GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
Lu?!


__ADS_3

Leon dan Keenan menatap penuh tanya terhadap Aluna. Gadis itu sendiri tahu apa arti dari tatapan tersebut dan ia bingung apakah harus menjelaskan atau pulang saja. Bahkan mendengar nama ayah Keenan saja langsung membuat Aluna dan Naufal yakin bahwa Keenan bersaudara dengan Ziya dan Zyan akan tetapi selama ini mereka tidak mengetahuinya sama sekali.


"Aluna, lu sama Frey –"


"Kak, ayo kita pulang!"


Naufal memotong ucapan Leon karena menurutnya situasi ini sangat tidak kondusif apalagi dari yang ia ketahui, kakek Ben memang memiliki satu saudara yang tidak diketahui kabarnya dan rumornya mereka saling memusuhi sehingga Naufal mulai waspada. Sedikit banyak remaja tampan itu tahu kalau pria tadi adalah pria yang wajib ia hindari dan waspadai.


Tidak ingin kehilangan Aluna, Leon mencoba mencegah dengan berbagai cara yang memang sudah ia persiapkan.


"Keenan, coba lu susul bokap lu dan tanyain tentang kebenaran Aluna dan Frey," bisik Leon dan Keenan langsung setuju karena ia memang sangat penasaran.


Tak lama berselang, saat Naufal hendak menarik tangan kakaknya untuk pulang, salah satu rival Naufal di jalanan mendatanginya dan mengajaknya berbicara penting. Naufal awalnya menolak akan tetapi mereka sudah membawa-bawa nama Ziya hingga mau tidak mau Naufal harus bereaksi.


Semua itu atas skenario yang sudah disusun rapi oleh Leon. Ia meminta rival mereka itu untuk mendekati Naufal dan mengatakan bahwa salah satu dari tamu undangan di pesta ini sedang bertindak tidak senonoh pada foto Ziya yang diambil secara diam-diam. Tentu saja hal tersebut tidak akan dibiarkan oleh Naufal.


"Kak, tunggulah sebentar. Aku tidak akan lama. Leon, tolong jaga kakakku sebentar saja," ucap Naufal dan ia bergegas mengikuti rivalnya tersebut.


Aluna hendak mencegah Naufal karena ia tidak nyaman duduk berdua bersama Leon, perasaannya mulai tidak enak. Akan tetapi Leon berusaha membuat Aluna nyaman duduk di sampingnya dengan mengajaknya berbincang-bincang tetapi sama sekali tidak menanyakan persoalan Aluna dan Frey. Leon tahu hal itu sangat tidak nyaman untuk dipertanyakan dan bisa-bisa Aluna akan menjaga jarak dengannya.


Seorang pelayan datang membawa nampan minuman dan Leon menghentikannya lalu mengambil satu gelas jus dan memberikannya kepada Aluna. Gadis yang sedang gugup dan tidak nyaman itu langsung meminum jus tersebut dengan menyisakan setengah gelas lagi. Leon menyeringai, ia yakin rencananya kali ini akan berhasil.


"Mengenai gue sama Frey, tolong jangan lu bilang ke teman-teman di sekolah ya. Gue nggak mau mereka mikir macam-macam dan tentang pertunangan itu, itu hanyalah sebuah lelucon anak-anak dan orang tua. Tidak benar-benar terjadi," ucap Aluna dengan gugup.

__ADS_1


Sebenarnya ia sangat ingin mengatakan kepada Leon jika itu semua benar dan bahkan mereka sudah menikah. Tetapi Aluna tidak ingin gegabah dan mengambil keputusan sendiri tanpa membahasnya bersama Frey. Aluna takut salah dan tidak mau berselisih dengan Frey nantinya.


"Tapi, bukannya Frey pernah bilang di sekolah kalau dia udah punya tunangan? Dan berarti itu adalah elu, Aluna?" tanya Leon lagi, tadinya ia tidak ingin membahas masalah ini tetapi karena Aluna lebih dulu mengungkit maka Leon yang memang penasaran langsung menimpali ucapan Aluna.


Aluna menggigit bibirnya dan itu membuat Leon bereaksi. Ia sedang menunggu reaksi obat yang ia campurkan di dalam minuman Aluna sambil terus mengajak gadis ini mengobrol. Ia berharap reaksi obat tersebut segera bekerja sebelum Naufal dan Keenan datang.


