GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
170


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian ...


Perut Nurul sudah sangat besar dan bulan ini adalah bulan perkiraan ia akan melahirkan dan sesuai hari perkiraan lahir, kurang dari seminggu lagi maka bayi mereka akan segera keluar dan melihat dunia.


Tara pun sudah melahirkan beberapa waktu yang lalu dan Ben Elard sangat bahagia sebab ia mendapatkan cucu dua sekaligus dengan jenis kelamin berlainan. Hal itu terus ia pamerkan bahkan ia menggelar pesta perayaan dan membagi-bagikan sembako, bersedekah dan memberi bonus pada para pekerjanya serta memberi makan dan sumbangan pada anak-anak panti asuhan.


Pria itu begitu gila namun tidak ada satupun yang menentangnya karena mereka tahu itu adalah wujud dari rasa syukur Ben atas kehadiran dua bayi yang sangat menggemaskan yang diberi nama Zyan dan Ziya.


Tak jauh berbeda dengan Clarinta, saat ini wanita itu sudah mengandung dan usia kandungannya sudah memasuki bulan ke enam. Tak jauh berbeda dengan Alvaro, Danish pun mengalami kehamilan simpatik. Alvaro mengejeknya dan mengatakan jika itu karma karena selalu mengejek Alvaro selama masa mengidam.


Flora pun begitu, saat ini ia tengah mengandung dan usia kandungannya berjalan empat bulan sedangkan Evelyn saat ini pun tengah mengandung dan usia kandungannya baru dua bulan.


Semua terlihat bahagia, dan kini pasangan yang sedang menanti hari kelahiran bayi mereka itu terlihat sedang bermesraan di dalam kamar.


Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam dan Alvaro sudah mengajak Nurul masuk ke kamar setelah mereka memastikan Aluna dan Frey terlelap. Alvaro sedang gencar-gencarnya mengajak Nurul berhubungan badan setelah ia tahu dokter mengatakan hal tersebut lebih baik dilakukan saat HPL sudah semakin dekat.


Nurul sendiri tidak bisa membantah karena Alvaro selalu membawa-bawa ucapan dokter tersebut yang seolah adalah kalimat mujarab dan senjata ampuh untuk mendapatkan kesenangannya sekaligus menyenangkan istrinya.


Alvaro mulai memeluk Nurul di atas tempat tidur sedangkan istrinya itu sesekali mengernyit karena perutnya terasa sakit namun beberapa saat kemudian sudah kembali normal.


Nurul yang sedang memikirkan keadaan perutnya tidak peduli dengan apa yang dilakukan Alvaro saat ini. Yang pasti pria itu sedang mencumbui punggung Nurul karena ia memang membelakangi Alvaro.


Beberapa saat kemudian sakit itu datang lagi dan lebih sakit dari yang sebelumnya namun hanya sekejap sakitnya hilang lagi. Nurul sudah mendapat firasat kalau kemungkinan ia akan segera melahirkan. Namun karena ia tahu sakitnya masih timbul tenggelam itu artinya masih cukup lama waktunya untuk menunggu pembukaan lengkap lalu ia melahirkan.


Alvaro kini sudah berada di atas Nurul dan bersiap menyobek lingerie yang dikenakan Nurul. Alvaro mulai melakukan aksinya dan kini ia sudah siap untuk tempur namun hal tak terduga terjadi ....


"Awwww!! Sayang ini sakit! Kenapa kamu nendang punya aku?" pekik Alvaro sambil memegangi area intinya yang baru saja mendapat tendangan kuat dari Nurul.


Wanita hamil yang sudah tidak mengenakan pakaiannya itu tidak menghiraukan Alvaro, ia berjalan menuju ke ruang ganti untuk mencari pakaiannya dengan menahan rasa sakit yang kian lama kian sering dan lebih sakit dari sebelumnya.

__ADS_1


"Yang, ada apa sih? Kenapa kamu malah ganti baju?" tanya Alvaro yang dengan santainya dalam keadaan polos berjalan ke arah Nurul masih sambil memegangi area inti yang sakit.


Nurul tidak menjawab, ia hanya terus mengenakan pakaiannya lalu ia berjalan mondar-mandir dan matanya tak sengaja melihat ****** ***** yang ia kenakan tadi terdapat bercak darah bercampur sedikit lendir.


"Varo cepat pakai pakaianmu. Aku-aku akan melahirkan," ucap Nurul terbata sambil mengernyit menahan rasa sakitnya.


"Yang, nggak usah bercanda. Harusnya kamu minta maaf dong udah nendang ini," ucap Alvaro yang memang tidak percaya dengan ucapan Nurul sebab ia tahu tanggal perkiraan lahir masih beberapa hari lagi.


Nurul langsung menggeplak kepala Alvaro, "Lu nggak tahu ini perut gue udah sakit banget dari tadi!" bentak Nurul yang merasa kesal karena Alvaro seolah tidak peka.


Alvaro terdiam sambil mengamati Nurul. Ia memang tadi memperhatikan Nurul seperti sedang menahan sakit namun beberapa saat kemudian ia tidak sakit lagi. Bahkan Alvaro saking inginnya menjadi suami siaga, ia mengikuti kelas ibu hamil sehingga ia tahu apa saja yang harus ia lakukan saat sang ibu akan melahirkan.


