawab Nurul.


Jawaban Nurul ini kembali membuat grandma Delila semakin tersentak kaget. Yang ia tahu Axelle begitu mencintai Nurul dan mereka memiliki hubungan spesial. Lalu kenapa bisa Nurul menikah dan Axelle pun turut menghadiri acara pernikahannya? Apakah apakah ada banyak hal yang tidak dia ketahui di sini, ada sesuatu yang tidak bisa ia terima dengan nalarnya.


"Tunggu dulu Nurul, bukankah kau ini menjalin hubungan dengan Axelle? Lalu bagaimana kau bisa menikah dengan orang lain?" cecar grandma Delila karena ia belum mendapatkan jawaban dari Nurul.


Nurul menghela napas, ia harus kembali menceritakan hubungannya dengan Axelle. "Sebenarnya saya dan Axelle tidak memiliki hubungan apa-apa, kami hanya sebatas kekasih kontrak karena Axelle menolak dijodohkan dan saya hanya membantunya," jawab Nurul yang membuat grandma Delila terkejut lagi.


Ada banyak hal yang membuat grandma Delila terkejut luar biasa malam ini. Ia yang sudah begitu membenci Nurul ternyata ia salah mengira pada wanita ini. Tidak sepantasnya ia berpikir jika Nurul hanya memanfaatkan kekayaan Axelle saja, sedangkan Nurul sendiri tidak mencintai Axelle dan ia tahu jika Axelle itu mencintai Nurul walau cintanya tak berbalas.

__ADS_1


"Lalu siapa suamimu itu Nak?" tanya grandma Delila penasaran.


"Alvaro Genta Prayoga, grandma. Dia adalah kekasih saya sekaligus ayah Aluna," jawab Nurul.


**A**pa, jadi ayah Aluna ini adalah tuan muda keluarga Prayoga? Itu artinya Nurul saudara ipar Evelyn dan aku sudah menjelek-jelekkan Nurul di hadapan keluargaku yang ternyata adalah istri dari tuan muda Prayoga yang artinya akan menjadi ipar dari Axelle.


"Oh itu berarti kau adalah adik ipar dari Evelyn yang seorang dosen itu?" tanya grandma Delila.


"Oh kak Eve? Saya sudah bertemu dengannya grandma," jawab Nurul.


Grandma Delila pun menganggukkan kepalanya, ia mengatakan pada Nurul jika Evelyn adalah calon istri Axelle dan tak lama lagi mereka akan bertunangan setelah acara lamaran Clarinta.


Nurul tentu saja terkejut karena Axelle akan bertunangan dengan Evelyn. Ia kembali teringat percakapan mereka di kafe saat itu dimana Evelyn mengatakan jika ia akan dijodohkan dengan pria yang ciri-cirinya sama persis dengan Axelle. Harusnya Nurul lebih peka pada saat itu hingga ia bisa membantu Evelyn untuk mendapatkan hati Axelle.


Alvaro yang tidak sengaja mendengar cerita Nurul dan grandma Delila, ia langsung mencari dimana keberadaan Axelle. Ia yang keluar menemukan Axelle sedang berada di sudut ruangan dengan pandangan mata yang sedang mengarah pada Nurul. Dari belakang Alvaro menepuk pundakasli hingga Axellel berhadapan dengan Alvaro.


Bugghh ....


"Bangun lu brengsek!" umpat Alvaro.


Axelle mencoba bangun, ia tidak paham mengapa Alvaro tiba-tiba saja datang dan langsung memukulnya. Ia menanyakan pada Alvaro alasan mengapa sampai memukulnya dan Alvaro kembali tersulut emosi sebelum menjawabnya.


"Disini lu natap-natap istri gue dan disisi lain lu juga bakalan tunangan sama kakak gue. Lu masih waras, 'kan? Gue itu tahu lu cinta sama Aina tapi lu jangan mengorbankan kakak gue dalam cinta palsu lu itu!" ucap Alvaro sarkas.


"Gue bisa jelasin!" tegas Axelle tetapi Alvaro memilih untuk tidak mendengarkannya.


