GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
Pengakuan


__ADS_3

Naufal, Zyan, Ziya dan Gavin pulang bersama dalam satu mobil. Mereka menuju ke rumah Zyan karena mereka ingin bertemu dengan kakek Ben untuk mengabarkan semua yang baru saja Naufal dapatkan dari Harris. Empat remaja itu memutuskan untuk berada satu mobil dengan Zyan dan Ziya yang kini bergerak memasuki halaman rumah megah tersebut.


Tara menyambut kedatangan mereka dengan senang hati karena tadi Ziya sudah mengabarkan saat di perjalanan. Tara bahkan sudah menyiapkan makan siang untuk mereka. Ia sangat suka dengan kedatangan tamu-tamu remajanya ini, terlebih lagi ia pasti tahu jika nanti akan ada pembahasan tentang Harris. Tara sangat penasaran dengan sosok remaja tersebut.


"Bu, Kakek ada?" tanya Zyan.


"Ada. Masuk dulu dan makan siang, oke." Tara kemudian menggiring empat remaja itu untuk segera masuk ke ruang makan dimana sudah ada banyak makanan yang ia sediakan.


Keempat remaja itu pun mulai makan dan saling berbagi cerita random milik mereka masing-masing. Tara begitu senang, ia bahkan terus saja menambah makanan milik para remaja itu hingga mereka dibuat sangat kekenyangan.


Ikram terlihat memasuki rumah ketika ayahnya mengatakan bahwa anak-anak berada di rumah dan ingin bicara hal penting. Ia datang setelah mereka semua selesai makan siang dan Ziya yang sudah tahu jika masalah ini tidak melibatkan dirinya memilih melipir ke kamarnya saja. Menjadi perempuan sendiri diantara ketiga cowok tampan itu membuat Ziya merasa tersisih, hanya Aluna saja yang bisa ia ajak curhat dan juga Frey. Akan tetapi dua kakaknya itu sibuk dengan sekolah dan juga mereka sudah menikah.


"Jadi pingin nikah muda juga. Kira-kira Gavin mau nggak ya lamar gue nanti kalau kita sudah SMA? Hihihi ... entah sejak kapan gue suka sama tuh bocah, gaya tengilnya bikin gue selalu kangen sama dia. Tapi gue nggak mau kalau dia sampai tahu kalau gue punya feeling sama dia."


Ziya berguling-guling di atas tempat tidurnya sambil memeluk boneka pemberian Gavin saat ia berulang tahun beberapa bulan lalu. Gavin memberinya hadiah berupa boneka monyet — yang katanya mirip Ziya. Tetapi andaikan Gavin tahu boneka itu langsung menjadi favoritnya.


Sementara itu, di ruang kerja milik Ben dan juga Ikram, mereka sudah berkumpul dan disana ada Tara yang kali ini sangat ingin terlibat dalam obrolan mereka karena ia penasaran dengan sosok Harris yang sudah membawa kabar tentang kakaknya.


"Harris itu anaknya Farah Anastasya Darwin, Kek. Itu artinya dia saudara sepupu Ziya dan Zyan sekaligus paman mereka. Ah aku bingun dengan silsilah keluarga kalian. Farah kakaknya bibi Tara menikah dengan Brandon Elard yang merupakan adik kakek Ben. Yang jelas kalian berkeluarga," ujar Naufal yang malas merumuskan tentang posisi Harris di keluarga Elard ini.


Wajah Tara mulai sendu, ia sebenarnya sangat bahagia mengetahui ia memiliki keponakan dari sang kakak, akan tetapi disisi lain sang keponakan merupakan momok dalam kehidupan mereka dan mengancam keselamatan kedua anaknya. Entah ia harus bersikap bagaimana dalam masalah ini.


Ikram yang melihat kebimbangan di raut wajah istrinya itu langsung merangkulnya. "Tenanglah sayang, jika Harris memiliki maksud lain dari rencana uncle Brandon dan juga si brengsek Bastian itu, kita akan membantu untuk menyelamatkannya. Aku tidak akan membiarkannya berada dalam bahaya dan jika pun dia ingin berubah maka aku siap memberikan tempat untuknya di rumah ini," ucap Ikram menghibur Tara.


