GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
193


__ADS_3

Alvaro menatap pasangan pengantin baru yang sedang menuruni tangga sambil bergandengan tangan, dengan seragam sekolah yang melekat di tubuh mereka hingga seolah mereka itu tidak terlihat seperti pasangan yang sudah menikah sebab mereka memang masih sangat muda.


Membuat orang iri saja, gumam Alvaro dalam hati.


Frey dan Aluna pun duduk bersama, Frey menuangkan nasi goreng di piring Aluna sedangkan yang lainnya tengah menatap heran karena yang seharusnya Aluna lah yang melakukannya untuk Frey.


"Nggak usah heran, Frey itu cinta mati sama Luna jadi dia siap jadi pelayan pribadi, hihihi," celetuk Aluna kemudian ia mengunyah makanannya tanpa peduli tatapan membunuh Frey padanya.


Iya gue emang cinta, gue sayang dan gue budak cinta sama lu. Tapi jangan disamain dengan pelayan juga dong Na. Huhh, nyesel gue bersikap manis di pagi ini, keluh Frey dalam hati.


Padahal tadi pagi mereka bangun dan semuanya terlihat manis apalagi tidur keduanya yang begitu nyenyak dalam satu selimut yang sama dan berpelukan erat. Hingga Aluna mendadak merusak kebahagiaan Frey dengan menyamakannya sebagai pelayan. Dalam hati Frey bertekad akan memberikan hukuman kepada Aluna.


Alvaro terus saja menatap ke arah Aluna sambil mengunyah makanannya. Bukan tanpa sebab, ia sedang mencari tanda-tanda di tubuh putrinya apakah semalam Frey sudah melakukan unboxing atau belum.


Leher aman, bibirnya juga enggak ada yang luka dan nggak bengkak juga. Tadi Aluna jalannya biasa aja dan Frey juga tidak terlihat berbunga-bunga seperti waktu gue jebol Aina. Berarti anak gue masih aman dong. Baguslah!


Setelah sarapan, anak-anak berpamitan pergi ke sekolah sedangkan Alvaro dan Nurul akan mengantar mertuanya ke bandara karena mereka akan kembali pagi ini. Setelah dari bandara maka Alvaro akan mengantar Nurul ke butik lalu ia menuju ke perusahaan.


Di dalam mobil, Frey menggenggam satu tangan Aluna sedangkan satu tangan Frey ia gunakan untuk mengendalikan setir mobil. Tak ada suara diantara mereka karena bahasa tubuh mereka sudah mewakili semuanya. Setelah ini mereka harus kembali berakting sebagai pasangan saudara di sekolah karena Cici sekalipun tidak mendapat undangan dari Aluna karena acara kemarin memang khusus untuk keluarga.


Mobil milik Frey terparkir di parkiran sekolah. Tak sengaja matanya menatap sosok yang ia anggap sebagai calon pebinor tengah duduk di atas motornya sambil menatap ke arah mobil mereka. Frey yakin sekali jika Leon sedang menatap mereka dan menunggu kedatangan mereka. Bibir Frey menyeringai.

__ADS_1


"Sayang, biar gue yang bukain seatbeltnya," ucap Frey. Aluna sendiri mengira jika Frey melakukannya karena ingin terlihat romantis.


Aluna yang gugup karena wajah Frey semakin dekat padanya hanya bisa menahan napas. Satu hal yang tidak ia ketahui, Frey menekan tombol untuk membuka kaca jendela seraya ia mengecup lembut bibir Aluna dan hal tersebut langsung membuat mata Leon terbelalak.


Ini pagi Senin dan ia sudah diberi syok terapi oleh Frey dengan mempertontonkan ia berciuman dengan Aluna dan lagi Aluna bukannya berontak malah wajahnya terlihat bahagia. Walaupun hanya sekadar berciuman tapi hal itu sudah membakar hati dan pikiran Leon.


Berbagai spekulasi muncul di benaknya apalagi ia teringat jelas jika Frey pernah mengatakan bahwa ia dan Aluna adalah sepasang kekasih.


"Sialan!" umpat Leon kemudian ia menatap sengit ketika tak sengaja pandangannya bertemu dengan Frey yang sedang menatap penuh ejekan padanya.


Di dalam mobil Aluna lansung tersipu malu dan ia bahkan tidak menyadari jika jendela mobil kini terbuka karena memang seperti itu halnya, Aluna tidak akan menyadari apapun jika sudah bersama Frey.


"Modus ih!" keluh Aluna.


Frey mengusap puncak kepala Aluna dan ia mengajak istri kecilnya itu untuk keluar dari mobil. Aluna terkejut saat melihat ada Leon yang duduk di parkiran motor sedang menatap tajam ke arahnya. Ia yang tidak merasa memiliki hal dengan Leon hanya bersikap biasa saja dan langsung melenggang pergi bersama Frey yang kini sudah menggenggam tangannya.