Axelle berdecak kesal karena Alvaro justru meninggalkannya. Setelah memberikan satu pukulan hingga membuat bibir Axelle berdarah, Alvaro langsung kembali menemui Nurul karena ia tahu istrinya pasti mencari-cari keberadaanya yang sudah cukup lama pergi menjawab telpon Billy.


Namun yang terjadi adalah Nurul yang terdiam membeku saat melihat Alvaro tadi memukuli Axelle. Ia tidak tahu ada masalah apa di antara keduanya.

__ADS_1


"Alvaro! Kenapa kamu mukul Axelle?" bentak Nurul.


Alvaro menggelengkan kepalanya, tidak mungkin ia mengatakan semua itu karena ia tidak ingin Evelyn menikah dengan Axelle. Ia hanya tidak ingin kakaknya salah memilih dan justru berakibat fatalnya.


Namun Nurul yang tidak mendapat penjelasan dari Alvaro, ia langsung pergi meninggalkan Alvaro dan Axelle. Nurul sudah bertekad jika malam ini ia tidak akan tidur bersama Alvaro.


"Dasar Alvaro sinting! Kenapa bisa dia memukul Axelle seperti tadi. Harusnya mereka berdua itu saling akur karena sebentar lagi mereka akan menjadi saudara ipar!" ucap Nurul yang hanya terdengar bagai sebuah gumaman.


.


.


Alvaro mengetuk pintu kamarnya, Nurul yang kesal padanya sejak dari rumah Clarinta. Nurul memang benar-benar melaksanakan ucapannya yang bilang jika ia dan Alvaro malam ini akan tidur berbeda kamar. Nurul sebenarnya bukan marah pada Alvaro yang berkelahi, tetapi ia hanya ingin menghindari Alvaro yang pasti akan mengambil jatahnya lagi malam ini.


"Yang, bukain dong pintunya," pinta Alvaro entah sudah yang keberapa kali tetapi ia tidak mendapat sambutan dari Nurul.


Karena tidak ada jawaban sudah hampir lima menit, Alvaro kemudian menyeringai. "Dia bahkan lupa kalau gue ini dulunya pemilik kamar," ucap Alvaro walaupun sangat jarang ia tiduri. Dari dalam saku celana ia mengeluarkan kunci cadangan yang biasa mereka siapian ketika hal seperti ini terjadi.


Alvaro perlahan membuka pintu, pemandangan pertama yang ia lihat adalah sang istri yang sudah tertidur pulas. Alvaro tahu jika Nurul sudah begitu lelah hari ini.


Alvaro pun melepaskan jasnya dan ia berganti pakaian dengan mengenakan kaos oblong putih. Alvaro kemudian bergabung di atas tempat tidur, ia langsung membawa Nurul ke dalam dekapannya.


Alvaro tidak menyangka jika di kamarnya ini akan menjadi saksi kisah cintanya bersama Nurul. Alvaro menciumi wajah Nurul hingga ciuman itu turun ke leher jenjang Nurul.


Suara lenguhan Nurul membuat Alvaro terus melancarkan aksinya. Ia perlahan membuka piyama tidur Nurul dan mulai menikmati dua gundukan kenyal yang sudah menjadi favoritnya ini. Ia melempar sembarangan pakaian Nurul dan kini istrinya itu kembali tidak mengenakan sehelai benangpun.


Nurul yang sedang tertidur itu merasakan keanehan dan tubuhnya seolah sedang disengat sesuatu. Perlahan-lahan Nurul membuka matanya namun beberapa saat matanya langsung terbuka lebar ketika tahu Alvaro saat ini sedang berada di atas tubuhnya. Ia bahkan baru menyadari jika dirinya sudah tidak mengenakan sehelai benangpun.


"Alvaro! Jangan lagi, aku ingin istirahat," pinta Nurul menghiba tetapi Alvaro sama sekali tidak peduli.

__ADS_1


"Bukankah aku sudah berpesan kalau kita akan kerja rodi? Maka kau cukup menikmati saja karena aku yang akan bergerak bebas malam ini."


__ADS_2