Tara menyandarkan kepalanya di bahu Ikram, ia percaya sepenuhnya pada suaminya itu karena Ikram selama ini tidak pernah mengecewakannya. Dalam hati ia berharap agar keponakan sekaligus adik iparnya itu memiliki niat baik dan tidak diperbudak oleh Brandon dan Bastian.


"Jadi kami harus bagaimana dengan Harris?" tanya Gavin. Ia sebenarnya yang paling suka bercanda dari circle-nya, akan tetapi akan berubah jadi yang paling dewasa jika ada masalah.


Ikram dan Ben nampak berpikir, Ben kemudian meminta mereka untuk membawa Harris datang ke markas. Ikram juga menambahkan mereka harus membuat seolah Harris dibawa paksa oleh mereka. Ia akan menempatkan bodyguard lebih banyak untuk menghalau banyaknya anak buah Brandon dan Bastian agar lebih terkesan mereka menculik Harris.

__ADS_1


"Lagi pula jika kita berhasil menangkap Harris maka kita akan bisa mendapatkan beberapa informasi tentang musuh kita. Kalian harus bisa menjalankan rencana dengan baik," imbuh Ikram.


.


.


Frey menatap mading yang baru sempat ia lihat karena terlalu banyak masalah yang terjadi hari ini di sekolah. Ia mencabut satu per satu kertas yang tertempel dimana ada hujatan untuk Aluna. Frey mere-mas kuat tumpukan kertas tersebut seolah ia sedang meremukkan tulang-tulang dari sang pembuat onar.


"Percuma juga lu cabut, semua udah pada baca. Dan ya, gue yakin banget kalau benih Aluna itu pasti punya Leon, 'kan Frey? Lu pikir gue nggak tahu kalau Leon itu cinta sama Aluna? Nampak banget, tapi sayang Aluna nggak cinta sama Leon, dia cintanya sama gue hanya saja nggak kesampaian karena ada lu sang penghalang," ucap Keenan yang tahu-tahu sudah berada di samping Frey sambil bersedekap dan mengejek Frey melalui tatapannya.


Frey menatap sekilas ke arah Keenan tanpa ekspresi kemudian ia bergegas menuju ke kelasnya agar bisa mengikuti sisa jam mata pelajaran ketiga ini. Keenan sendiri menghentakkan kakinya di lantai karena lagi dan lagi Frey tidak termakan hasutannya.


"Lagian gue juga nggak mau sama Aluna. Gue emang dulu cinta sama dia tapi pas tahu dia udah jebol sampai hamil segala, mendadak gue ilfeel sama dia. Cantik sih, tapi kalau udah bunting ya siapa yang mau. Gue mah ogah!" ucap Keenan sambil berjalan ke arah kelasnya.


Keenan sebenanrya bimbang, di satu sisi ia beranggapan Aluna dihamili Leon, tapi disisi lain ia juga merasa Leon tidak pernah menyentuh Aluna karena malam itu ia kedapatan oleh Frey.


"Eh tunggu dulu ... kalau malam itu Aluna pulang bareng Frey dalam keadaan dipengaruhi obat perangsang, apa jangan-jangan Aluna dan Frey ..."


Sesampainya di kelas, Frey dibuat kaget karena melihat Aluna sedang berdiri di depan kelas yang sepetinya sedang mendapatkan hukuman. Aluna tersenyum lebar padanya, seolah tidak terjadi sesuatu padanya sedangkan Frey sangat khawatir jika Aluna kecapaian hingga akhirnya berpengaruh pada kandungannya.


"Duduk saja Frey, kebetulan masih ada beberapa menit lagi. Nanti tinggal pinjam catatan teman-teman ya," ucap guru tersebut.


Frey tidak konsentrasi menyimak mata pelajaran yang sedang dijelaskan oleh guru tersebut, ia hanya fokus menatap Aluna yang begitu bahagia berdiri di depan kelas.


Bumilku emang random banget. Entah setelah ini dia akan minta apa lagi dari gue.


Frey tertawa dalam hati, beberapa saat mata mereka saling bertemu dan saling membalas senyuman.


