GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
162


__ADS_3

"A-apa maksudmu Kriss? Bagaimana bisa kita tidak selamat dari tempat ini? Lu jangan bercanda!" sentak Nurul. Saat ini yang paling ia ingat adalah Aluna, anaknya itu pasti mencarinya.


Kriss hanya bisa tersenyum getir, "Nanti suatu saat lu akan tahu," jawab Kriss kemudian ia bersiap membawa Nurul dan Tara keluar dari gedung. Ia menghubungi salah satu anggotanya agar membantunya membawa dua wanita ini keluar.


Kriss memang memiliki jalan lain agar Alvaro dan Ikram tidak melihat ia keluar membawa Nurul dan Tara. Setelah Kriss pikir-pikir lagi, dua wanita ini harus diselamatkan karena keduanya memiliki bayi dalam kandungan mereka dan keduanya sama sekali tidak ada urusan dengan tuan Brandon. Kriss hanya tidak tahu saja jika Nurul pernah diculik oleh Brandon dan dititipkan di panti asuhan kala itu.


Nurul dan Tara berusaha memberontak ketika mulut mereka kembali ditutup dengan lakban dan tangan keduanya diikat dengan kuat lalu dibawa paksa oleh anak buah Kriss yang kini datang dengan jumlah lima orang.


Saat mereka keluar dari ruangan tersebut, mata Nurul menangkap sosok Alvaro yang sedang berkelahi. Ia berusaha berteriak namun sayang Alvaro tidak mendengarnya. Begitupun dengan Tara, ia berusaha melakukan sesuatu untuk bisa mengalihkan perhatian Ikram akan tetapi hasilnya pun nihil.


Nurul tak habis akal, ia kemudian menginjak kaki anggota Kriss yang sedang memeganginya hingga pria itu meringis dan pandangan Alvaro teralihkan.


"Aina!" pekik Alvaro namun sayang ia yang hilang fokus dimanfaatkan oleh lawannya untuk memukuli punggung Alvaro.


Ikram menoleh ke arah pandang Alvaro dan menemukan istrinya sedang dibawa paksa oleh beberapa anak buah Kriss dan ia pun segera mengejarnya.


"Kalian serang mereka, jangan sampai mereka berhasil menyusul!" perintah Kriss.


Dengan cepat tiga orang mencoba untuk menghadang dan menghalangi langkah Ikram sedangkan dua orang lagi beserta Kriss kini sudah membawa Nurul dan Tara menuju ke lantai bawah.


Ikram kemudian berusaha melawan tiga orang sekaligus dan tak lama kemudian setelah Alvaro berhasil menumbangkan lawannya tadi, ia membantu Ikram dan keduanya sama-sama berhasil mengalahkan tiga orang tersebut dan dengan cepat keduanya menyusul Kriss.


Nurul dan Tara dibawa oleh Kriss ke bagian samping pabrik dimana tidak ada anak buah Brandon satu pun disana. Rencananya Kriss akan memulangkan dua wanita ini agar mereka selamat. Kriss yakin dengan dirinya yang akan mengalami masalah besar di pabrik ini sehingga ia memilih menyelamatkan dua wanita yang bisa membantunya menjaga anaknya kelak.

__ADS_1


Namun begitu Kriss melangkah ke arah pintu, ia dikejutkan dengan beberapa anak buah Brandon yang sedang berjaga di pintu samping. Kriss mengurungkan niatnya karena bagaimanapun mereka tahu jika dua wanita itu adalah tawanan milik tuan Brandon.


Sial!


Dari arah belakang Alvaro dan Ikram berhasil menyusul mereka. Kriss belum melakukan pergerakan apapun sehingga Alvaro dan Ikram kini tepat berada di hadapannya.


Saat Kriss hendak melawan, dari arah belakangnya datang beberapa anak buah Brandon dan Kriss meminta mereka untuk memegangi dua orang tawanannya ini. Kriss sendiri turun tangan untuk melawan Alvaro dan Ikram sebab ia melihat ternyata di dekat mereka ada Brandon dan ditangan anak buahnya ada Miranda yang mulutnya ditutupi lakban serta Frey yang juga diperlakukan sama.


Alvaro dan Ikram yang sedari tadi sudah kewalahan melawan para anak buah Kriss kini harus menguatkan diri lagi karena sekali lagi mereka akan melawan banyak orang untuk mendapatkan istri mereka. Saat Kriss hendak maju, dari arah lain muncul Danish dan Axelle yang datang membantu Alvaro dan Ikram.