Aluna terdiam, entah mengapa ia merasakan hal aneh pada tubuhnya. Ia merasakan suhu tubuhnya meningkat dan ia mulai gerah. Tangannya ia gunakan untuk mengipasi wajahnya dan itu sama sekali tidak berguna. Leon yang melihatnya langsung tersenyum seringai. Ia yakin obatnya mulai bekerja.


"Aluna, lu kenapa?" tanya Leon mulai memerankan dramanya.


Aluna menggeleng, "Nggak tahu. Gue gerah aja sih. Ini Naufal kenapa lama banget. Gue mau pulang," jawab Aluna.


Duh panas banget, ini gue kenapa? Apa gue telepon Frey ya? Ah ya kirim pesan ke Frey. Tapi dia lagi sibuk nggak ya? Gue nggak mau ganggu kerjanya. Dia 'kan lagi ngumpulin banyak uang buat bawa gue ketemu sama BTS. Haduuh, gue kenapa sih?


"Leon, gue mau ke toilet dulu," ucap Aluna. Ia bergegas meninggalkan Leon buru-buru ke toilet sambil menekan ponselnya untuk menyambungkan panggilannya kepada Frey.


Terdengar suara Frey dari seberang saluran. Aluna yang mulai hilang kendali tak sadar jika Frey sudah menjawab panggilannya. Ia hanya terus mende-sah dan mengeluh jika dirinya kepanasan. Frey tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh istirnya hingga ia mendengar suara seseorang mendekati Aluna.


Panggilan tersebut terputus karena Aluna kehilangan fokusnya dan ia memasukkan ponselnya ke dalam tas kecilnya. Frey hanya menatap datar layar ponselnya karena saat ini ia sedang sibuk dengan laporan yang diminta untuk ia periksa.


"Aluna, lu baik-baik saja?" tanya Leon mengetuk pintu toilet.


Aluna membasuh wajahnya di wastafel namun yang terjadi justru suhu tubuhnya semakin meningkat. Ia memegang kepalanya yang juga terasa berdenyut-denyut.

__ADS_1


"Gue mau pulang," gumam Aluna, ia kemudian keluar dari kamar mandi dan terkejut karena ia menemukan Leon berdiri di depan pintu kamar mandi. "Leon! Ah ya, dimana Naufal? Gue mau pulang," tanya Aluna.


"Oh Naufal, dia ada di tempat gue. Lu mau ketemu dia atau gue yang panggilin?" tanya Leon.


"Gue aja. Yuk tunjukin dimana tempatnya," jawab Aluna.


Leon menyeringai, sepertinya mangsanya telah masuk ke dalam perangkap. Leon sebenarnya tidak tahu dimana Naufal karena temannya yang membawa adik Aluna itu entah kemana. Dan kini ia akan mengajak Aluna ke salah satu tempat yang sudah ia persiapkan.


Aluna hanya terus mengikuti kemanapun Leon pergi, ia tidak memikirkan apakah benar Leon membawanya menemui Naufal atau tidak. Sedangkan Leon, ia semakin senang karena sebentar lagi rencananya pasti akan terwujud dan Aluna akan menjadi miliknya seutuhnya. Ia tidak peduli apakah Frey adalah saudara atau tunangan Aluna karena baginya Aluna hanya akan menjadi miliknya saja.


"Panas!"


Kembali Aluna mengeluh, suhu tubuhnya semakin meningkat dan entah mengapa Aluna mendadak berhasrat hanya dengan melihat Leon yang sedang menatapnya dengan penuh cinta. Leon bahkan menggenggam tangannya dan membelai pipi Aluna saat mereka berada di dalam lift, Aluna berusaha menepisnya tetapi yang ada justru tubuhnya seolah membutuhkan sentuhan dari Leon.


"Sabar baby, sebentar lagi gue bakalan penuhi apa yang lu inginkan dan memberikan apa yang lu butuhkan," ucap Leon sambil memainkan jarinya di wajah Aluna.


Pintu lift terbuka, Aluna ditarik oleh Leon dengan tergesa-gesa karena ia sendiri pun sudah tidak tahan lagi untuk segera menyentuh Aluna. Leon berjalan mencari kamar yang sudah ia pesan sebelumnya. Dan baru saja ia membuka pintu kamar tersebut, bahunya ditepuk oleh seseorang dari belakang. Mata Leon membulat sempurna begitu ia bertatapan dengan sosok yang baru saja menepuk pundaknya.


"Lu?!"


...****************...


Up-nya satu? bab selanjutnya sedang di ketik ya dan kalau lulus review malam ini juga terupdate 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2