Saat bel istirahat kedua berbunyi, Frey merasa lega karena itu artinya Aluna bebas dari hukuman. Setelah guru mereka keluar, Aluna langsung dudun di samping Frey. Tanpa di duga Frey menarik kaki Aluna dan meletakkannya di atas pangkuannya lalu ia pijat agar rasa pegal itu hilang.

__ADS_1


"Frey, lu kok sweet banget sih? Jadi makin sayang 'kan gue. Nanti pulang kita berbuat baik deh buat balas jasa," bisik Aluna yang membuat Frey menyeringai.


Entah sejak kapan tapi memang Frey sudah merasa begitu candu pada tubuh istrinya itu. Mungkin sejak pertama kali mereka melakukannya atau sejak pertama kali ia mencuri ciuman Aluna.


"Lima ronde siap?" tanya Frey dan kini tubuhnya sudah panas dingin. Dasar keturunan Kriss Griffin si casanova pada masanya, baru juga diajak dia sudah mulai tegang.


"Sekalian aja lu bikin gue keguguran," ucap ketus Aluna dan Frey refleks menyentil dahinya hingga Aluna meringis.


Dengan cepat Frey mengusap dahi Aluna tersebut dan kembali memijat kaki istri tercintanya itu. Banyak pasang mata yang menatap heran pada keduanya namun Frey acuh dan menganggap mereka semua adalah makhluk tak kasat mata.


Wajah Aluna bersemu merah dengan perlakuan Frey yang begitu manis. Juga karena saat ini mereka menjadi pusat perhatian. Ingin sekali Aluna mengatakan hal ini sangat manis dan Frey selalu siaga jadi calon ayah dari anak mereka, namun hanya Aluna dan Riani saja yang berpikiran demikian karena temannya yang lain justru kembali mencemoohnya.


"Frey, lu manjain Aluna banget sih. Makanya kalau lagi hamil itu ya jangan sok-sokan mau kena hukum," cibir salah satu temannya.


Frey tersenyum sinis, ingin ia membalas tapi ia tidak ingin buang-buang tenaga. Aluna yang tidak ingin terjadi perdebatan lagi di dalam kelas memutuskan untuk mengajak Frey keluar. Tujuan mereka adalah taman belakang, tempat yang asri dan sangat sejuk saat siang hari begini.


Baru juga mereka berada di luar kelas, tatapan mengejek kembali Aluna dapatkan. Bahkan sampai di depan lapangan basket justru semakin banyak yang kembali menghujat Aluna.


Kali ini Frey tidak akan tinggal diam lagi, entah mereka akan dikeluarkan dari sekolah atau tidak, itu bukan masalah baginya. Ia memiliki uang yang banyak dan jika hanya mencari tempat untuk mendapatkan ijazah, Frey masih sanggup.


"Berhenti atau gue bakalan bikin kalian bungkam selamanya!" bentak Frey.


"Alah ... udahlah Frey, nggak usah sok belain Aluna. Lu harusnya malu dan Aluna tuh harus dikeluarkan dari sekolah!" sanggah yang lainnya.


"Ayo semua kita ke ruang guru dan kita demo minta Aluna dikeluarkan dari sekolah. Nama baik sekolah akan hancur jika masih mempertahankan siswi yang hamil diluar nikah kayak Alu —"


Belum sempat siswa itu mengakhiri ucapannya, tendangan Frey yang lurus itu mengena telak di bibirnya. Ia bahkan jatuh terduduk di lantai serta bibirnya mengeluarkan darah dan semoga tidak ada giginya yang berniat rontok dari gusi.


Para siswa-siswi yang tadinya begitu berani mencerca Aluna kini mundur perlahan-lahan dan ada juga yang datang untuk membantu siswa yang baru saja terkena tendangan dari Frey.

__ADS_1


"Kalian lihat, gue nggak main-main sama ucapan gue tadi. Lagi pula Aluna hamil atau tidak itu bukan urusan kalian. Dan memangnya kenapa kalau sampai dia hamil, hah? Dia itu istri gue, entah gue buat dia hamil atau enggak ya itu urusan kami. Bukan urusan kalian! Kita pasangan sah di mata hukum dan agama serta diakui negara, kalian salah tempat kalau ingin membully! Berani lu semua hujat atau nyakitin istri gue, habis lu semua di tangan gue!"


__ADS_2