Danish mengerang kuat dan amarah terlihat di wajahnya saat melihat sang adik saat ini terlihat begitu tersiksa. Danish tentu saja tidak tinggal diam. Ia dengan membabi buta menyerang lawannya walaupun tadi ia sudah lelah.


Perkelahian berlangsung sengit, Kriss sendiri turut langsung melawan dan ia berhadapan langsung dengan Ikram. Beberapa kali Kriss mampu membuat Ikram terkena pukulannya sebab ia sendiri masih memiliki banyak tenaga sedangkan Ikram tenaganya sudah terkuras banyak.


Ya Tuhan, tolong lindungi mas Ikram. Selamatkan mereka ya Tuhan. Aku tidak apa-apa jika tidak selamat asalkan mas Ikram baik-baik saja.


Tara melafalkan doa untuk suaminya, jujur saja ia sangat tidak ingin melihat malaikat di dalam hidupnya ini sampai terluka. Bagi Tara, jika bisa semua luka itu biar dirinya yang menanggung karena suaminya ini sangat baik dan tidak boleh terluka sedikitpun.


Brandon yang sedang menyaksikan perkelahian sengit tersebut langsung meminta anak buahnya untuk memberikan satu pistol kepada Kriss karena ia sudah muak melihat wajah keponakannya yang saat ini seperti superhero saja a.k.a tidak terkalahkan a.k.a masih juga bertahan dari jatuh kemudian bangkit lagi.


Semua itu mengingatkan Brandon pada dirinya sendiri dan ia tidak suka jika keturunan Elard ada yang meniru dirinya selain keturunannya sendiri.


"Berikan pistol itu pada Kriss Griffin dan minta dia untuk menembak Ikram. Jika dia gagal maka anak dan istrinya yang akan aku tembak!" titah Brandon dan itu membuat tubuh Miranda bergetar hebat.

__ADS_1


Ya Tuhan, tolong selamatkan kami. Aku tidak ingin membiarkan anakku hidup tanpa aku maupun Kriss. Anakku masih membutuhkan kami dan dia tidak punya siapa-siapa lagi.


Miranda terus berdoa dalam hati, ia tidak takut jika dirinya menjadi korban, ia hanya takut jika tidak ada yang nantinya akan mengurus Frey jika nanti ia dan Kriss tidak selamat dan anaknya dibiarkan begitu saja. Miranda yang juga seorang ibu tentu sangat amat memikirkan nasib anaknya.


Anak buah Brandon menghampiri Kriss yang saat ini sedang mundur sesaat dan membiarkan anak buahnya untuk melawan Ikram. Kriss menerima pistol tersebut dan hal tersebut tak luput dari mata tajam Tara.


Mata Tara membulat sempurna karena saat ini ia melihat Kriss sedang mengarahkan senjata ke arah suaminya. Sebentar lagi pelatuk tersebut akan ditarik oleh Kriss. Tara yang tidak sanggup jika suaminya harus terluka dengan sekuat tenaga ia menginjak kaki pria yang menahan tangannya hingga ia terlepas dan berlari ke arah Ikram.


Doorr ....


Tubuh Tara terdiam dengan matanya yang terbelalak. Semua mata kini tertuju pada Tara dan perkelahian itu seolah mendadak berhenti. Ikram yang sangat terkejut karena Tara menahan lajunya peluru dengan punggungnya langsung berlari ke arah sang istri dan memeluknya erat sebelum akhirnya tubuh Tara jatuh di pelukan Ikram.


"Taraaaa!!" teriak Ikram kemudian ia membuka lakban yang menutupi mulut sang istri.


"Kenapa melakukan ini?" pekik Ikram dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Mas, Tara sangat mencintai mas Ayang dan Tara sangat menyayangi Mas Ayang. Tolong hiduplah dengan bahagia," ucap Tara terbata.


Ikram menggeleng, ia berusaha untuk membawa Tara keluar tetapi musuh tiba-tiba kembali menyerang Ikram dan untung saja Alvaro dengan cepat menendang orang tersebut hingga tersungkur di lantai.


Miranda menatap tak percaya pada kejadian dimana Kriss menembak Tara, ia yang sedang kacau karena suaminya gagal menembak Ikram, ia tak sengaja melihat ke arah pintu samping dimana seseorang sedang mengarahkan senjatanya pada Kriss. Tanpa pikir panjang, Miranda berlari ke arah Kriss dan berdiri di hadapan Kriss bertepatan dengan satu peluru menembus punggungnya.


"Mirandaaa!!"

__ADS_1


__ADS_2