Sempat terkejut dengan perlakuan Frey akan tetapi Aluna tidak protes. Toh siapa juga yang akan melarang sebab mereka dikenal sebagai saudara. Siapa yang akan mengajukan protes jika saudara saling bersentuhan? Tentu tidak ada!


Saat pasangan tersebut sudah berlalu, Leon mengepalkan kedua tangannya sambil bergumam. "Jangan-jangan mereka benar pacaran dan apa mungkin tunangan yang dimaksud Frey waktu itu adalah Aluna?"


Leon terdiam dalam lamunannya, ia mencoba menyatukan kepingan puzzle di benaknya dimana dari cerita yang ia dapatkan, hampir semua cowok yang mendekati Aluna akan diamuk Frey, bahkan sampai detik ini rumornya Aluna tidak pernah sampai pacaran dengan siapapun karena ada Frey yang selalu memundurkan langkah mereka saat mendekati Aluna untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Hal ini memang cukup aneh. Perilaku Frey sangat berlebihan layaknya seorang kekasih yang tidak suka kekasihnya didekati orang lain. Tapi ... jika memang mereka sepasang kekasih lalu mengapa Aluna bisa sebebas itu melakukan flirting dengan banyak cowok walaupun tidak jadian? 'Kan aneh jika sudah punya kekasih satu sekolah, serumah pula tapi justru Aluna dengan terang-terangan berdekatan dengan pria lain.


Leon memilih untuk tidak menyusul Aluna. Ia akan memantau saja bagaimana hubungan mereka. Leon juga sudah mengetahui jika Frey pindah kelas. Leon tidak akan sok akrab juga tidak akan menjaga jarak. Ia akan bermain halus agar ia bisa mengetahui hubungan terselubung antara Frey dan Aluna.


Entah mengapa tapi dada gue sesak saat lihat mereka berciuman. Ada apa dengan gue? Gue ngerasa panas waktu lihat Aluna dan Frey. Apakah ini masih misi balas dendam atau gue emang udah main hati beneran?


Leon menjambak rambutnya dan hal tersebut tak sengaja dilihat oleh Cici. Gadis cantik namun lebih cantik Aluna itu merasa heran dengan sikap adik kelasnya yang tampannya cukup mampu dibanding-bandingkan dengan Frey tersebut.


"Ganteng-ganteng tapi gendeng!" gumam Cici kemudian ia bergegas ke kelasnya.


Di depan kelas kini tengah berlangsung drama antara Frey dan Riani. Siswi cantik yang mampu bersaing dengan kecantikan Aluna hanya saja ia memiliki satu kekurangan yaitu pada otaknya. Jika Aluna terkenal cantik dan cerdas maka ia justru lebih dikenal cantik tapi otaknya cetek. Gadis itu sedang cosplay menjadi wartawan setelah ia berhasil bertemu dengan Frey. Ia mencecar Frey dengan begitu banyak pertanyaan mengenai kenapa Frey pindah kelas.


Aluna memutar bola matanya jengah melihat tingkah manja Riani dan bahkan ia menarik-narik lengan Frey di depan matanya yang notabenenya adalah istri sah.


Tatapan mata yang begitu menusuk dihunuskan Aluna kepada Frey hingga cowok tampan dengan sejuta pesonanya itu seakan mati kutu. Ia bagai suami yang ketahuan istri sah sedang memelihara pelakor.


"Tolong jangan kayak gini, Riani. Lu bukan orang yang wajib gue kasih tahu alasan kenapa gue pindah kelas. Dan kalau lu juga mau tahu, salah satu alasan gue pindah itu juga karena lu! Gue capek tahu dikejar-kejar sama lu. Gue udah bilang kita itu cukup menjadi teman saja!" ucap Frey tegas, ia kemudian melirik Aluna yang masih saja menatap kesal padanya.


"Tapi Frey, gue nggak mau jadi teman lu doang. Gue udah punya banyak teman dan semuanya nggak berguna!" ujar Riani yang masih keukeuh menginginkan Frey menjadi kekasihnya.


Frey mengusap wajahnya kasar. Hari ini ia sangat ingin menikmati kehidupan seperti orang lain. Ia ingin memulai hubungannya bersama Aluna dengan status baru yang mereka punya, akan tetapi masalah di pagi hari seperti ini sudah membuat Frey sakit kepala.

__ADS_1


Seseorang dari arah berbeda saat ini sedang mengepalkan tangannya karena melihat Riani begitu bisa leluasa berbicara dengan Frey walaupun selalu saja mendapat sambutan tidak baik dari cowok tampan itu.


"Gue emang nggak seberani Riani saat berbicara dengan Frey. Apalagi membahas perasaan, gue nggak seberani Riani. Tapi apakah dia tahu kalau selama ini gue cinta sama dia dalam diam? Menjadi makhluk tak kasat mata olehnya apakah suatu saat gue bisa mendapatkan hatinya? Serius, gue berharap Tuhan bisa membuat keinginanku ini suatu saat akan terkabul dan gue bisa sama-sama dengan dia."


__ADS_2