Namun kali ini ia mendadak buntu.


"Alvaro Genta Prayoga! Lu mau diam aja atau sekali lagi tuh adik lu gue tentang sampai mampus!" teriak Nurul yang semakin kesal karena Alvaro justru tengah melamun bukannya mengenakan kembali pakaiannya dan segera membawanya ke rumah sakit atau minimal mempersiapkan tas yang sudah disiapkan untuk persalinan Nurul.


Alvaro terkesiap, "Eh melahirkan ya?" ucapnya kemudian ia terdiam beberapa saat seperti orang linglung lalu kemudian ia seger berlari dan memakai pakaiannya lalu mengambil tas dari dalam lemari.


Alvaro sudah memegang dua tas di tangannya lalu ia bersiap untuk menggendong Nurul. Namun ia kesulitan karena kedua tangannya sudah penuh dengan tas. Nurul hanya menggeleng, ada rasa menggelitik di hati Nurul melihat Alvaro yang begitu panik dan terlihat aneh.


Hmm ... mungkin karena ini pertama kalinya buat dia. Lucu juga sih.


Nurul menggelengkan kepalanya, ia kemudian berjalan mendahului Alvaro untuk keluar dari kamar. Rasa sakitnya yang masih timbul tenggelam membuat Nurul memutuskan untuk berjalan saja, hitung-hitung ia membantu mempercepat pembukaan.


Alvaro yang melihatnya langsung menjatuhkan kedua tas tersebut dan berkata bahwa ia akan menggendong Nurul terlebih dahulu dan ia akan kembali untuk mengambil tasnya. Namun Nurul menggeleng, ia mengatakan bahwa dirinya masih kuat untuk berjalan sendiri.


"Nanti aku pegangan sama kamu kalau turun dari tangga," ucap Nurul meyakinkan Alvaro.


Yakin tidak yakin pun Alvaro menurut saja. Ia membawa dua tas, kemudian keduanya keluar dari kamar dan berpapasan dengan mami Yani yang hendak turun ke lantai bawah untuk mengambil air.

__ADS_1


"Lho, mau kemana? Itu tas persalinan juga di bawa? Nurul sayang, kamu mau melahirkan Nak?" tanya Yani.


Nurul hanya mengangguk, kemudian ia mengernyit karena sakitnya datang lagi. Alvaro yang melihatnya jadi tidak tega. Ia melepaskan dua tas tersebut kemudian ia membawa Nurul ke dalam gendongannya.


"Mi, tolong tasnya," pinta Alvaro yang langsung diangguki oleh Yani.


Wanita paruh baya yang masih cantik itu tidak jadi turun untuk mengambil air, ia segera masuk ke dalam kamarnya lagi dan mengganti pakaiannya. Hal tersebut dilihat oleh Genta dan ia bertanya. Yani pun mengatakan jika Nurul akan segera melahirkan sehingga Genta pun turut serta berganti pakaian dan segera keluar bersama istrinya sambil membawa dua tas milik Nurul.


Di dalam mobil, Nurul duduk di jok belakang bersama Alvaro yang saat ini sedang menuntun Nurul untuk menarik napas dan mengeluarkannya dengan perlahan. Ia sudah belajar banyak hanya saja karena masih baru dan juga sangat gugup, membuat Alvaro menjadi bingung dengan apa saja yang harus ia lakukan.


Tak lama kemudian Yani dan Genta muncul. Genta duduk di balik kemudi dan Yani di sampingnya. Alvaro tidak ingin meninggalkan Nurul walau sedikitpun karena sejak beberapa saat wajah Nurul terus memancarkan kesakitan dan juga genggaman tangan mereka yang terasa sakit karena Nurul meremas kuat tangan Alvaro.


"Huhuu ... Varo, ini sangat sakit," isak Nurul, Alvaro semakin ketakutan dan merasa kasihan melihat sang istri tercinta tengah tersiksa.


"Sabar sayang, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit," ucap Alvaro berusaha menenangkan.


Nurul kemudian mengatur tubuhnya agar duduk dengan nyaman. Alvaro sudah menawarkan untuk bersandar di bahunya ataupun dadanya akan tetapi Nurul menolak.


"Huhuu ... semua ini akibat kesalahanmu. Kalau kamu nggak maksa aku buat ngelakuinnya, aku nggak bakalan sakit kayak gini," oceh Nurul begitu rasa sakitnya datang lagi.


"Ya ampun sayang, kamu 'kan menikmati juga. Kenapa sih, bikinnya enak tapi giliran ngidam sama mau lahiran kok siksanya minta ampun," timpal Alvaro mengoceh.


Tak lama kemudian Alvaro meringis kesakitan karena Nurul meremas kuat tangannya. Wanita yang sebentar lagi akan melahirkan itu cukup kesal dengan jawaban Alvaro.


Di depan Genta dan Yani yang tadinya panik justru menjadi terkekeh melihat pasangan suami istri tersebut.


"Huhuu ... sakit banget. Ini kayaknya udah mau keluar deh bayinya," ucap Nurul yang membuat Alvaro panik.


"Keluar? Keluar dari mana Yang? Tolong bilangin sama bayi kita untuk menundanya dulu sampai kita di rumah sakit nanti. Tahan dulu ya sayang, sebentar lagi kita akan segera sampai."

__ADS_1


Plaakk ...


__ADS_2